Lewati ke konten

Rahasia Hubungan Langgeng ala Tembang Asmaradana yang Bikin Baper

Pernah gak sih kamu ngerasa overthinking soal siapa jodoh kamu nanti? Nah, para sesepuh Jawa zaman dulu sebbenernya udah punya jawaban yang super adem soal ini. Beliau mengajarkan kalau urusan jodoh itu sudah ada plot twist indahnya dari Tuhan. Kalo emang udah ditakdirin bareng, sesulit apa pun rintangannya, pasti bakal bersatu juga di pelaminan.

1. Takdir Cinta dan Jodoh yang Tidak Akan Tertukar

Sebaliknya nih, menurut beliau, kalau emang gak jodoh, mau dipaksain kayak gimana pun ya gak bakal kejadian. Jadi, kamu gak perlu insecure atau buru-buru, karena ikatan suci ini gak bisa dibeli pake uang sebanyak apa pun. Nilai luhur ini pas banget buat direnungkan sama generasi kita sekarang biar gak gampang menyerah dalam nyari pasangan hidup.

2. Lirik Estetik Tembang Asmaradana Sebagai Panduan Hubungan

Bicara soal komitmen, ada satu karya seni yang legendaris banget namanya tembang Asmaradana. Karya estetik dari para leluhur ini menggambarkan makna pernikahan adat Jawa yang sakral tapi dikemas dengan vibes yang puitis banget. Penasaran sama liriknya? Yuk, kita kepoin bareng-bareng:

Gegamaning wong akrami, (Bekal dalam mengarungi bahtera rumah tangga)
Dudu brana dudu warna, (Bukan cuma memandang harta atau rupa fisik)
Amung Ati pawitane, (Melainkan ketulusan hati sebagai modal utamanya)
Luput pisan kena pisan, (Pernikahn itu sakral dan sekali untuk seumur hidup)
Yen gampang luwih gampang, (Kalau memang jodoh, jalannya bakal dimudahkan)
Yen angel, angel kelangkung, (Kalau belum jodoh, pasti rasanya sulit luar biasa)
Tan kena tinumbas arta. (Hubungan sejati gak akan pernah bisa dihargai dengan materi)

Dari lirik di atas, kelihatan bangeet kan kalau beliau mengedepankan ketulusan dibanding materi fisik semata? Dalam filosofi tembang Asmaradana, hati bukan cuma soal rasa cinta yang menggebu-gebu, tapi juga mencakup iman dan kesiapan mental. Jadi, sebelum memutuskan buat serius, pastikan kamu dan doi udah punya modal utama pernikahan yang satu ini ya!

Kerennya lagi, konsep hubungan yang dipegang oleh beliau adalah monogami sejati. Sekali seumur hidup! Di era gempuran istilah perselingkuhan sekarang, kesetiaan ala masyarakat Jawa ini beneran jadi oase yang menyegarkan. Bahkan banyak cerita tentang bagaimana beliau-beliau ini tetap memilih hidup sendiri dan menjaga memori indah pasangannya sampai akhir hayat ketika ditinggal wafat. Komitmen tingkat dewa yang patut kita jadikan teladan!

Artikel Lain di Budaya

  • Interdisiplin dalam Pemahaman Ilmu Budaya Dasar

    Ilmu budaya dasar muncul sebagai hasil dari obrolan dan konvergensi antara teori evolusi atau kompleksitas (terutama di bidang ekonomi evolusioner) dan studi tentang perubahan dalam interaksi manusia melalui penelusuran bukti...

  • Gerakan Barongsai

    Cina ialah negeri seribu budaya. Salah satu budaya Cina nan masuk ke Indonesia ialah barongsai. Kebudayaan Cina telah menjadi salah satu karakteristik khas negeri tembok besar itu. Barongsai merupakan kebudayaan nan terdiri...

  • Budaya Asing dari China - Proses Foot Binding

    Sebutan budaya asing tentu saja diberikan pada budaya nan berasal dari negara lain. Dari negara nan bukan Indonesia. Pada kenyataannya, budaya asing dan budaya Indonesia tak sepenuhnya sama. Dua kebudayaan itu memiliki disparitas...

  • Keris-keris Pusaka Legendaris

    Keris pusaka ialah sebuah istilah nan diberikan pada senjata khas salah satu suku bangsa nan ada di Indonesia. Sebagai salah satu warisan budaya orisinil Indonesia, sudah seharusnya kita mengenal, mencintai, dan melestarikan...

  • Serunya Jelajah Ukiran Nusantara: Dari Jepara Sampai Asmat, Bikin Ruangan Lo Lebih Keren

    Yo, geng! Kalian pasti udah tau kan kalau ukiran kayu Jepara itu udah jadi ikon seni tradisional yang bikin furnitur jadi lebih hype . Tapi tau gak, selain Jepara, ada banyak daerah lain di Indo yang punya ukiran unik dengan...

  • Situs Era Megalitikum

    Situs . Daerah temuan benda-benda purbakala nan dikenal dengan nama situs, banyak sekali ditemukan di Indonesia. Ini dikarenakan diduga orang-orang purbakala banyak tinggal di daerah Indonesia dan mereka berpindah-pindah...

  • Kejujuran Benar-benar Membawa Keindahan

    Banyak sifat nan selalu inheren dengan diri manusia, mulai dari nan kurang baik hingga nan patut ditiru. Salah satunya nan harus selalu dimiliki oleh setiap manusia ialah sifat jujur. Sifat inilah nan akan membawa manusia...

  • Ramalan Jodoh Jawa - Mitos Tentang Geyeng

    Menentukan jodoh dalam budaya Jawa, ialah sebuah perkara nan gampang-gampang susah. Mengapa demikian? Hal ini terkait dengan banyaknya hal-hal nan menyertainya. Selain masalah bobot, bibit dan bebet masih ada satu lagi nan...

  • Implementasi Budaya dalam Bentuk Tarian

    Sebagaimana nan bisa dipahami saat membaca karangan Prof. Dr. Arkanudin, “Kebudayaan Dayak Dulu dan Sekarang”. Apa nan terbaca ialah suku Dayak merupakan inti dari kebudayaan Kalimantan Tengah , dan berdiri sendiri...

  • Asal Usul Sejarah Tari topeng

    Mengenal berbagai corak dan ragam budaya bangsa Indonesia sebagai hal nan membanggakan. Merasa cinta budaya serta menghargai seni budaya orisinil melalui busana tari topeng Betawi . Tari topeng Betawi sendiri merupakan pertunjukkan...