Lewati ke konten

Mengenal Seni Tatah Sungging: Kerajinan Kulit Kekinian yang Bikin Kamu Terkagum!

Hai kamu! Pernah denger tentang industri kerajinan yang pakai kulit sebagai kanvas? Di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah dan DIY, seni tatah sungging udah jadi ikon budaya yang tetap hits sampai sekarang. Banyak pengrajin yang mengubah tradisi jadi produk yang fresh, mulai dari wayang kulit sampai aksesoris modern. Yuk, intip seluk‑beluknya!

1. Proses Pengerjaan Seni Tatah Sungging

Setiap pengrajin yang terjun ke dunia ini harus melewati langkah‑langkah yang udah teruji sejak ratusan tahun lalu. Meskipun terkesan “ribet”, prosesnya justru bikin hasilnya makin authentic dan bernilai tinggi.

  1. Ndasari: Beliau memberi lapisan dasar warna kuning tipis supaya kulit jadi rata dan siap diwarnai.
  2. Nyorek: Sketsa kasar digambar dulu, biasanya pake pensil atau kapur yang mudah dihapus.
  3. Anggebing: Tahap menatah tepi sketsa, bikin kontur dasar yang kuat.
  4. Anggempur: Menyempurnakan tatahan, menambahkan detail halus biar tampilan makin latis dan hidup.
  5. Ambedhah: Menatah wajah tokoh wayang, bagian paling krusial karena menentukan ekspresi karakter.
  6. Pewarnaan: Warna-warna tradisional diaplikasikan lewat teknik anyemeng, amrada, dan lain‑lain.
  7. Isen‑isen: Menambahkan variasi isian pada area yang udah disungging.
  8. Angendus: Lapisan akhir pelindung, biasanya vernis atau resin modern supaya tahan lama.

2. Alat Kriya Tatah Sungging yang Bikin Kerja Lebih Mudah

Berbeda sama kerajinan modern yang pakai mesin CNC, seni tatah sungging masih mengandalkan alat manual yang full hand‑crafted. Berikut beberapa yang wajib ada di workshop:

  • Tatah Penguku: Bentuknya mirip jari‑jari, cocok buat motif setengah lingkaran.
  • Tatah Pemilah: Ujung lurus, dipakai untuk garis lurus.
  • Tatah Bubukan: Ujung melengkung, pas buat motif melengkung.
  • Tatah Corekan: Seperti jarum jahit, untuk goresan halus.
  • Tatah Delingan: Mirip pemilah tapi ujungnya miring, untuk merapikan tatahan.
  • Pandhuk & Gandhen: Pandhuk terbuat dari kayu sawo sebagai alas, sedangkan Gandhen berfungsi sebagai pemukul, biasanya terbuat dari kayu sonokeling.
  • Tindhih: Beban logam (besi/kuningan) yang menekan kulit supaya tetap menempel saat ditatah.
  • Kuas & Pen Kodok: Digunakan untuk pewarnaan dan sketsa, ada variasi kuas dasaran, prada, tlacapan, sawutan, dan cawen.

3. Bahan Utama: Kulit yang Cocok untuk Tatah Sungging

Kalau mau hasilnya awet dan tampilan keren, pemilihan kulit itu kunci. Ada tiga tipe kulit yang paling sering dipakai:

a. Kulit Kambing atau Domba

Ini yang paling populer karena mudah didapat dan motif alaminya udah latif (nyambung) sama desain sungging. Beliau bisa langsung dipakai tanpa proses tambahan.

b. Kulit Sapi

Perlu proses penyamakan, pengerokan bulu, dan penipisan dulu. Kulitnya agak keras, jadi butuh teknik khusus, tapi hasilnya tetap kuat.

c. Kulit Kerbau

Menurut banyak pengrajin, ini adalah pilihan premium. Seratnya kuat, tahan serut, dan tidak mudah berubah bentuk karena cuaca.

4. Pewarnaan Tradisional yang Tetap Kekinian

Warna-warna dasar dalam tatah sungging masih diambil dari bahan alam, tapi kini ada alternatif sintetis yang lebih ramah lingkungan. Lima rona utama tetap dipertahankan: putih, kuning, biru, merah, hitam, plus aksen emas.

  • Abu tulan → putih.
  • Atal watu → kuning.
  • Nila werdi → biru.
  • Gincu & endapan air raksa → merah.
  • Langes atau jelaga → hitam.
  • Prada emas → emas.

Untuk menempelkan warna, dulu pakai ancur lempeng atau ancur kripik yang terbuat dari yiyit ikan laut. Sekarang, banyak yang beralih ke perekat berbasis resin akrilik yang lebih tahan lama dan tidak mengandung merkuri.

Setelah pewarnaan selesai, biasanya produk dilapisi vernis atau clear coat modern, menggantikan tradisional putih telur yang dulu dipakai.

Jadi, kalau kamu tertarik dengan industri kerajinan tradisional yang tetap relevan di era digital, tatah sungging adalah pilihan yang pas. Kamu bisa dukung pengrajin lokal dengan membeli produk mereka atau bahkan mencoba belajar teknik ini di workshop‑workshop kreatif yang kini banyak tersedia secara online.

Artikel Lain di Kerajinan Tangan