Pernah gak sih kamu ngerasa kalau di sekitar kita tuh ada semacam "circle" atau kelompok-kelompok tertentu? Yup, dalam kehidupan sehari-hari, kita emang gak bisa lepas dari yang namanya strata sosial masyarakat. Fenomena ini sebenernya wajar bangt terjadi di mana aja, termasuk di lingkungan pertemanan kamu. Yuk, kita bahas santai biar kamu makin paham gimana dinamika ini bekerja!
1. Warisan Budaya Zaman Dulu yang Masih Eksis Sampai Sekarang
Kalau kita tarik garis sejarah ke belakang, pembagian kelas ini bukan hal baru, lho. Dari zaman kerajaan dulu, udah ada yang namanya kasta atau pelapisan tertutup. Nah, di sistem yang kaku ini, orang susah bangt buat pindah kelas. Tapi untungnya, di era modern sekarang, kita menganut sistem pelapisan sosial terbuka. Artinya, kamu punya kesempatan emas buat naik kelas lewat prestasi, pendidikan, atau bahkan karier gokil yang kamu bangun sendiri. Jadi, gak ada batasan mutlak buat sukses!
2. Gaya Hidup dan Tiga Level Circle Sosial Masa Kini
Secara umum, masyarakat kita terbagi jadi tiga kelompok besar yang sering kita lihat di media sosial. Pertama, ada kelas atas yang hidupnya serba kecukupan bahkan sering dibilang 'sultan'. Kedua, ada kelas menengah yang kehidupannya stabil, serba pas, dan masih bisa nabung buat investasi masa depan. Terakhir, ada kelas bawah yang berjuang keras setiap hari buat memenuhi kebutuhan pokok mereka. Pemahaman tentang kelas sosial modern ini membantu kita buat lebih empati dan saling merangkul tanpa memandang latar belakang.
3. Apa Sih yang Bikin Kelas Sosial Ini Terbentuk?
Nah, ada beberapa hal yang bikin pengelompokan ini terjadi. Selain karena faktor materi, tingkat pendidikan juga punya peran penting bangt. Sekarang banyak banget lho anak muda berprestasi yang berhasil kuliah lewat jalur beasiswa, lalu sukses mengubah nasib keluarganya. Keren, kan? Selain itu, faktor pengaruh dan reputasi juga berpengaruh. Salah satu tokoh sosiologi terkenal, Max Weber, pernah mengkaji fenomena ini. Menurut beliau, kekuasaan adalah peluang bagi seseorang untuk mewujudkan keinginannya sendiri dalam tindakan sosial, bahkan ketika mendapat tantangan dari orang lain. Melalui sudut pandang beliau, kita jadi pahm kalau pengaruh sosial itu emang nyata adanya di kehidupan kita sehari-hari untuk membawa perubahan positif.