Lewati ke konten

Pantun Agama dalam Pantun Indonesia

1. Pantun Melayu

Tingkap papan kayu persegi
Riga-riga di pulau angsa
Indah tampan sebab budi
Tingga bangsa sebab bahasa
Pantun ialah warisan budaya melayu. Yang biasa digunakan dalam upacara adat mereka. Pantun pertama kali muncul dari sebuah etika berbahasa. Dalam budaya melayu dalam menyampaikan gagasan atau pokok tujuan pembicaraan tak boleh langsung, melainkan harus berirama dan agak meliuk ke sana kemari sehingga orang nan diajak bicara tak merasa tersinggung dalam menerima nasihat atau tujuan pembicaraan kita.
Ini ialah warisan budaya feodal nan memang mengakar pada rakyat nusantara bahwa rakyat kecil tak boleh bicara langsung pada pokok tujuan ketika berbicara dengan para bangsawan. Hal itu dianggap tak sopan. Tetapi, dengan adanya pantun nan menyelipkan sampiran sebelum isi saat berbicara, itu dianggap beradab.
Pembicaraan dalam pantun niscaya memiliki makna tersirat, tak verbal seperti budaya barat. Jadi seseorang nan diajak bicara harus paham setiap makna nan implisit dalam setiap kalimat. Mungkin inilah nan disebut dengan budaya timur nan tertutup, hingga dalam berbicara pun harus ngalor-ngidul dulu ke mana-mana.
Oleh sebab itu orang timur itu cenderung lebih hipokrit daripada orang barat. Kita harus mengakuinya bahwa orang timur itu hipokrit sebab bagaimana pun kita dibentuk oleh budaya semacam itu. nan harus selalu menyembunyikan sandi sebagai makna ajaran.
Salah satu contoh ajarannya ialah pantun, nan menyindir melalui perumpamaan benda lain dalam menyampaikan gagasan atau ide atau kritikan. Dalam sampiran kita selipkan metafora alam dan dalam isi kita untuk eufimisme bahasa. Sehingga orang nan dikritik atau dinasehati tak merasa tersinggung dan sadar dengan sendirinya.
Lain hanya dengan budaya barat nan lebih terbuka dan verbal ketika tak suka maka ungkapkan dengan bahasa tak suka sehingga orang tersebut sadar bahwa dirinya tak disukai. Namun, dalam budaya timur ketika punya rasa tak suka maka ungkapkan dengan bahasa metafora agar orang tersebut mempunyai pencerahan sendiri akan tindakannya.

2. Contoh Pantun Nasihat

Kemumu di dalam semak
Ditaruh melayang selaranya
Meski ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya
Pantun di atas dapat merupakan pantun nasihat sekaligus pantun agama sebab nasihat nan diberikan di dalamnya mengandung unsur religiusitas masyarakat Indonesia nan mengedepankan sisi keagamaan atau tata cara bersembahyang dengan melakukan ibadah sinkron nan diperintahkan oleh agama.
Dalam pantun tersebut dijelaskan bahwa ilmu pengetahuan memang sesuatu hal nan penting. Akan tetapi, jika dijalankan tanpa berlandaskan pada hukum agama, maka hal itu tak memiliki kegunaan bagi orang nan mengamalkannya.
Sementara itu, masyarakat modern zaman sekarang kebanyakan hanya mengambil kegunaan ilmu pengetahuan tanpa dilandasi dengan hukum agama sehingga pengetahuan dapat mengacaukan kehidupan itu sendiri.

3. Pantun Agama dalam Pantun Indonesia

Jenis pantun selanjutnya nan sudah dijealskan sedikit di atas ialah pantun agaman, yakni pantun nan bertujuan buat membawa sistem keagamaan dalam kerangka pantunnya. Misalnya saja, pantun agama nan sering kita temui berikut ini.
Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa
Daun terap di atas dulang
Anak udang wafat dituba
Dalam kitab ada terlarang
Yang haram jangan dicoba
Bunga kenanga di atas kubur
Pucuk sari pandan Jawa
Apa guna arogan dan takabur
Rusak hati badan binasa
Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat dipintu kubur
Teringat badan tak sembahyang
Pantun tersebut merupakan cara nan khas buat mengajak umat manusia dalam menjalankan ibadahnya. Di lain pihak, pantun tersebut tak hanya mengajak pembaca atau pendengar buat melakukan ibadah, tapi juga memberikan pesan moral nan seyogyanya diamalkan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Pantun jenis ini merupakan pantun nan juga memperkaya kebudayaan pantun Indonesia sebab mengandung unsur-unsur instrinsik serta ekstrinsik nan bermanfaat bagi masyarakat pembaca dan pendengarnya.

