Wisata Melayu Di Kepulauan Riau

Wisata Melayu Di Kepulauan Riau

Indonesia merupakan negara nan kaya akan keragaman budaya dan adat istiadat lokal nan menjelma menjadi icon kebudayaan nasional. Keberadaan aneka budaya ini selain menjadi kebanggaan dan karakteristik khas bangsa Indonesia, di satu sisi juga memberikan akibat dan tidak sinkron sih nan besar terhadap kemajuan global pariwisata Indonesia di mata global internasional.

Adanya kebudayaan lokal nan sangat beraneka ragam ini menarik perhatian banyak turis baik asing maupun domestik buat melakukan kunjungan ke daerah-daerah wisata di tanah air.

Indonesia sangat terkenal dengan pulau Bali di luar negeri, sebab memang diakui pulau dewata ini menyajikan estetika alam dan budaya nan tak bisa disaingi oleh loka wisata lain di luar negeri. Selain Bali ternyata banyak loka wisata nan tak bisa dianggap remeh di tanah air ini. Salah satunya nan akan dibahas secara detail di artikel ini yakni wisata di Riau.

Riau sebagai salah satu ikon wisata melayu di tanah air secara geografis memang miskin dengan kawasan wisata alam. Di Riau terutama kawasan Riau daratan tidak ada gunung, hutan nan latif atau pun pantai nan cantik. Beberapa wisata alam nan cukup familiar di Riau daratan misalnya; Taman Nasional Bukit Tiga Puluh nan berdekatan dengan kawasan suku orisinil Talang Mamak di daerah Rengat Indragiri Hulu, Riau.

Suku orisinil Talang Mamak ini hayati dan melestarikan keturunannya di wilayah hutan nan mereka jadikan pemukiman di sekitar Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Sementara di kawasan Lubuk Jambi nan berada Kabupaten Kuantan Singingi, terdapat objek wisata air terjun tujuh tingkat.

Untuk Pekanbaru sendiri sebagai ibu kota Propinsi Riau, wisata alam nyaris tidak ada. Yang ada hanya kebun binatang Rindu Sepadan dan taman rekreasi keluarga Alam Mayang. Meskipun demikian, Pekanbaru memiliki dua desain bangunan akbar nan menonjol dan bisa dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata, yakni perpustakaan wilayah Soeman HS dan Mesjid Raya An-Nur. Kedua bangunan ini sama-sama memiliki keunikan desain bangunan nan khas, disamping ukurannya nan memang cukup besar.



Riau Punya Taman Mini

Meskipun miskin dengan kawasan objek wisata alam, Riau justru memiliki kawasan wisata sejarah dan budaya nan cukup tinggi. Ini barangkali nan menyebabkan Riau menjadi salah satu representasi wisata melayu di tanah air. Di tiap kabupaten di propinsi ini, terdapat banyak peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan melayu dan tradisi melayu nan masih cukup terjaga. Peninggalan bersejarah tersebut bisa menjadi bukti betapa agungnya peradaban nan pernah dibangun di atas negeri kita.

Kabupaten seperti Bengkalis, merupakan salah satu kabupaten nan menyimpang banyak peninggalan peradaban melayu. Terlebih jika Anda berkunjung ke kawasan kepulauan Riau. Letak geografis nan sangat dekat dengan negara-negara rumpun melayu lainnya menyebabkan masyarakat Kepulauan Riau sangat protektif dalam menjaga adat istiadat dan tradisinya.

Namun di satu sisi memberikan akibat negatif bagi pelestarian kebudayaan lokal melayu itu sendiri. Para peneliti kebudayaan negara-negara jiran kerap melakukan pengambilan secara sembunyi-sembunyi sumber-sumber kebudayaan melayu di Riau.

Akibatnya terkadang nan muncul ialah pengklaiman sepihak oleh negara jiran terhadap kebudayaan lokal dalam negeri. Salah satu bentuk sumber kebudayaan melayu nan kerap digondol oleh negara jiran misalnya tari-tarian melayu dan prasasti peninggalan raja-raja antik melayu. Tari Japin misalnya, tari Japin nan ditampilkan di Malaysia merupakan adopsi dari aneka tari-tari Japin di Riau seperti Bengkalis dan Siak.



