Hai kamu! Siap-siap deh buat ngulik Kota Palembang yang penuh cerita lama tapi tetap kekinian. Di sini, tiap sudutnya ada aura arsitektur kolonial yang bikin feed Instagram kamu makin kece. Yuk, intip spot-spot wajib yang lagi hype di kalangan anak muda!
1. Rumah Loka Tinggal
Berjalan santai dari Kambang Iwak ke Jalan Merdeka, kamu bakal nemuin deretan rumah kolonial yang masih terjaga gayanya. Atapnya tinggi, bentuk limas, dindingnya tebal‑tebal, jadi cocok buat foto sunset. Ada yang masih kinclong, ada juga yang agak kusam karena belum di‑cat ulang, tapi semua tetep ngasih vibe vintage yang instagramable. Pepohonan gede dan taman kecil menghias tiap rumah, jadi tempat nongkrong asik sambil ngopi.
Di sebelahnya, kamu bakal lihat Kantor Pos Pusat Palembang yang desainnya mirip pos‑pos lain di Indonesia, cuma ukurannya lebih gede dan punya sentuhan klasik. Belakangnya, Rumah Sakit A.K Gani masih pakai arsitektur Belanda dengan pintu dan ventilasi lebar, bikin interiornya terasa adem meski cuaca panas.
2. Wilayah Kambang Iwak
Kambang Iwak itu sebenarnya taman kota yang jadi oase hijau di tengah hiruk‑pikr Palembang. Pepohonan tua yang tinggi nyiptain suasana sejuk, cocok buat kamu yang mau lepas dari panas kota. Banyak spot buat olahraga kayak parkour, sepeda pixie, atau sepatu roda - anak‑anak muda suka banget nongkrong di sini pas malam hari.
Selain itu, kawasan ini dipenuhi kafe dan restoran yang nyajiin kuliner Palembang klasik atau menu internasional yang gaul. Beberapa tempat makan itu berada di dalam bangunan kolonial dengan ruang tengah luas dan atap tinggi, sering disebut rumah loji. Gak heran kalau tempat ini jadi spot foto favorit.
Di pojok taman, ada Museum Tekstil yang lagi renovasi. Rencananya bakal diubah jadi hotel, tapi prosesnya masih lambat. Meski belum selesai, bangunan asalnya masih menampilkan ciri khas bangunan Belanda - plafon tinggi, ventilasi besar, dan pencahayaan alami yang adem.
3. Kota Bari (Kota Kuno)
Kalau kamu tertarik dengan sejarah, Kota Bari (atau disebut juga Kota Kuno) wajib masuk list. Di sini, arsitektur kolonial masih terlihat jelas, meski sebagian udah di‑renovasi jadi kantor pemerintah atau hunian modern. Rumah‑rumah dengan gaya Belanda yang masih dihuni atau dijual punya harga tinggi, karena properti Palembang lagi naik daun.
Investor lokal dan luar kota datang buat beli tanah strategis, bikin hotel berbintang, atau ruang bisnis baru. Akibatnya, jalan‑jalan dulu yang sepi sekarang rame, bahkan kadang macet. Tapi jangan khawatir, kota ini tetap punya daya tarik internasional lewat event‑event besar yang rutin digelar.
Selain itu, ada Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang megah, menggabungkan arsitektur Melayu dan kolonial Belanda. Dulunya istana sultan, kemudian dijadiin markas Belanda, dan kini menjadi museum yang menampilkan budaya Palembang - dari songket, peralatan tradisional, sampai ruang pernikahan kuno.
Tak jauh dari museum, berdiri Benteng Kuto Besak dengan dinding putih kokoh dan halaman luas. Sekitar benteng ada plaza yang hidup di malam hari, sering ada pameran atau pertunjukan seni yang bikin suasana makin hidup.
Jadi, Kota Palembang bukan cuma tentang sungai Musi yang lebar, tapi juga tentang warisan sejarah yang terus di‑adaptasi jadi spot modern yang pas buat kamu jelajahi. Siap-siap ambil kamera, ajak temen, dan rasain vibe unik yang cuma ada di sini!