Lewati ke konten

Upacara Keren di Jawa Barat yang Bikin Kamu Terpukau!

Hey kamu! Yuk, intip budaya Sunda yang masih eksis sampai sekarang. Dari ritual panen sampai pernikahan, semuanya punya vibe unik yang bikin hati hangat. Semua tokoh dalam upacara ini kita sebut beliau supaya terasa lebih hormat.

1. Upacara Pernikahan yang Bikin Baper

Setiap daerah di Jawa Barat punya tahapan upacara pernikahan yang beda-beda, tapi intinya tetap seru. Ada delapan fase penting yang biasanya dilakuin, mulai dari muka panto sampai nincak endog. Yuk, simak singkatnya!

a. Muka Panto

Awalnya, orang tua calon mempelai ngobrol soal rencana nikah. Di sini, pihak perempuan ngasih janji buat nyambungin dua keluarga. Semua dibahas dengan santai, biar beliau yang terlibat merasa nyaman.

b. Lamaran (Meminang)

Berbeda sama muka panto, di lamaran beliau bawa makanan dan cincin sebagai simbol. Di sinilah tanggal, waktu, dan lokasi resmi ditentuin.

c. Tunangan

Proses ini biasanya melibatkan pertukaran ikat pinggang berwarna pelangi, simbol kebersamaan. Semua orang bersorak, dan suasana jadi makin hidup.

d. Seserahan

Sebelum hari H, pihak laki‑laki bawa seserahan berupa uang, pakaian, dan barang lain ke rumah mempelai perempuan yang udah didekorasi cantik.

e. Ngeuyeuk Seureuh

Di fase ini, pangeuyeuk (pimpinan) ngasih nasihat sambil nyanyiin lagu tradisional. Ada juga ritual siraman beras supaya hidup pasangan selalu penuh rejeki.

f. Membuat Lungkun

Lungkun terbuat dari daun sirih yang disilang. Artinya, kalau dapat rejeki, harus dibagi‑bagi, bukan pelit.

g. Berebut Uang

Uang dilempar di bawah tikar, lalu kedua mempelai berlomba ngambil. Simbolnya, mereka harus terus berjuang cari penghasilan.

h. Prosesi Akad Nikah

Setelah semua tahapan selesai, baru masuk ke akad nikah resmi yang dihadiri keluarga, sahabat, dan kadang tetangga. Semua serba syukur, penuh doa, dan pastinya berkesan.

2. Upacara Seren Taun yang Bikin Syukur

Ritual ini digelar pas akhir musim panen. Nama seren taun berasal dari kata “seren” (serah) dan “taun” (tahun). Jadi, upacara ini artinya menyerahkan hasil panen tahun lalu ke tahun yang bakal datang.

Makna utamanya adalah mengucapkan terima kasih ke beliau yang Maha Esa atas panen yang melimpah. Dulu, upacara ini dipersembahkan buat dewi padi dalam kepercayaan Sunda kuno.

Wilayah yang masih rutin ngadain upacara seren taun antara lain Kuningan, Cisolok (Sukabumi), Bogor, Banten, dan beberapa area di Tasikmalaya.

3. Upacara Pesta Laut yang Bikin Meriah

Biasanya diadakan di daerah pesisir, kayak Pelabuhan Ratu (Sukabumi) dan Pantai Pangandaran (Ciamis). Perahu‑perahu yang biasanya dipake buat nangkep ikan dihias warna‑warna cerah, terus dibubuhi sesajen kepala kerbau yang dibungkus kain putih.

Ritual ini sebagai ucapan syukur sekaligus doa keselamatan supaya hasil tangkapan ikan tahun depan makin melimpah. Diadakan setahun sekali, pesta laut selalu rame, menarik wisatawan lokal dan mancanegara.

4. Upacara Sunatan (Sepitan) yang Ceria

Sunatan biasanya dilakuin pas anak laki‑laki bakal dikhitan. Upacara dimulai dari pagi sampai malam, lengkap dengan arak-arakan keliling kampung sambil diiringi musik tradisional kayak tanjidor (Bekasi), sisingaan (Subang), atau kuda renggong (Sumedang).

Saat prosesi khitan, disiapkan ayam jantan, petasan, dan tatabuhan (alat musik pukul). Ayam jantan disembelih, petasan dinyalain, dan tatabuhan dimainkan sambil nyanyian marhabaan. Setelah itu, tamu‑tamu datang, ngasih duit ke anak yang baru dikhitan, dan diakhiri dengan acara seni seperti wayang golek atau kacapian.

Makna upacara ini adalah menghibur anak yang baru dikhitan, menghilangkan rasa sakit, serta mengucapkan syukur dan doa keselamatan untuk masa depan beliau.

5. Upacara Tingkeban: Ritual Kehamilan yang Penuh Makna

Tingkeban dilakuin pas ibu hamil udah 7 bulan. Kata “tingkeban” artinya “tutup”, menandakan suami nggak boleh campur urusan ibu sampai 40 hari setelah melahirkan, dan ibu tidak boleh kerja berat lagi.

Prosesi dimulai dengan mandi ibu pakai air yang diambil dari 7 sumur, dicampur 7 jenis bunga, dan dibantu 7 orang kerabat. Selama mandi, ibu pakai kain batik 7 helai yang diganti‑ganti tiap kali air disiram.

Setelah penyir

Artikel Lain di Budaya