Wisata Melayu Di Kepulauan Riau

Di Pekanbaru, terdapat salah satu bentuk wisata melayu nan cukup unik. Layaknya Taman Mini Indonesia Latif nan ada di Jakarta, Riau pun memiliki kawasan serupa buat mempermudah para turis mengenal kebudayaan masing-masing kebudayaan di tiap kabupaten.

Kawasan ini terletak di tengah Kota Pekanbaru, tepatnya di Kompleks Purna MTQ Bandar Serai. Di kawasan ini para turis akan disuguhi majemuk bangunan dan ikon budaya masing-masing suku melayu di tiap kabupaten. Meskipun sama-sama bernama melayu, logat bicara dan lafal pengucapan tiap kabupaten tetaplah berbeda.

Oleh karena itu tiap daerahnya juga memiliki sejarah dan adat istiadat nan sedikit agak berbeda. Di kawasan Bandar Serai ini, kebudayaan itu ditampilkan dengan aneka simbol-simbol bangunan. Bangunan rumah adat tiap-tiap daerah dibangun sedemikian rupa mirip museum.

Bangunan rumah adat ini berisi aneka macam kebudayaan, peninggalan sejarah dan barang-barang bernilai budaya masing-masing daerah. Jika Anda ingin menyimak Riau secara singkat dan praktis, tidak salah Anda mengunjungi kawasan ini saat berkunjung ke Pekanbaru.

Wisata budaya sangat cocok buat para pelancong nan pergi bersama anggota keluarga lainnya khususnya anak-anak. Berikut ini beberapa kegunaan wisata budaya nan bisa diperoleh para wisatawan nan berkunjung:

1. Menambah pengetahuan seputar budaya milik bangsa

Tidak bisa dipungkiri bila bangsa Indonesia ialah keturunan dari Melayu, maka mempelajari budaya melayu merupakan kepastian bagi kita sebagai anak bangsa. Budaya melayu sangat berbeda jauh dengan budaya asing, terutama barat. Budaya nenek moyang kita sangat lekat dengan sopan santu, tata krama dan penjagaan terhadap kehormatan. Berbeda jauh dengan budaya barat nan mengumbar kebebasan hingga ranah kebebasan bertingkah laku.

Berkunjung ke daerah wisata melayu seperti di pulau Riau ini bisa memberikan wawasan kepada wisatawan lokal tentang bagaimana sebenarnya warisan budaya dari nenek moyang kita. Saat ini banyak anak muda nan kehilangan jati dirinya sebagai bangsa nan menjunjung tinggi kehormatan dan nilai moral. Bermunculannya kasus nan amoral di kalangan pelajar atau pemuda merupakan akibat dari meninggalkan ajaran agama dan nilai moral nan luhur di tengah masyarakat.

2. Merasakan hubungan komunikasi melayu

Bahasa Indonesia memang berasal dari bahasa melayu nan disempurnakan oleh para pakar dan pemerintah mulai dari sejak kemerdekaan hingga sekarang. Namun dalam proses tersebut, ada beberapa unsur komunikasi nan hilang dari bahasa melayu nan murni. Hal tersebut bisa langsung dibedakan dengan melihat atau berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat nan masih kental dengan budaya melayu. Salah satu contohnya logat dalam berbahasa melayu nan sangat berbeda dengan bahasa Indonesia resmi.

3. Mempererat kesatuan dan interaksi antar wilayah di tanah air

Kunjungan wisata ke luar propinsi serta berkomunikasi akrab dengan penduduk sekitar akan memunculkan rasa persahabatan. Perasaan hangat itu akan bisa mendekatkan interaksi kita dengan masyarakat lainnya di luar daerah. Berbagai konflik dan konfrontasi muncul di tanah air disebabkan juga sebab interaksi antar masyarkat nan tak harmonis. Berwisata ke luar pulau juga bisa diartikan sebagai kepedulian kita akan persatuan bangsa nan mulai pudar ini.

Berwisata akan menjadi menyenangkan bila persiapan telah matang, sebelum berangkat ke Riau cek dulu persiapan berlibur Anda. Agar semua keperluan dalam berwisata bisa terpenuhi dengan mudah dan cepat nantinya. Tetap bersemangat dalam menggali kebudayaan milik bangsa sendiri dan selamat berlibur ke Riau!