Kiblat Model Baju Terbaru

Kiblat Model Baju Terbaru

Tak ada nan tak berubah, kecuali perubahan itu sendiri. Ungkapan ini juga berlaku buat global mode. Mode pakaian, terutama mode pakaian wanita , bahkan sangat cepat berubah.

Bisa kita lihat misalnya dari pameran mode setiap menjelang pergantian tahun, pergantian musim (terutama di negara-negara empat musim), atau menjelang momen eksklusif (liburan, hari besar keagaaman, dan sebagainya). Para perancang busana, rumah mode, dan butik-butik mengeluarkan koleksi terbaru.

Baju-baju rancangan para desainer atau rumah mode ini seolah menjadi “kiblat” nan akan ditiru oleh masyarakat. Tak dapat membeli nan orisinil sebab harganya tidak terjangkau, dapat diakali dengan menjahitkan ke penjahit langganan dengan meniru model nan ada. Harga tentu menjadi lebih murah.

Mode pakaian wanita memang cepat berganti. Bukankah wanita selalu ingin terlihat cantik dan menarik? Belum lagi keinginan wanita buat tampil berbeda dengan wanita lainnya. Baju nan trendi ialah salah satu penunjang buat memenuhi kebutuhan itu.

Tren Selebriti

Mode pakaian wanita eksklusif pun dapat cepat menjadi tren jika dikenakan oleh selebriti atau public figure. Perhatikan saja, baju-baju nan dikenakan oleh para seniman nan setiap hari muncul di berbagai sinteron akan cepat menjadi tren di masyarakat.

Beberapa tahun lalu, ketika Jihan Fahira kerap tampil mengenakan tank top dan sackdress di sinetron, segera saja muncul tank top dan sackdress Jihan Fahira. Ada pula mode pakaian wanita Marshanda (seperti nan sering dikenakan Marshanda), pakaian Agnes Monica, pakaian Manohara, dan sebagainya.

Tanpa memperhatikan kepantasan dengan diri sendiri, mode pakaian wanita nan dikenakan oleh para selebriti itu pun diterima begitu saja oleh sebagian anggota masyarakat. Alasannya tentu, tren dan mungkin juga rasa bangga sebab dapat tampil seperti seniman idola.

Mengikuti Mode

Salahkah mengikuti mode pakaian wanita nan sedang tren? Tentu saja tidak. Siapa saja mempunyai hak buat mengikuti atau tak mengikuti mode nan sedang tren. Semua terpulang pada selera individu. Akan tetapi sebaiknya, tak mengikuti mode begitu saja. Agar tidak menjadi korban mode pakaian wanita, sebaiknya perhatikan:

1. Bentuk tubuh

Tak semua mode pakaian wanita cocok buat semua bentuk tubuh. Kebanyakan mode pakaian wanita bahkan hanya cocok dipakai oleh mereka nan bertubuh tinggi langsing, bentuh tubuh nan dimiliki oleh para peragawati dan foto model. Meskipun pakaian ini latif namun menjadi tidak latif dipandang jika dikenakan oleh wanita nan bertubuh tinggi besar atau bahkan pendek dan gemuk.

2. Rona kulit

Wanita Indonesia umumnya berkulita kuning langsat atau sawo matang. Rona baju nan cocok buat wanita dengan rona kulit seperti ini tidak selalu sama dengan baju nan cocok buat wanita nan berkulit putih.

3. Usia

Jika sudah berstatus sebagai ibu dari tiga orang anak, sebaiknya tidak perlu ikut-ikutan mengenakan pakaian nan sedang tren di kalangan remaja. Bukannya tampil menawan, bisa-bisa malah dijuluki “Lupa Umur”.

4. Kepantasan

Tak semua mode pakaian wanita nan ditampilkan di catwalk , majalah mode, atau televisi pantas dipakai sehari-hari, meskipun mode pakaian wanita tersebut diberi label sebagai jenis pakaian buat sehari-hari. kebiasaan agama, budaya, dan sosial juga ikut mempengaruhi pantas tidaknya seseorang mengenakan mode pakaian tertentu.

