Kenalan Sama Macam Tumbuhan Paku: Dari Tanaman Purba Sampai Pakis Aesthetic Lengkap Banget!

Kenalan Sama Macam Tumbuhan Paku: Dari Tanaman Purba Sampai Pakis Aesthetic Lengkap Banget!

Kalian pernah kepo nggak sih sama macam tumbuhan paku yang sering kita temuin di pinggir jalan atau jadi tanaman hias rumah? Nah, tumbuhan paku ini secara ilmiah masuk ke kelompok tumbuhan yang udah punya sistem pembuluh sejati alias tracheophyta. Artinya, doi udah punya pembuluh kayu dan pembuluh tapis buat ngangkut nutrisi. Uniknya lagi, mereka nggak berkembang biak pake biji kayak tanaman pada umumnya, melainkan pake spora. Yaps, cara berkembang biak tumbuhan paku ini mirip bangt sama jamur atau lumut.

Fyi nih gengs, spesil paku-pakuan di dunia itu ada sekitar 10 ribu jenis yang udah ketahuan. Banyak banget, kan? Khusus di Indonesia aja, diperkirakan ada 3 ribuan jenis paku yang udah teridentifikasi. Tumbuhan ini bisa hidup di mana aja seluruh dunia, kecuali di gurun pasir nan kering kerontang atau daerah salju abadi. Mereka butuh air banget buat sarana reproduksi, terutama biar sel sperma bisa berenang nyamperin sel telur. Makanya, kamu memng bakal sering nemuin paku-pakuan di dasar hutan yang lembap, nempel di batang pohon, sela-sela bebatuan, sampai di sekitar kaldera gunung berapi.

Fun fact! Di zaman purba dulu (Zaman Karbon), paku-pakuan ini pernah menguasai hutan-hutan di bumi lho. Banyak ahli paleontologi yang percaya kalau tanaman berbunga zaman skr itu sebenarnya adalah evolusi dari paku-pakuan purba.

Tipe Spora yang Dihasilkan Paku-Pakuan

Selain dari bentuk fisiknya, paku-pakuan juga dikelompokkan berdasarkan jenis spora yang mereka hasilkan. Yang pertama ada tumbuhan paku heterospora, yaitu paku yang menghasilkan dua ukuran spora dengn jenis kelamin berbda. Spora yang gede (makrospora) itu betina, sedangkan spora kecil (mikrospora) itu jantan.

Yang kedua ada tipe homospora, di mana semua spora yang dihasilkan ukurannya sama persis dan nggak dibedain kelaminnya. Terakhir, ada tipe peralihan. Nah, kalau tipe ini ukurannya sama persis, tapi kelaminnya tetep beda - ada yang jantan dan betina. Keren juga ya sistim reproduksi mereka!

Mengulik Taksonomi Tumbuhan Paku

Biar makin paham, yuk kita bahas taksonominya! Taksonomi itu ilmu yang nempatin makhluk hidup dalam tingkatan tertentu (kingdom, filum, kelas, ordo, famili, genus, spesies). Tapi nih, kadang tiap ahli biologi punya metde klasifikasi yang beda-beda. Makanya jangan bingung kalau nemu versi buku yang rada beda terkait klasifikasi tumbuhan paku ini.

Secara umum, tumbuhan dibedain berdasarkan ada atau nggaknya berkas pembuluh angkut. Tumbuhan tak berpembuluh contohnya lumut, sedangkan yang berpembuluh (punya akar, batang, dan daun sejati) contohnya tumbuhan biji dan paku. Nah, di dunia pteridologi (ilmu yang mempelajari paku-pakuan), paku dibedain jadi 4 kelas utama. Yuk kita bedah satu per satu kelasnya!

Mengenal Kelas Felicinae alias Si Paku Sejati

Nah, kalau kelas yang satu ini pasti udah familiar bangt di mata kamu. Felicinae ini bisanya kita sebut paku sejati atau pakis. Ciri khasnya punya daun yang lebar (makrofil), ada daging daunnya, dan tulang daunnya kelihatan jelas. Kalau kamu perhatiin bagian bawah daunnya, suka ada bintik-bintik yang dinamain sorus (tempat kumpulnya spora). Tanaman hias suplir adalah salah satu contohnya!

Habitat contoh paku sejati ini bervariasi banget, ada yang di air, darat, sampai rawa. Biar makin rinci, kelas ini dibagi lagi jadi beberapa subkelas:

Subkelas: Eusporangiatae
Punya dinding sporangium tebal dan kuat. Contoh spesiesnya ada Christensenia aesculifolia dan Ophioglossum reticulum.

Subkelas: Leptosporangiatae
Subkelas ini anggotanya rame banget! Contohnya ada Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa), Asplenium nidus (paku sarang burung), Adiantum cuneatum (suplir), sampai Alsophila glauca (paku tiang).

Subkelas: Hydropterides
Ini kelompok paku air. Contohnya ada Marsilea crenata (semanggi yang biasa dimakan) dan Salvinia natans (paku sampan).

Mengenal Kelas Lycopodinae atau Paku Kawat

Kelas berikutnya punya daun-daun kecil yang tersusun spiral dan rapatt banget. Di ketiak daunnya ada sporangium berbentuk kerucut yang disebut strobilus. Bentuk rimpang dan batangnya memanjang mirip dawai atau kawat yang menjalar ke atas.

Sesuai karakteristik paku kawat, berkas pengangkutnya masih tergolong sederhana. Contoh anggotanya antara lain Lycopodium cernuum (paku kawat) dan Selaginella widenowii yang sering kita kenal dengan sebutan paku rane. Unik panjng bentuknya!

Equisetinae Si Paku Ekor Kuda

Paku kelas Equisetinae ini unik banget karena batngnya berwarna hijau, beruas-ruas, dan bagian dalamnya berongga. Daunnya kecil-kecil banget kayak sisik yang melingkari ruas batangnya. Karena batangnya hijau mengandung klorofil, fotosintesis justru banyak terjadi di batang, lho!

Di bagian ujung cabang tumbuhan paku ekor kuda ini terdapat strobilus berbentuk perisai tempat melekatnya sporangium. Contoh spesies yang paling terkenal dari kelas ini adalah Equisetum debile.

Psilophytinae alias Paku Purba yang Mulai Langka

Terakhir ada kelas Psilophytinae. Jujurly, paku-pakuan di kelas ini statusnya udah hampirr punah, gengs! Sebagian besar anggotanya cuma bisa kita lihat dalam bentuk fosil peninggalan zaman purba. Tapi tenang, masih ada sisa-sisa spesiesnya yang hidup di daerah tropis dan subtropis, yaitu Psilotum.

Berdasarkan ciri paku purba ini, mereka nggak punya akar dan daun sejati (kalau ada pun ukurannya kecil banget). Batangnya mendatar yang disebut rizom. Contoh spesies langka yang masih bertahan sampai sekarang adalah Psilotum nudum.