Lewati ke konten

Gak Sangka! Perjalanan Latif Dewi Pertiwi Dari Debut Hingga Rekor MURI yang Bikin Heboh

Hai kamu! Siapa sih yang belum denger suara Latif Dewi Pertiwi yang lagi hits di playlist semua orang? Dari debut yang langsung meledak, sampe aksi panggung yang catat MURI, semuanya bakal kita kulik di sini dengan gaya santai dan asik. Jadi, siap-siap deh buat ngerasain vibe musiknya yang fresh!

1. Awal Karier yang Langsung Nge‑Hit

Kalau biasanya penyanyi baru meluncurin single dulu buat uji coba, Latif Dewi Pertiwi malah nekat rilis album Hipnotis pertama pada 2010. Lagu pembuka “Baru Aku Tahu Cinta Itu Apa” langsung jadi top‑10 di radio dan TV selama berminggu‑minggu. Karena itu, beliau makin cepat dikenal oleh para pecinta musik tanah air.

2. Kolaborasi & Duet yang Bikin Baper

Beliau nggak cuma nyanyi solo, lho. Kolaborasi bareng musisi‑musisi top kayak Dewiq, Ahmad Dhani, dan Bebi Romeo bikin album Hipnotis makin berwarna. Salah satu duet paling memorable adalah “Terbakar” bareng Ahmad Dhani, serta “Gejolak Cinta” bersama Shandy Sandoro. Bahkan, beliau sempat ngelakuin duet dengan aktor penyanyi Teuku Wisnu di lagu “Cintamu Adalah Takdirku”. Semua kolaborasi ini nambahin warna baru ke katalog musik beliau.

3. Repackage Album yang Bikin Geger

Setelah Hipnotis terjual lebih dari 1 juta kopi dalam 6 bulan pertama, label rilis versi Hipnotis Entertainment Edition. Di versi ini, dua lagu utama “Hipnotis” dan “Baru Aku Tahu Cinta Itu Apa” di‑remix dengan aransemen fresh. Selain itu, CD-nya dilengkapi hadiah-hadiah keren mulai dari HP, iPad, sampai motor, cukup gosok‑gosok bidang timah di dalam CD buat liat apa yang kamu dapat.

4. Rekor MURI: 3.000 Penari Bareng

Peluncuran repackage nggak cuma sekadar konser mini. Latif Dewi Pertiwi menggelar acara yang dihadiri 3 000 penari yang bergerak serempak saat lagunya “Hipnotis” diputar. Aksi massal ini berhasil masuk catatan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai acara dengan dancer terbanyak. Konsepnya? Biar fans ngerasain kedekatan bareng penyanyi kesayangan mereka.

5. Video Klip Paling Mahal di Tanah Air

Video klip “Hipnotis” diklaim paling mahal yang pernah diproduksi di Indonesia, dengan budget mendekati 1 miliar rupiah. Kenapa mahal? Karena produksi nyewa helikopter, kapal tanker, dan gedung pencakar langit di Jakarta, plus pakai efek special‑effect setara film sci‑fi Hollywood. Lokasinya nyebar dari Lombok, Bali, Pulau Seribu, sampe spot ikonik kayak Thamrin dan Bundaran HI. Di dalamnya, Latif Dewi Pertiwi tampil sebagai robot, alien air, dan berbagai karakter unik lainnya.

6. Penghargaan & Prestasi yang Menggeliat

Berbagai penghargaan udah menempel di rak Latif Dewi Pertiwi, mulai dari SCTV Music Awards (Pendatang Baru Terpopuler) sampai 3 kategori di 3rd IMC Awards—termasuk Penyanyi Pendatang Baru Terbaik, Album Terbaik, dan Video Klip Animasi Terbaik. Selain itu, beliau juga dapat “Most Favorite Video” dan “Artist of The Year” versi IMC. Semua pencapaian ini menegaskan posisi beliau sebagai bintang pop yang terus bersinar.

7. Single Hits yang Tetap Ngehits

Setelah “Hipnotis”, Latif Dewi Pertiwi terus merilis single yang nge‑top, kayak “Jangan Sedih”, “Cintamu Adalah Takdirku”, dan “Gerakkan Badanmu”. Bahkan di bulan Ramadan 2010, beliau meluncurkan single religius “Amalmu Adalah Ibadahmu” yang diciptakan sama Enda Ungu. Di video klip “Gerakkan Badanmu”, beliau berperan sebagai ratu dikelilingi penari internasional dari Jepang sampai Los Angeles—menambah kesan megah dan global.

Itu dia, perjalanan seru Latif Dewi Pertiwi dari debut yang langsung nge‑hit, kolaborasi keren, album repackage yang penuh hadiah, sampai mencetak rekor MURI. Semoga kamu makin makin jatuh cinta sama musik beliau, dan jangan lupa terus dukung karya-karya selanjutnya! 🎤

Artikel Lain di Artis Selebritis