Daftar Pondok Pesantren di Jombang
Universitas nan mempunyai keunggulan tak hanya ada di kota besar saja, tetapi di kota kecil seperti Jombang pun juga ada dengan nama Universitas Jombang . Meskipun tentunya tak setenar universitas-universitas nan sudah punya nama baik di masyarakat.
Kehadiran universitas nan bonafit dan mampu mencetak sumber daya manusia memang sangat membantu. Buktinya Universitas Jombang nan berjamuran di kota itu selalu laris manis oleh calon mahasiswa.
Pasalnya mereka memilih kuliah di universitas lokal sebab lebih dekat dengan rumah dan keluarga , serta dapat menghemat biaya. Karena calon mahasiswa tak harus mengeluarkan biaya kost, tetapi sudah mendapatkan ilmu nan cukup baik.
Berikut ini ialah beberapa daftar universitas dan perguruan tinggi nan ada di Kota Jombang, serta sedikit profil tentang sejarah berdirinya universitas atau perguruan tinggi tersebut.
Universitas Jombang
1. Universitas Darul Ulum (Undar)
Universitas ini ada di desa Rejoso, daerah Peterongan Jombang. Undar berdiri sejak tanggal 18 September 1965 dan pertama kali didirikan oleh DR. K.H. Musta’in Romly.
Mungkin di Jombang terkenal dengan kota beriman dan memang di sini juga banyak terdapat pondok pesantren. Salah satunya, yakni pondok pesantren Darul Ulum nan juga melahirkan sekolah-sekolah dan univeristas, seperti Undar tersebut.
Pertama kali Undar diresmikan oleh Jenderal Dr. A. H. Nasuition. Undar juga mempunyai jargon berotak London dan berdada Masjidil Harom nan artinya pemikiran boleh mengikuti atau belajar dari barat, tetapi hati harus tetap beriman.
Undar beralamat di Jalan Presiden KH. Abdurahman Wachid No. 29A, Jombang. Universitas ini mempunyai beberapa fakultas, yakni Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Agama Islam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Psikologi, dan Program Pasca Sarjana.
Undar didirikan oleh sebuah yayasan Universitas Darul Ulum dan saat itu fakultas nan pertama kali dibuka masih Fakultas Hukum. Sebenarnya universitas ini tercipta sebab turut campurnya para pengurus pondok pesantren Darul Ulum nan peduli dengan pendidikan, sehingga semua alumni, pejabat pemerintah, dan wali santri, serta tokoh masyarakat setempat bergotong royong buat mewujudkan universitas ini.
Sejak berdirinya pada tahun 1965, Undar sudah sudah lima kali berganti rektor dan salah satu rektor nan pernah menjabat, yakni DR. KH. Abdurrahman Wahid atau nan kita sapa akrab dengan Gus Dur.
2. Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu)
Mungkin satu-satunya Universitas Jombang nan menyematkan nama universitas pesantren ialah Unipdu ini, karena rata-rata universitas nan berdiri tak menggunakan kata "pesantren".
Terlepas dari nama, Unipdu baru berdiri pada tahun 2001 dan secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI Dr. HM Hamzah Haz, tepatnya pada tanggal 9 september 2001 dan disaksikan oleh seluruh Kyai, serta sesepuh ponpes Darul Ulum.
Unipdu ini sebenarnya berasal dari beberapa pendidikan tinggi nan bergabung menjadi satu, yaitu Akademi Perawat (AKPER), Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA), dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI).
Ketiganya merupakan forum pendidikan nan bernaung dan dikelola oleh Yayasan Pesantren Tinggi Darul ulum Jombang . Univeristas ini juga menjadi satu-satunya universitas nan berada di tengah pesantren, letak kampusnya berada di daerah Peterongan Jombang.
Meskipun baru berdiri sekitar 12 tahun, namun universitas ini sudah memiliki fasilitas nan nisbi bagus, termasuk dalam pengembangan studinya dan upaya peningkatan SDM nan ada.
Sejauh ini, sudah terdapat tujuh fakultas nan berjalan, yakni Fakultas Agama Islam, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik, Fakultas Bahasa dan Sastra, Fakultas MIPA, dan Fakultas Ilmu Kesehatan.
Selain itu, di Unipdu juga terdapat juga pusat studi dari berbagai ilmu, seperti pusat studi bahasa, pusat studi Al-Qur’an, pusat studi komputer, dan pusat studi wanita (PSW).
Melalui pusat-pusat studi ini, maka mahasiswa diajak buat lebih mengembangkan talenta mereka dan mencurahkan ide-ide kreatifnya. Mahasiswa juga diajarakn buat berorganisasi nan nantinya juga sangat dibutuhkan dalam global kerja.
Bahkan kabar terakhir meskipun universitas ini berasal dari pesantren, tetapi buat studinya juga merambah dari ke negara lain sebab baru-baru ini Unipdu juga mendapat kunjungan dari Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya.
3. Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan Pendidikan (STIKIP PGRI)
Sekolah ini didirikan sejak tahun 1976 nan sebelumnya digagas oleh para pendiri yayasan pada tahun 1975 dan tak kalah bagus dengan universitas di Jombang nan lain. Kini kampus STIKIP PGRI bertempat di Jalan Pattimura III/20 (kampus utama) Kabupaten Jombang.
Awalnya STIKIP PGRI Jombang hanya membuka dua jurusan, namun seiring berjalannya waktu kini sudah berkembang dan dibuka enam program studi, di antaranya ialah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Ekonomi , Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Pendidikan Matematika, serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Semua jurusan sudah memiliki status terakreditasi, bahkan kabarnya buat memajukan pendididikan di kampus ini, maka akan segera dibuka Program Pascasarjana. Namun, saat ini masih menunggu proses pengajuan ijin operasional pada pihak terkait, seperti Ditjen Dikti.
Daftar Pondok Pesantren di Jombang
Kabupaten Jombang memang kini sudah memiliki sekolah atau univeritas nan cukup bagus. Tetapi, sebaiknya Anda juga perlu menyimak info berikut ini sebab di Jombang juga banyak terdapat pondok pesantren nan bonafit.
Seandainya Anda atau saudara Anda ada nan menempuh pendidikan di universitas di Jombang mungkin dapat sekalian menambah ilmu agama dengan cara masuk ke salah satu pondok pesantren tersebut. Berikut ini ialah beberapa pondok pesantren nan ada di Kabupaten Jombang.
1. Pondok Pesantren Tebu Ireng
Pondok pesantren ini namanya sudah tersohor di seluruh Kabupaten Jombang dan Indonesia. Sebab sumbangan-sumbangan buat pengembangan pendidikan moral bagi seluruh masyarakat terutama dalam bidang pendidikan Islam telah terbukti.
Sebab selain belajar tentang materi pembelajaran agama Islam, Ilmu Syariat, dan Bahasa Arab, di pondok ini juga diberikan materi pelajaran generik nan telah disesuaikan.
Pondok Pesantren Tebu Ireng juga menjadi salah satu pondok pesantren terbesar di Jawa Timur. Pondok Pesantren tebu Ireng didirikan pada tahun 1899 oleh KH. Hasyim Asy’arie. Kini Pondok Pesantren Tebu Ireng ada di bawah naungan KH. Sholahuddin Wahid nan memimpin sejak tahun 2006.
Banyaknya perubahan dalam bidang pendidikan membuat pesantren ini juga mencoba buat mengikuti perkembangan, namun tak meninggalkan adat budaya leluhur.
Salah satunya dengan memasukkannya pelajaran generik dalam struktur pembelajaran di pesantren sejak tahun 1929. Padahal kala itu tak ada satu pun pondok pesantren nan memasukkan pelajaran generik sebab dianggap sebagai tindakan kemunkaran nan berasal dari budaya Belanda dan lain-lain, sehingga memunculkan berbagai reaksi dari para santri dan ulama.
Tetapi, pada akhirnya pondok pesantren ini terus berjalan meski ada penolakan di sana sini dan akhirnya memang semua tahu bahwa pendidikan generik memang diperlukan oleh semua orang nan juga lulusna pesantren.
2. Pondok Pesantren Bahrul Ulum
Pondok Pesantren Bahrul Ulum sebenarnya berdiri sejak tahun 1838 oleh KH. Abus Salam, namun awalnya hanya sebuah organisasi keagamaan saja. Barulah secara resmi pada tahun 1967 berubah nama secara resmi menjadi Pesantren.
Kini paras pesantren Bahrul Ulum juga mengalami banyak perubahan, salah satunya dengan memasukkan pendidikan formal nan mengacu pada kurikulum departemen agama dan dinas pendidikan.
Sedangkan buat pendidikan non formal juga diberikan buat para santri dan mengacu pada anggaran dinas pendidikan. Mungkin ketika belajar di pesantren kita bingung mengapa banyak sekali nan harus dipelajari.
Dalam pendidikan pesantren, meskipun pendidikan formal memiliki jadwal nan padat, tetapi buat soal pengajian dan pendidikan kitab salaf ialah nan utama. Sementara itu, sistem pendidikan nan tergolong tradisional seperti sorongan, wekton, bandongan, takror, tahfidh, takhassus, dan tadarus juga masih dipertahankan sebagai budaya warisan leluhur.
Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler di luar kegiatan keagamaan juga ada di dalam pondok pesantren, misalnya pramuka, bela diri, tata boga, palang merah remaja, dan masih banyak lagi. Semoga informasi tersebut bisa bermanfaat bagi Anda nan akan melanjutkan sekolah ke universitas Jombang.