Hai kamu! Pernah denger tentang Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)? Kalau belum, siap‑siap deh, karena artikel ini bakal ngajak kamu ngulik kampus kedinasan yang super hip ini. Kita bakal bahas sejarahnya, jurusan yang ditawarin, sampai organisasi mahasiswa yang bikin hidup kampus makin seru. Yuk, langsung aja!
1. Organisasi Mahasiswa yang Bikin Hidup Kampus Lebih Woke
Di STIS, mahasiswa gak cuma belajar di kelas, tapi juga aktif di berbagai UKM dan organisasi. Ada IMASTIS (Ikatan Mahasiswa STIS) yang jadi wadah utama buat ngembangin soft skill dan networking. Selain itu, ada UKM-UKM keren kayak:
- ROHIS: UKM yang nyebarin nilai‑nilai keislaman dengan cara santai dan ramah.
- ROHKRIS: Tempat mahasiswa Kristen (Katolik & Protestan) kumpul, diskusi, dan beribadah.
- KOPMA STIS: Badan usaha mahasiswa yang ngelola kebutuhan kampus sekaligus sumber dana kegiatan.
- UKES: UKM Kesenian yang ngasih ruang buat kamu yang suka seni tradisional atau modern.
- Cheby: UKM pecinta alam, perfect buat yang suka hiking atau camping.
- UKM BIMBEL: Tempat belajar bareng, baik buat mahasiswa STIS maupun siswa‑siswi dari luar.
- UKM SES (Statistician English Society): Biar skill bahasa Inggrismu makin tajam, khususnya di bidang statistik.
Semua organisasi ini bantu kamu jadi pribadi yang well‑rounded dan siap bersaing di dunia kerja.
2. Visi & Misi Sekolah Tinggi Ilmu Statistik
Visi: Jadi kampus kedinasan terdepan yang mengembangkan dan menyebarkan ilmu statistika serta komputasi statistik, menghasilkan lulusan yang siap pakai buat BPS maupun institusi lain.
Misi:
- Menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi lewat pendidikan profesional.
- Menghasilkan tenaga ahli di bidang statistika dan komputasi statistik yang berkualitas.
- Menyediakan fasilitas belajar dengan konsentrasi ekonomi, sosial‑kependudukan, dan teknologi informasi.
- Melakukan riset berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pengetahuan.
- Berperan aktif sebagai pusat pengembangan profesional di bidang statistika dan komputasi statistik.
3. Program Studi: Pilihan Jurusan yang Bikin Kamu Jago Data
STIS menawarkan dua jurusan utama di jenjang D‑IV (Diploma IV):
- Jurusan Statistika: Fokus pada analisis data ekonomi, sosial, dan demografi. Ada dua peminatan:
- Statistika Ekonomi: Belajar statistik terapan di bidang ekonomi, mulai dari harga, PDRB, sampai indikator ekonomi lainnya.
- Statistika Sosial & Kependudukan: Mengulik data sosial, kependudukan, dan demografi untuk laporan dan kebijakan.
- Jurusan Komputasi Statistik: Mengajarkan teknik pengolahan data, pembuatan program, serta pembangunan sistem informasi statistik seperti basis data, jaringan, dan diseminasi data.
Setiap jurusan menuntut beban studi sekitar 140‑160 SKS, jadi siap‑siap kerja keras, tapi hasilnya bakal bikin kamu jadi data wizard yang dicari perusahaan.
4. Sejarah Singkat Sekolah Tinggi Ilmu Statistik
Awalnya, lembaga ini berdiri sebagai Akademi Ilmu Statistik (AIS) pada tahun 1958 lewat Surat Keputusan Perdana Menteri Ir. H. Djuanda No. 377/PM/1958. Pada 1964, Badan Pusat Statistik (BPS) buka Perguruan Tinggi Ilmu Statistik (PTIS) dengan dukungan dari Liga Bangsa‑Bangsa (PBB). Sayangnya, pada 1965 donasi PBB dihentikan karena Indonesia keluar dari organisasi tersebut, dan PTIS sempat ditutup.
Namun, semangat belajar terus berlanjut. Pada 1995‑1996, AIS naik ke jenjang D‑III, lalu pada 1997 Ditjen Dikti izinin BPS selenggarakan program D‑IV. Keputusan Presiden No. 163/1998 resmi menempatkan STIS di bawah naungan BPS, menjadikannya kampus kedinasan yang kita kenal sekarang.
5. Dosen‑Dosen Keren di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik
Dosen di STIS kebanyakan alumni AIS/STIS, sekaligus profesional dari Badan Pusat Statistik, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, serta lembaga pemerintah lain. Kebanyakan mereka bergelar S2 atau S3, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, jadi kamu bakal dapet ilmu yang up‑to‑date dan aplikatif.
6. Prestasi Mahasiswa yang Bikin Bangga
Mahasiswa STIS memang ga main‑main soal kompetisi. Berikut beberapa prestasi yang pernah diraih:
- Juara I Lomba Statistika Ria di IPB (2008 & 2009).
- Emas terbanyak di Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) AIM‑AKIP (2008).
- Juara Generik Paduan Suara Rohani di STPDN (2008).
- Stand Terfavorit tiga tahun berturut‑turut di PTK Expo.
- Juara III Kejurnas Bridge di Gorontalo (2009) & Juara I di Riau (2009).
- Penghargaan Menkominfo untuk software "Zaitun Time Series" (2009).
Prestasi ini buktiin kalau lulusan STIS siap bersaing di level nasional maupun internasional.