1. Kesepakatan ASEAN soal Polusi Asap Lintas Batas
Perjanjian yang disepakati pada 2002 ini jadi komitmen ASEAN buat ngurangin kabut asap yang mengganggu kesehatan dan visibilitas di seluruh wilayah. Dampaknya terasa bukan cuma di Indonesia, tapi juga di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei. Karena asap dari kebakaran hutan di Sumatra nyebar lewat angin, negara‑negara tetangga juga ngerasain efek negatifnya.
2. Perjanjian Cotonou di Kawasan Pasifik
Perjanjian Cotonou melibatkan Uni Eropa, negara‑negara ACP, dan beberapa negara lain. Ditandatangani di Benin pada Juni 2000, perjanjian ini mulai berlaku 2003 dan fokus pada pengurangan kemiskinan serta integrasi ekonomi negara‑negara ACP ke pasar global. Meski Kuba nggak tanda tangan, perjanjian ini tetap jadi contoh kolaborasi pembangunan yang keren.
3. Konvensi Cybercrime (Budapest) – Lawan Kejahatan Digital
Konvensi Cybercrime atau Budapest Convention adalah langkah pertama dunia buat atasi kejahatan siber. Dibuat bareng dewan Eropa di Strasbourg, dengan partisipasi Kanada, Jepang, dan Cina. Tujuannya nyatanya: selaraskan hukum nasional, tingkatkan teknik investigasi, dan perkuat kolaborasi antar negara. Fokusnya meliputi hak cipta, penipuan online, pornografi anak, dan keamanan jaringan.
4. Perjanjian Pengurangan Nuklir New Start
New Start (Strategic Arms Reduction Treaty) adalah contoh perjanjian internasional yang mengatur pengurangan senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia. Ditandatangani di Praha tanggal 8 April 2010, perjanjian ini mulai berlaku 5 Februari 2011 dan mengatur pengurangan peluncur rudal strategis hingga setengahnya. Ini lanjutan dari serangkaian perjanjian START sebelumnya.
5. ASEAN Free Trade Area (AFTA) – Boost Ekonomi Regional
AFTA merupakan perjanjian perdagangan internasional antara negara‑negara ASEAN yang bertujuan tingkatkan daya saing regional lewat penghapusan tarif dan hambatan non‑tarif. Ditandatangani 28 Januari 1992 di Singapura, awalnya melibatkan enam negara, kemudian ditambah Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja hingga total sepuluh anggota. Skema CEPT (Common Effective Preferential Tariff) bantu memperlancar arus barang dan investasi.
6. Perjanjian Sumber Daya Genetik Tanaman (PGRFA)
Perjanjian International Seed Treaty atau PGRFA mengatur konservasi, pertukaran, dan pemanfaatan genetik tanaman untuk ketahanan pangan global. Dijalankan selaras dengan Konvensi Keanekaragaman Hayati, perjanjian ini menjamin hak petani untuk mengakses benih secara adil, sekaligus mengatur pembagian laba yang adil dari penggunaan benih.
7. Piagam ASEAN – Dasar Konstitusi Regional
Piagam ASEAN diadopsi pada KTT ke‑13 tahun 2007, menjadi dokumen konstitusi resmi bagi ASEAN. Dibentuk lewat kerja sama 10 pemimpin negara anggota, piagam ini mengusulkan penghapusan kebijakan non‑intervensi dan pembentukan badan hak asasi manusia, memperkuat integrasi politik, ekonomi, dan sosial di Asia Tenggara.
Itulah beberapa contoh perjanjian internasional yang penting buat kamu ketahui. Semoga penjelasan ini bikin kamu makin paham dan tertarik ngulik dunia hukum internasional!