Portal Informasi Gaya Hidup Sehat, Edukasi Nutrisi, dan Tips Praktis Sehari-hari.

Jejak keren dewa 19: Dari awal bikin pop rock sampai legenda musik indonesia

Hey kamu! Siap-siap deh nyelam ke dunia musik Indonesia yang penuh warna bareng Dewa 19. Band legendaris ini udah ngebentuk soundscape pop‑rock yang masih nge‑hit di telinga generasi muda. Yuk, kita kulik perjalanan serunya, sambil santai ngobrol kayak nongkrong di kafe.

Era 2000‑Ke‑Depan: Kebangkitan & Transformasi

Masuk tahun 2000, Dewa 19 kembali bangkit dengan nama simpel Dewa. Pada fase ini, Once masuk sebagai vokalis utama, dibarengi drumer Tyo Nugros yang punya background rock. Album Bintang Lima jadi tonggak kebangkitan, nge‑hit dengan lagu‑lagu kayak Dua Sejoli, Selebaran Hati, dan Lagu Cinta. Kalian pasti udah pernah denger melodi‑melodi itu di playlist nostalgia, kan?

Setelah Once dan Tyo meluncur, Erwin kembali gabung, memperkuat fondasi bass yang selalu solid. Album Cintailah Cinta (2002) melahirkan hits Kosong dan Arjuna Mencari Cinta. Meski Erwin sempat keluar lagi, Yuke (mantan The Groove) di‑rekrut sebagai drumer baru, bikin vibe grup tetap fresh.

Pada 2004, nama resmi kembali ke Dewa 19 dan mereka rilis Pangeran Cinta. Di sini, Ahmad Dhani menambahkan sentuhan techno keyboard yang makin ngebuat musiknya "nge‑rock" abis. Lagu Cinta Gila, Satu, dan Pangeran Cinta jadi anthem generasi muda yang suka lirik kritis tapi catchy.

Selanjutnya, Laskar Cinta (2006) menambah koleksi hits dengan Selimut Hati. Band ini juga sering tampil di luar negeri, bahkan dapat penghargaan Libawards atas kontribusinya dalam mempromosikan perdamaian lewat musik.

Terakhir, Kerajaan Cinta (2007) hadir dengan track baru Dewi dan Mati Aku Mati. Sayangnya, Tyo Nugros keluar lagi dan diganti oleh Agung. Setelah itu, belum ada album baru, tapi para fans tetap setia nunggu kejutan selanjutnya.

Awal Mula Band Dewa 19

Semua berawal dari sekelompok anak muda di Surabaya: Ahmad Dhani (keyboard/gitar), Erwin (bass), Wawan (drum), dan Andra (gitar). Mereka punya visi musik yang sama: nyiptain suara yang beda dari yang lain. Awalnya, grup ini bernama Down Beat dan lebih banyak main di acara‑acara jazz.

Ketika scene rock‑pop mulai menguat berkat Slank, Wawan kembali bergabung, dan Ari Lasso (vokal) ikut melengkapi formasi. Nama Down Beat pun diganti menjadi Dewa 19, mengusung genre pop rock dengan sentuhan jazz. Tahun 1992, mereka rilis album debut yang langsung meledak di pasaran.

Masa Keemasan Sebelum 2000

Album pertama Dewa 19 menghasilkan single Kangen dan Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi, yang langsung jadi hits di radio. Album ini bahkan dapat penghargaan "Album Pendatang Baru Terbaik" dan "Album Terlaris" pada 1993.

Berlanjut ke album kedua, Format Masa Depan, meski Wawan keluar lagi, posisi drum diisi oleh Rere (kemudian bergabung di Blackout). Album ini menampilkan lagu Tak Akan Ada Cinta Nan Lain (nuansa jazz) dan Aku Milikmu (pop rock) yang sukses besar.

Selanjutnya, Terbaik‑Terbaik hadir dengan drumer baru Wong Aksan. Album ini menonjolkan permainan piano khas Ahmad Dhani lewat lagu Cinta Kan Membawamu Kembali, serta track Satu Hati dan Cukup Siti Nurbaya yang jadi anthem para pecinta musik Indonesia.

Pada 1997, album Pandawa Lima muncul dengan single Kirana (gabungan jazz‑swing) dan Kamulah Satu‑Satunya (pop rock). Namun, tahun berikutnya grup sempat "berantakan" karena pergantian personil dan masalah pribadi. Wong Aksan keluar, digantikan oleh Bimo, sementara Ari Lasso dan Erwin sempat terjerat narkoba, membuat Dewa 19 vakum selama hampir setahun.

1999 menutup dekade dengan rilis The Best, berisi dua lagu baru Elang dan Persembahan Dari Surga, menandakan bahwa grup masih punya tenaga kreatif meski banyak tantangan.

Lirik Legendaris: Kirana

Kucoba memahami tempatku berlabuh
Terdampar dikeruhnya satu sisi dunia
Hadir di muka bumi tidak tersaji indah
Kuingin rasakan cinta...

Lusuh lalu tercipta mendekap diriku
Hanya usang sahaja kudamba Kirana
Ratapan mulai

Musik