1. Unpar di Palangkaraya: Jejak Keren di Kalimantan Tengah
Eh, tau gak sih kalau Universitas Palangkaraya (atau yang biasa dipanggil Unpar) ternyata ada di jantung Kalimantan Tengah? Kampus ini dibangun tahun 1963 dan jadi yang paling gede di provinsi itu. Misinya? Bikin pendidikan high‑tech yang ngikutin standar internasional, sekaligus nge‑boost reputasi lewat jurnal‑jurnal top dunia.
Unpar Palangkaraya udah kerja bareng banyak univ‑univ ternama kayak Toyohashi University, Hokkaido University, dan Monash University. Kolaborasi ini bikin kualitas pengajarannya makin kekinian dan selaras sama perkembangan zaman.
Awalnya kampus ini dimulai dengan tiga fakultas: Kehutanan, Pertanian, sama Ekonomi. Sekarang udah meluas jadi lima fakultas, dengan area kampus terbesar di Yos Sudarso seluas ~53.000 hektar. Di sana ada hutan pendidikan yang dipake buat riset - lebih dari 90 % area hijau, jadi kampusnya bener‑bener ramah lingkungan.
2. Sejarah Unpar yang Keren: Dari Akademi ke Universitas
Jadi, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) pertama kali berdiri tahun 1955 dengan nama Akademi Perniagaan. Dua uskup dari Bogor dan Bandung kolaborasi bikin akademi ini, yang kemudian berubah jadi Perguruan Tinggi Sosio‑Ekonomi Parahyangan. Gak lama kemudian, Unpar udah buka Fakultas Hukum dan resmi pakai nama Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan.
Setelah itu, Unpar terus nambah fakultas: Teknik, Sosial‑Politik, sampai akhirnya namanya berubah lagi jadi Universitas Katolik Parahyangan. Semboyannya "Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti" yang artinya "Berdasarkan Ketuhanan, Menuntut Ilmu untuk Diberikan kepada Masyarakat".
Hanya tujuh tahun sejak berdiri, Unpar udah diakui setara dengan perguruan tinggi negeri. Sekarang ada program Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor yang terbuka buat umum, semua demi ngasih kesempatan belajar setinggi‑tingginya.
3. Unpar & Padhyangan: Kolaborasi Seni yang Bikin Ngakak
Unpar juga pernah jadi rumah bagi Padhyangan Project, grup lawak kampus yang sempat booming di Bandung. Nama "Padhyangan" itu gabungan singkatan Unpar + Unpad, jadi terkesan unik dan catchy. Grup ini resmi dibentuk 4 Desember 1982 dan dikenal lewat parodi lagu‑lagu hits zaman itu.
Tokoh‑tokoh top kayak Iszur Muchtar, Denny Chandra, dan Joe jadi "tulang punggung" Padhyangan. Mereka sering tampil di Radio Oz Bandung dan ngadain pertunjukan di berbagai kota Jawa Barat. Pada 1993, mereka rilis album "Oo.. Lea.. Leo" yang isinya lagu parodi kayak "Nasib Anak Kos" (parodi "That's The Way Love Goes" - Janet Jackson) dan "Good Bye Ayu" (parodi "Good Bye" - Air Supply).
Kesuksesan album ini bikin anggota Padhyangan makin terkenal, bahkan ada yang jadi presenter, aktor sinetron, dan lain‑lain. Walau grupnya sekarang udah berubah nama jadi P‑Project, jejak kreatif mereka tetap jadi bagian berharga dari sejarah Unpar.
Secara keseluruhan, Universitas Katolik Parahyangan terus berinovasi, baik dalam bidang akademik, seni, maupun lingkungan. Jadi, kalo kamu lagi cari kampus yang asik, berkualitas, dan peduli lingkungan, Unpar bisa jadi pilihan yang pas!