Halo Kamu! Pernah nggak sih kamu ngerasa merinding pas dengerin intro musik rock yang megah bgt? Kalau kamu pernah nonton film legendaris Twilight, pasti gak bakal lupa sama adegan main baseball para vampir yang ikonik abis. Adegan sekeren itu emang gak lengkap tanpa adanya soundtrack rock alternatif yang menghentak. Yap, lagu super asyik "Supermassive Black Hole" milik Muse sukses bikin momen itu jadi gak terlupakan sampai sekarang!
1. Album Epik dan Puncak Popularitas Global
Perjalanan karier Muse dari panggung kecil sampai jadi headliner festival raksasa bener-bener menginspirasi. Awalnya, mreka cuma main di klub lokal kecil seperti Cavern Club di Exeter. Tapi berkat kerja keras, band ini akhirnya dilirik oleh produser top John Leckie untuk menggarap album debut bertajuk Showbiz pada tahun 1999.
Puncak popularitas global mulai meledak pas album ketiga, Absolution, rilis tahun 2003. Album ini sukses nangkring di posisi pertama tangga lagu Inggris dnegan hits andalan kayak "Time Is Running Out" dan "Hysteria". Gak berhenti di situ, album keempat mereka, Black Holes and Revelations, bikin nama Muse makin meroket secara global, bahkan membawa mereka menggelar konser musik terbaik di Indonesia pada tahun 2007 silam. Update terbaru nih buat kamu, sampai saat ini Muse udah merilis 9 album studio kece, termasuk album terbaru Will of the People yang rilis beberapa waktu lalu dan langsung disambut hangat oleh penikmat musik dunia.
2. Intip Profil Keren Para Personel Muse
Dibalik karya-karya jenius Muse, ada tiga sosok luar biasa yang konsisten berkarya sejak tahun 1994 di Devon, Inggris. Yuk, kita kenalan lebih deket sama para personel tangguh ini:
- Matthew Bellamy - Beliau merupakan vokalis utama, gitaris, sekaligus pianis jenius yang sering menciptakan nada-nada magis untuk lagu Muse. Gaya vokal unik beliau selalu sukses bikin pendengar takjub.
- Chris Wolstenholme - Beliau adalah sosok pembetot bass andalan yang juga mengisi vokal latar. Permainan bass ikonik beliau di lagu "Hysteria" dinobatkan sebagai salah satu bassline terbaik sepanjang masa, lho!
- Dominic Howard - Beliau memegang kendali penuh pada drum dan perkusi. Ketukan drum enerjik dari beliau selalu berhasil menghidupkan suasana di setiap konser live Muse.
3. Musik Eksperimental yang Out of the Box
Salah satu alasan kenapa Muse dsebut sebagai legenda hidup adalah keberanian mereka dalam melakukan eksperimen musik. Muse gak ragu memadukan genre rock progresif, musik klasik ala Rachmaninoff, hingga elemen elektronik modern. Di album kedua mereka yang bertajuk Origin of Symmetry, kamu bsia mendengar instrumen unik seperti organ gereja dan Mellotron.
Meskipun gaya unik ini sempat mendapat penolakan dari label rekaman Amerika serikat karena dinilai terlalu tidak biasa, Muse tetap teguh pada idealisme musik mereka. Keputusan berani tersebut justru berbuah manis karena album ini malah sukses masuk daftar 100 album terbaik sepanjang masa versi majalah bergengsi. Konsistensi dalam menyuguhkan perjalanan karier Muse yang penuh inovasi ini membuktikan kalau kualitas musik sejati gak akan pernah bohong!
Nah, sekarang kamu udah tahu kan betapa keren dan inspiratifnya band rock asal Inggris ini? Semoga info seru ini bisa menambah referensi musik keren di playlist harian kamu, ya!