Lewati ke konten

Jangan Sepelekan Batuk, Ini Fakta Batuk 100 Hari yang Wajib Kamu Tahu

Pernah gak sih kamu denger istilah batuk 100 hari? Kedengarannya serem bangeet ya, masa iya batuk bisa bertahan sampai tiga bulan lebih? Ternyata, ini bukan mitos belaka, gaes. Pnyakit yang punya nama ilmiah pertusis ini emang nyata dan disebabkan oleh serangan bakteri Bordetella pertussis, bukan karena virus flu biasa yang sering kamu alami pas lagi kecapekan.

Kalo di Indonesia, kita lebih sering menyebutnya dengan batuk rejan. Penyakit ini emang gak main-main tingkat penularannya. Makanya, yuk kita kupas tuntas biar kamu makin aware sama kesehetan diri sendiri dan orang-orang tersayang di sekitar kamu!

1. Cara Penularan dan Masa Inkubasi si Bakteri

Nah, penularan kuman penyebab penyakit ini tuh gampang banget terjadi lewat udara. Pas penderita bersin atau batuk, droplet-nya bisa terhirup sama orang sehat di dekatnya. Selain itu, berbagi alat makan atau minum dengan penderita juga bisa jadi jembatan penularan yang instan. Makanya, kalau ada teman kamu yang lagi sakit, sebaiknya ingatkan dengan sopan agar beliau menggunakan masker demi kebaikan bersama.

Setelah kuman masuk ke tubuh, gak langsung bikin bersin-bersin saat itu juga, gaes. Ada yang namanya masa inkubasi yang memakan waktu sekitar 5 sampai 21 hari sebelum gejala awal mulai muncul. Jadi, mrasakan tubuh mulai demam itu butuh proses beberapa minggu setelah pertama kali terpapar dari penderita. Sangat licik, kan? Oleh karena itu, menjaga imun tubuh tetap prima adalah kunci utama.

2. Kenali Gejala Awal Biar Gak Kecolongan

Pada fase awal, gejala pertusis ini sekilas mirip banget sama flu biasa, kayak demam ringan dan hidung meler. Tapi yang bikin beda, produksi lendir di saluran pernafasan bakal melimpah ruah kerna selaput lendir sedang diserang oleh bakteri jahat. Tubuh kita otomatis merespon ganguan ini dengan cara batuk secara intens supaya lendir tersebut bisa keluar.

Intensitas batuk ini biasanya bakal meningkat drastis pas malam hari, bahkan bisa sampai ratusan kali! Saking seringnya batuk, penderita terkadang sampai kesulitan buat menghirup oksigen. Dalam beberapa kasus yang cukup berat, wajah penderita bisa sampai terlihat membiru karena kekurangan oksigen akibat frekuensi batuk yang terlalu rapat dan ekstrem. Kasihan sekali kan jika tubuh beliau harus menahan rasa sakit yang luar biasa tersebut?

3. Bahaya Komplikasi yang Wajib Kamu Waspadai

Jangan sekali-kali menganggap remeh penyakit ini, gaes. Tekanan yang sangat kuat saat batuk terus-menerus bisa memicu pecahnya pembuluh darah kecil di area mata. Gak cuma itu, tekanan tinggi di area perut saat batuk parah juga berpotensi menyebabkan hernia. Ngeri banget, kan?

Bahkan pada kasus yang fatal, kekurangan oksigen yang parah bisa memicu terjadinya kejang hingga perdarahan pada otak penderita. Jika kamu menemui kerabat yang mengalami batuk dengan durasi yang gak wajar, segeralah sarankan agar beliau langsung berkonsultasi ke dokter spesialis. Menurut dokter yang ahli di bidangnya, beliau pasti akan memberikan penanganan terbaik seperti antibiotik khusus dan menyarankan cara mencegah pertusis melalui program vaksinasi pertusis yang lengkap sejak usia dini agar terhindar dari risiko fatal.

Artikel Lain di Macam Macam Penyakit

  • Yuk Rawat Pompa Kehidupan! Panduan Kece Menjaga Jantung Tetap Happy dan Fit

    Pernah gak sih kamu mikir gimana rasanya punya organ keren yang terus kerja 24/7 tanpa henti di dalam tubuh kamu? Yup, jantung itu emang kayak pusat energi yang menjaga seluruh aliran kehidupan tetap lancar. Biar tubuh kamu...

  • Biar Tetap Skena dan Fit, Ini Cara Simpel Jaga Organ Ginjal Kamu!

    Halo gengs! Buat kamu yang sering banget nongkrong sambil ngopi atau sibuk beraktivitas seharian, pernah ngebayangin gak sih gimana kondisi organ di dalam tubuh kamu? Terutama soal kesehatan organ ginjal . Baru-baru ini,...

  • Pencegahan Penyakit Gigi Anak

    Masa kanak-kanak ialah masa nan paling krusial dalam kehidupan manusia. Banyak hal nan dilakukan buat pertama kalinya. Termasuk, makan atau minum apa saja nan ingin dicoba. Hal itu menyebabkan anak-anak sangat rentan akan...

  • Pengobatan Diare

    Para pakar kesehatan sudah sering melakukan penelitian tentang diare dengan banyak tujuan. Hal ini disebabkan sebab penyakit diare ini sering sekali melanda penduduk bahkan dapat menimbulkan kematian apabila diderita oleh...

  • Biar Kulit Tetap Auto Glowing, Yuk Kenali Berbagai Masalah Kulit dan Cara Mengatasinya!

    Pernah nggak sih kamu merasa iri sama temen yang kulitnya selalu kelihatan bersih dan mulus banget? Rasanya beruntung banget kalau seseorang nggak pernah terganggu sama masalah kulit. Soalnya, di kehidupan sehari-hari, banyak...

  • Penyakit Asam Urat

    Asam urat pada saat ini telah menjelma menjadi salah satu penyakit nan ditakuti dan mematikan. Asam urat dapat menyebakan stroke nan berujung pada kelumpuhan beberapa organ tubuh. Dalam tubuh manusia, kadar asam urat ini...

  • Pencegah dan Pengobatan Penyakit Diare

    Menurut artikel diare Badan Kesehatan Global (WHO), diare ialah proses pengeluaran feces lunak atau cair nan berulang kali atau lebih dari tiga kali dalam sehari. Gejala infeksi percernaan ini biasanya disebabkan oleh bermacam-macam...

  • Jenis Jerawat

    Jerawat ialah penyakit kulit nan ditandai dengan area-area pada kulit berupa seborrhea (kulit merah bersisik), komedo (kepala hitam dan kepala putih), bintil, bisul, bahkan parut. Jerawat biasanya muncul pada kulit nan berada...

  • Jangan Kasih Kendor, Trik Ampuh Halau Demam Berdarah Pas Musim Hujan Biar Tetap Eksis

    Musim hujan emang paling enak buat mager-mageran sambil dengerin lagu lo-fi ya, *bestie*. Tapi, di balik vibes syahdu ini, ada satu musuh musiman nag slalu ngintai kita: demam berdarah dengue alias DBD. Tiap tahun pas musim...

  • Bebas Lemas, Rahasia Jaga Kesehatan Pencernaan Keluarga Tetap Fit Setiap Hari

    Halo, Teman Sehat! Menjaga kondisi tubuh agar selalu bugar dan aktif tentu jadi impian kita semua, kan? Di tengah aktivitas yang padat, kesehatan organ dalam sering kali terabaikan, terutama bagian perut. Padahal, sistem...