Bikin daftar pustaka keren: Panduan praktis biar tulisanmu ngebut
Daftar Isi
Cara Nulis Daftar Pustaka Sesuai Aturan
Oke, kamu yang lagi ngerjain skripsi atau tugas akhir, jangan panik dulu! Nulis daftar pustaka itu simpel asal tau triknya. Pertama‑tama, pakai spasi tunggal, terus kasih jeda dua spasi antar sumber. Urutkan semua berdasarkan abjad nama belakang penulis pertama. Kalau ada nama Arab kaya a/ atau ibn, atau nama Belanda kaya van, abaikan dulu deh buat urutan abjad.
Contohnya, kalau ada dua buku dari Beliau yang sama, taruh yang terbit dulu dulu, baru yang terbit belakangan. Jadi urutannya jadi rapi kayak antrean di kantin.
Kenapa Daftar Pustaka Penting Banget?
Gak cuma buat nunjukkin format penulisan daftar pustaka yang bener, daftar pustaka juga jadi bukti kalo kamu ngasih penghargaan ke karya orang lain. Tanpa itu, tulisanmu bisa dianggap plagiat, dan itu jelas nggak keren. Dengan nyantumin sumber, pembaca bisa cek langsung asal‑usul informasi, jadi tulisanmu makin kredibel.
Contoh Format Buku & Artikel yang Bikin Pusing
Berikut contoh singkat yang bisa kamu copas (tapi tetep ubah sesuai kebutuhan):
- Buku: Penulis. Tahun terbit. Judul buku. Kota terbit: Penerbit.
- Buku Terjemahan: Penulis asli. Tahun terbit terjemahan. Judul terjemahan. Diterjemahkan oleh: Nama penerjemah. Kota: Penerbit terjemahan.
- Artikel Jurnal: Penulis. Tahun. "Judul artikel". Nama Jurnal, volume(no), halaman.
- Artikel Online: Penulis. Tahun. "Judul artikel". Nama Situs. Diakses tanggal..., URL.
Ingat, contoh penulisan daftar pustaka ini cuma patokan umum. Sesuaikan sama style yang diminta, misalnya APA, MLA, atau Chicago.
Tips Biar Gak Salah Umur
1. Jangan pakai sumber yang gak jelas penulisnya. Kalau memang anonim, tulis "anonim".
2. Selalu cek kembali tanda baca: titik setelah nama penulis, tahun, judul, dan penerbit. Koma cuma dipakai di antara nama penulis dan inisial.
3. Baris pertama rata kiri, baris selanjutnya diindentasi (menjorok ke dalam).
4. Kalau ada dua penulis, balik cuma nama penulis pertama aja, contoh: Saryono, Djoko dan Wahyudi, Siswanto.
5. Lebih dari dua penulis? Pakai "dkk." setelah penulis pertama.
Catatan Krusial Penulisan Nama
Nama lebih dari satu kata: Balik urutan jadi Nama Belakang, Nama Depan. Contoh, "Muhammad Habibie" jadi "Habibie, Muhammad".
Nama dengan inisial: Tulis inisialnya pakai titik, misal "William A.I." jadi "William, A.I.".
Nama pakai hubung: Jaga tetap bersatu, contoh "Ahmad Al‑Ghazali" jadi "Al‑Ghazali, Ahmad".
Penulis dua orang: Balik cuma satu, contoh "Saryono, Djoko dan Wahyudi Siswanto".
Penulis tiga orang ke atas: Tulis satu nama dulu, terus "dkk.", contoh "Laksono, Kisyani dkk.".
Gelar: Jangan cantumkan gelar di belakang nama dalam daftar pustaka.
Penulis tak diketahui: Pakai "anonim".
Hal-hal yang Sering Kelupaan
Kalau kamu nyantumin hasil seminar atau hasil wawancara, pastiin ada judul, tahun, dan tempat acara. Untuk wawancara, tambahin kata "interview" setelah nama pembicara, contohnya: "Sudrajat, Ahmad interview. 2012. 'Interview of Bandeng History'. Jl. Mertapada 20."
Gitu deh, semoga daftar pustaka kamu jadi makin kece dan bebas error. Selamat nulis, dan jangan lupa cek lagi sebelum submit ya!