Kiblat Model Baju Terbaru

Boleh berargumentasi nan panjang dan memberikan fakta nan banyak. Nyatanya peristiwa pemerkosaan semakin sering terdengar dan terbaca. Seiring dengan kondisi nan mengenaskan itu, fakta realitas nan terlihat ialah semakin banyaknya kaum wanita nan berpakaian terbuka. Tidak menyalahkan siapa pun sebab gaya berpakaian mengikuti musim, trend, dan taraf kenyamanan nan memakainya.

Di negara nan para wanitanya wajib menutupi tubuhnya dengan baju sangat tertutup pun, pemerkosaan masih juga terjadi. Namun tetap saja mode pakaian wanita terbaru nan sangat terbuka itu kalau dapat tak terlalu lama menjadi model pakaian terbaru.

Ada nan berpendapat bahwa kalau semua wanita mengikuti mode pakaian terbaru nan terbuka itu, maka orang akan terbiasa melihat nan terbuka dan ketat. Orang akan tak tergoda lagi sebab sudah sangat terbiasa dengan keadaan tersebut.

Seperti nan terjadi di negara-negara sekuler nan wanitanya dapat berpakaian seenaknya di jalanan bahkan di tempat-tempat nan dianggap sakral sekalipun. Taraf pemerkosaan malah rendah.

Namun ada juga nan mengatakan kalau taraf pemerkosaan rendah di negera-negara tersebut sebab negera itu kehidupan seks bebas sudah biasa dan seks bukanlah hal sakral nan harus dihargai dan dihormati dengan segenap jiwa dan raga.

Seks bukan wahana beribadah. Seks hanya menjadi pemuas nafsu dan dapat dilakukan dengan siapa pun dan dengan apa pun. Apakah kiblat gaya hayati seperti ini nan diinginkan oleh orang Indonesia?

Kalaulah negara Indonesia ini akan menuju ke arah itu, akhirnya budaya malu nan masih harusnya inheren erat sepanjang masa kepada semua bangsa Indonesia, tak akan ada jejaknya lagi.

Bangsa muslim terbesar di global ini gagal mempertahankan budaya malu. Kalau itu benar-benar terjadi, ialah sebuah kenestapaan nan akan melanda bangsa nan besar ini. Belum lagi budaya maling nan tercermin dalam budaya korupsi tuntas dikurangi atau diberantas, budaya model pakaian terbuka pun merajalela. Indonesia mau di bawa ke mana?

Alamat jelas tujuan bangsa ini sudah tak harus diragukan lagi. Jadi nan harus dicermati ialah para generasi muda nan akan menjadi penerus kebaikan dan kemuliaan nan telah dicontohkan oleh para pendahulu pendiri bangsa yang baik ini.

Keindahan nan dilihat orang melalui tubuh wanita nan berbalut mode pakaian terbaru nan sangat terbuka tersebut telah membuat orang buta hati dan buta perasaan. Bahwa seharusnya estetika tubuh wanita itu hanya boleh dinikmati oleh nan berhak saja.

Kalau semua orang dapat menikmati estetika lekuk tubuh seorang wanita, lalu apa bedanya si wanita dengan sebuah lukisan atau sebuah iklan nan dijual dengan harga nan kadang tak terlalu tinggi?

Seharusnya estetika tubuh wanita itu sangat berharga sehingga tak ada sejumlah angka rupiah nan dapat membelinya. Estetika itu ialah kehormatan nan dipersembahkan kepada nan akan membawa si wanita ke surga nan kenikmatannya tak pernah terbetik dalam benak manusia.

Model Baju Terbaru nan Lebih Sopan

Kata orang wanita berjilbab itu niscaya mengenakan model pakaian terbaru nan tertutup. Sahih bahwa banyak wanita berjibab dengan berbalut mode pakaian terbaru nan tertutup. Tetapi terkadang pakaian tertutup itu tampak sangat ketat sehingga lekuk tubuhnya terlihat jelas.

