Lewati ke konten

Sawahlunto bangkit, 5 spot keren yang bikin kamu pingin liburan sekarang juga

1. Kuliner Khas yang Bikin Lidah Bergoyang

Kalau kamu lagi di Sawahlunto, jangan lewatkan kuliner khas yang bikin perutmu menari. Salah satu bintang utamanya adalah dendeng batokok - daging sapi atau kerbau yang dipotong tipis, dibumbui pakai rempah rahasia, dan digoreng pakai minyak kelapa Talawi yang aromanya mantap banget. Rasanya renyah, gurih, dan bikin kamu pengen nambah terus.

Selain itu, ada tradisi makan bajamba yang diadain tiap 1 Desember. Kamu bakal duduk bareng 5‑7 orang di dulang yang sama, sambil pakai baju adat masing‑masing. Suasana kayak mini‑Indonesia, penuh kebhinekaan, dan pastinya seru buat foto-foto Instagram.

Jangan lupa cicipin soto Silungkang di Kedai Soto Pami. Kuahnya bening, dagingnya empuk, dan parunya garing banget - pas banget buat nyemil sambil ngobrol santai. Kalau kamu suka yang lebih simpel, coba Sup Win di Pasar Silungkang. Nasi, kikil, dan daging sapi disatuin dalam satu mangkuk, ditabur bawang goreng serta daun bawang, harganya cuma Rp 12.000 aja.

2. Sejarah & Kebangkitan Sawahlunto

Kota tambang yang dulu sepi dan hampir terlupakan kini udah berubah jadi destinasi wisata sejarah yang hits. Sawahlunto dibangun oleh Hendrik De Greve (dalam tulisan resmi, beliau disebut sebagai pendiri) karena temuan tambang batubara yang melimpah. Selama era kolonial, banyak pekerja paksa - bahkan narapidana yang berantai - digunakan sebagai tenaga kerja tambang.

Setelah masa kelam itu berakhir, warga setempat mulai bersatu, gotong‑royong, dan menghidupkan kembali bangunan‑bangunan bersejarah. Gedung Ombilin Meinen yang dibangun tahun 1916 masih dipakai sebagai kantor pertambangan, sementara gedung Rendezvous "Glück Auf" kini jadi pusat kebudayaan yang sering ngadain pameran dan acara budaya.

Hal paling menarik adalah Lubang Tambang Mbah Suro. Lubang yang dulu dipakai buat ngangkut batubara kini udah dibersihin, dipasang CCTV, dan dijadiin masjid. Saat proses pembersihan, Pak Win - juru kunci - bersama tim menemukan kerangka manusia dan rantai bekas pekerja paksa. Cerita ini jadi pengingat sekaligus daya tarik wisata yang penuh makna.

3. Spot Wisata Alam yang Keren

Selain sejarah, Sawahlunto juga punya empat air terjun yang keren banget di Desa Rantih. Mulai dari Air Terjun Lurah Tibarau, Air Terjun Sungai Bikan, Air Terjun Lurah Lobah, sampai Air Terjun Landu. Semua terletak berdekatan, jadi kamu bisa trekking 90 menit lewat sawah hijau dan hutan rimbun, terus nikmatin suasana alam yang eksotik.

Air Terjun Sungai Bikan, yang dibuka tahun 1991, paling mudah dijangkau. Airnya dangkal, jadi aman buat berenang atau sekadar berendam sambil menikmati pemandangan. Sensasinya kayak dipijat air, bikin lelah terbayar lunas.

Setelah puas di satu terjun, kamu bisa lanjut ke terjun lainnya. Setiap spot punya vibe yang beda, mulai dari suara gemericik yang menenangkan sampai panorama hijau yang menyejukkan mata.

4. Aktivitas Seru Lainnya di Sawahlunto

Kalau kamu suka eksplorasi, jangan lewatkan tur heritage yang mengajak kamu jalan‑jalan ke situs‑situs kolonial sambil dengerin cerita-cerita lokal. Kamu juga bisa ikut workshop kerajinan tangan di pusat kebudayaan, belajar bikin anyaman atau batik tradisional yang bisa jadi souvenir unik.

Untuk yang suka foto-foto, spot gedung Ombilin dengan arsitektur Belanda klasik jadi latar belakang Instagram yang keren. Tambahin filter vintage, dan siap-siap dapat banyak likes!

Artikel Lain di Tempat