4. Pantun Kahwin dalam Kebudayaan Indonesia

Jenis pantun selanjutnya nan berada di nusantara ialah pantun kahwin, yakni pantun dalam bahasa Melayu nan biasa digunakan saat upacara adat atau pernikahan. Pantun ini biasanya digunakan oleh masyarakat Melayu buat mengiringi pengantin sebelum disahkan.
Tema nan diangkat dalam pantun jenis ini ialah seputar pernikahan, mengenai alasan pengantin pria mau mengawini pengantin wanita, dan hal lain nan berhubungan dengan upacara pernikahan.
Berikut ialah contoh pantun kahwin nan biasanya digunakan oleh masyarakat Melayu saat upacara pernikahan.
Nak kata dah kahwin
Rasanya tidak katu lagi
Bila ditanya kapan kawin
Jawabannya tidak tau lagi
Pergi ke hulu membawa canal
Menambang timah penuh sarat
Kalau dahulu tak kenal
Sekarang pacaran semakin erat
Garam di bahari asam di darat
Dalam kuali dimasak jua
Hati terpaut janji diikat
Dalam pelaminan berjumpa jua
Tunduk segala rakyat jelata
Memberi takzim raja gahari
Raja rupawan di atas takta
Duduk memerintah barang sehari
Pergi ke gunung mencari kunang-kunang
Selalu terkenang pada nan satu
Mula berkenalan kemudian bertunang
Di atas pelaminan kita bersatu
Panas kering siapakan tahu
Hujan rintik di daun pandan
Berjalan seiring bersentuh bahu
Sama cantik sama padan
Bebek jawa dibuat gulai
Dibungkusnya pakai belacu
Riang gembira kedua mempelai
Semoga kekal sampai anak cucu
Tuan puteri tersenyum-senyum
Melihat laksamana bermain rodat
Senyum-senyum jangan tidak senyum
Sudah paripurna segala adat
Si anak dara memakai lokek
Lokek tersangkut di hujung julai
Untuk majlis membelah kek
Jemput bangun kedua mempelai
Pergi berjanji di pekan buyuh
Beli sekati ikan senohong
Sudah berjanji bersetia teguh
Jangan dimungkiri bercakap bohong
Bunga Melati di hujung dahan
Disunting dara dengan cermat
Suami isteri berkasih-kasihan
Seperti nabi kasihkan umat
...
Pantun ini juga sekarang masih digunakan oleh masyarakat Betawi buat menyakralkan perkawinan nan dilakukan oleh masyarakat mereka. Pantun berbalas pantun menjadi salah satu suguhan menarik sekaligus bermanfaat buat kedua mempelai.
Pantun berbalas juga biasanya dilakukan di halaman rumah atau selasar pada saat upacara pernikahan akan dilangsungkan. Jika pantun dapat diterima, maka pengantin pria pun boleh memasuki rumah pengantin wanita.
Sama seperti pantun Indonesia lainnya, pantun ini juga dibuat bukan semata-mata buat menghibur kedua keluarga mempelai, melainkan buat memberikan pesan moral bagi kedua mempelai nan nantinya akan membina interaksi rumah tangga.
Dengan demikian, setiap pantun bukan semata-mata hiburan belaka, melainkan pesan moral nan disuguhkan dengan cara nan khas dan unik agar masyarakat tak mudah melupakan pesan moral tersebut.

Artikel Lain di Puisi

  • Cinta Sejati Tak Sekadar Belajar Berbagi

    Pada saat seorang sahabat dekatnya akan mengakhiri masa lajangnya, tidak banyak kata nan disampaikan. Ia hanya bilang pada sahabatnya, bersiaplah buat kehilangan setengah hak Anda ketika memutuskan buat membina rumah tangga....

  • Sayap - Sayap Patah

    Kahlil Gibran seorang penyair abadi sepanjang masa. Bahkan bukan hanya penyair, namun juga seorang pengarang, artis serta penyair. Puisi Kahlil Gibran Sayap Sayap Patah ialah salah satu bukti hasil karyanya nan legendaris....

  • Kata-Kata Puisi - Menggugah Sekaligus Mendidik

    Pernahkah anda benar-benar memahami kata-kata puisi? Puisi ialah satu hasil karya seni ini sepertinya tak pernah lepas dari kehidupan kita. Secara sadar ataupun tak sadar, sepertinya tak ada manusia nan tak atau belum pernah...

  • Puisi tentang Ibu: Bikin Hati Meleleh dengan Kata‑Kata Kekinian

    Kalau mau ngungkapin puisi tentang ibu yang real dan nyeleneh , jangan ragu buat nulis dari hati. Puisi ini bukan cuma sekadar rangkaian kata, tapi ungkapan cinta untuk ibu yang bisa bikin dia tersenyum lebar, bahkan sampai...

  • Tentukan Tema

    Puisi Ibu guru dan Bapak guru bisa menjadi inspirasi tema dalam puisi. Guru, ialah seorang pendidik atau pengajar di sekolah, guru dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Tanpa kenal lelah, ia mendidik dan mengajarkan...

  • Puisi Islam buat Orangtua

    Puisi Islam ialah puisi nan berhiaskan perbedaan makna keagamaan di dalamnya. Perbedaan makna keagamaan dalam puisi Islam ini bisa berupa aktualisasi diri doa, penyebutan nama Allah dan nabi-nabi-Nya, dan bisa juga berupa...

  • Pantun Agama: Cinta kepada Nabi

    Pantun itu banyak jenisnya. Pantun agama merupakan salah satu genre dari berbagai jenis pantun nan ada, seperti pantun jenaka, pantun remaja, pantun teka-teki, dan lainnya sebagainya. Pantun merupakan bagian dari kesusastraan...

  • Kumpulan Puisi buat Sahabat

    Kita niscaya memiliki sahabat. Sahabat ialah loka buat saling berbagi, saling peduli, saling menyayangi, berbagi kisah dan cerita, di segala situasi. Tidak dapat dibayangkan bila tak ada sahabat dalam hayati kita. Dalam rangkaian...

  • Contoh Puisi buat Guru bagi Pemula

    Bagi adik-adik nan masih duduk di bangku sekolah tentu tak asing dengan cuplikan bait lagu Berikut. Aku jadi pintar Menulis dan membaca Karena siapa? Aku jadi pandai Berhitung dan berdoa Karena siapa? Guru bak pelita Penerang...

  • Ngulik puisi Kahlil Gibran: Cinta, Waktu, & Spiritualitas yang Bikin Kamu Terinspirasi

    Hai geng! Pernah denger puisi Kahlil Gibran yang bikin hati meleleh? Beliau tuh penyair asal Lebanon yang karya-karyanya masih hits banget sampe sekarang. Bahasa yang dipake simpel, tapi maknanya dalem, jadi gampang nyantol...