Padahal anggaran nan diajarkan Islam ialah bahwa pakaian itu tak boleh ketat. Lalu kalau nan berjilbab saja masih belum masuk kategori berapkaian sopan, bagaimanakah maodel baju nan sopan itu?

Mode baju nan sopan tentu saja nan tak bertentangan dengan norma-norma agama maupun budaya. Mode pakaian nan masih di bawah lutut dan tak terlalu tinggi hingga paha terlihat jelas. Belahan dada juga tak boleh terlihat.

Baju kaos juga tak terlalu menonjolkan bentuk tubuh wanita. Model pakaian itu pun tak boleh terlalu tipis sehingga baju dalam wanita terlihat dengan sangat jelas. Itulah model pakaian terbaru nan diharapkan akan disukai oleh para wanita.

Bagi laki-laki juga berlaku hukum nan sama. Celana panjang laki-laki, baik nan berbahan katun maupun nan berbahan jeans, harusnya tak terlalu ketat. Selain celana nan ketat itu akan mengganggu kualitas sperma, pun celana nan sangat ketat itu membuat laki-laki terlihat lucu dan tak berwibawa.

Celana nan sangat ketat itu tak mampu memancarkan kharisma kejantanan nan ada pada laki-laki. Hal ini sebab memperlihatkan keegoan nan terlalu tinggi. Mode pakaian terbaru buat laki-laki juga sama. Kalau laki-laki memakai pakaian terlalu ketat, mungkin hanya keseksian nan terlihat tapi tak kejantanan laki-laki nan diharapkan dapat mengayomi kaum wanita.

Laki-laki nan terlalu fokus kepada penampilan biasanya tak memberikan proporsi nan lebih kepada lingkungannya nan seharusnya dia berikan sebab laki-laki ialah pemimpin.

Kharisma seorang laki-laki akan terlihat ketika kecerdasan, kepedulian, kepribadiannya lebih menonjol dibandingkan gaya berdandannya. Mode pakaian terbaru bagi laki-laki harusnya memang tak banyak mode dan tak terlalu berwarna.

Kalau model pakaian terbaru buat laki-laki itu terlalu berwarna, itu sama artinya dengan menonjolkan sisi femininitas laki-laki. Laki-laki nan lebih menonjol sisi femininitasnya tentu tak terlihat jantan.

Memang laki-laki nan kejantanannya sangat menonjol dan kepribadiannya terlihat bagus itu tak menjamin kebahagiaan bagi pasangannya. Namun demikian, kesan nan dipancarkan dari cara berpakaian itu dapat memberikan rasa nyaman. Rasa nyaman ini nan membuat kehidupan latif dan damai.

Ketika kehidupan damai tercipta, kebahagiaan akan mudah diraih. Bukankah kebahagiaan itu harus diciptakan dan tak menunggu orang lain nan memberikannya.

Betapa lucunya mengharapkan orang lain mampu memberikan bahagia. Sementara nan akan diberi senang tak merasa bahagia dengan cara orang nan akan membahagiakannya. Berharap itu hanya kepada Yang Maha Segalanya agar tak kecewa.

Apa interaksi antara mode pakaian terbaru dengan kehidupan manusia pada umumnya? Sandang ialah faktor nan sangat pokok. Dari cara berpakaian, kepribadian seseorang dapat dinilai walaupun masih butuh panjang buat memberikan evaluasi tersebut.

Tapi dari pengalaman, orang nan bahagia berpakaian rapi dan higienis akan juga merefleksikan tindak tanduknya ke hal-hal nan lain juga. Misalnya, mobil, rumah, meja kantornya pun rapi dan bersih.

Walaupun tentu saja tak menutup kemungkinan adanya anomali dalam pandangan dan pendapat ini. Bagaimanapun gaya berpakaian dengan mode pakaian terbaru itu akan membuat sesorang tampak beda.

Nah, daripada menjadi korban mode, lebih baik mengkritisi dulu mode pakaian wanita nan ada. Untuk menjadi cantik dan menarik toh tah harus selalu mengejar mode pakaian terbaru. Jika memang tidak cocok dengan rona kulit atau postur tubuh, buat apa memaksakan diri?