Halo guys! Pas kamu lagi jalan-jalan atau butuh tempat berobat yang terpercaya, pasti udah nggak asing lagi kan sama rumah sakit legendaris yang satu ini? Yup, RS Husada! Tempat ini bukan cuma sekadar gedung medis biasa, tapi punya vibe perjuangan yang luar biasa banget buat masyarakat. Yuk, simak cerita serunya!
1. Fasilitas Canggih dan Layanan Kekinian
Kalo kamu main ke sana sekarnag, kamu bakal nemuin fasilitas medis yang serba modern dan makin kece. Mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, Stroke Center, sampai teknologi canggih MRI (*Magnetic Resonance Imaging*) yang bisa deteksi penyakit dengan super cepat. Nggak cuma itu, buat kamu yang mau cek kondisi gula darah, ada layanan kesehatan khusus seperti Diabetes Care Unit dan Husada Heart Center. Semua fasilittas keren ini emang dihadirkan biar masyarakat bisa dapet pelayanan kesehatan prima yang ramah dan nyaman.
2. Perjuangan dan Kepedulian dr Kwa Tjoan Sioe
Tahu gak sih, kehebatan tempat medis ini berawal dari kebaikan hati seorang dokter hebat? Beliau adalah dr. Kwa Tjoan Sioe. Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran di Belanda pada tahun 1924, beliau memilih pulang ke tanah air. Saat melihatt kondisi masyarakat yang sulit mendapat akses medis, nurani beliau langsung tergerak. Beliau nggak cuma pengen nyembuhin orang sakit, tapi juga terobsesi mengajarkan pola hidup sehat serta menjaga kebersihan lingkungan buat ibu dan anak. Cita-cita mulia beliau inilah yang jadi pondasi utama.
3. Gotong Royong dan Subsidi Silang Tempo Dulu
Inspirasi kebaikan emang selalu menular ya! Semangat membara dari dr. Kwa Tjoan Sioe bikin banyak orang tergerak buat ngebantu. Salah satunya adalah seorang dermawan asal Singapura, Aw Boon Haw. Beliau memberikan bantuan dana untuk membangun pavilion. Nah, tempat ini khusus diperuntukkan bagi pasien dari kalangan ekonomi mampu. Uniknya, pendapatan dari pavilion ini dipakai buat bantu membiayai pengobatan warga yang kurang mampu. Sistem subsidi silang kesehatan yang keren bangettt ini udah diterapkan beliau sejak zaman dulu, lho!
4. Dari Poliklinik Kecil Menjadi Pusat Kesehatan Utama
Kisah ini dimulai pada 23 Desember 1924 saat beliau bersama rekan-rekannya mendirikan badan sosial bernama Jang Seng Ie. Lembaga ini kemudian membuka poliklinik kecil di Jalan Raya Mangga Besar No. 40 pada 11 Maret 1925. Meskipun saat itu cuma dibandu 3 perawat dan 1 bidan, kepedulian beliau nggak pernah surut. Seiring berjalannya waktu, tempat pengobatan ini makin berkembang pesat. Hingga akhirnya pada tahun 1965, Menteri Kesehatan Prof. Dr. Satrio resmi mengubah namanya menjadi Rumah Sakit Husada. Perjuangan tulus beliau kini berbuah manis dan terus memberikan manfaat besar bagi kita semua.