1. Manajemen & Kepemilikan tvOne
Hai kamu! Yuk, intip dulu siapa aja yang ngatur tvOne biar tetap memang beda. Di balik layar, Group Bakrie pegang 49% saham, PT. Visi Media Asia, Tbk 39%, dan sisanya dibagi antara Good Response Ltd. serta Promise Result Ltd masing‑masing 10%. Karena struktur ini, program yang ditayangkan sekitar 70 % adalah berita, bikin kamu selalu dapet info terkini.
2. Sejarah Singkat tvOne
Awalnya, kanal ini dikenal sebagai Lativi, milik Abdul Latif. Pada 2006, Group Bakrie mulai nyelipin sahamnya. Lativi dulu sempet beredar dengan konten yang klenik, kriminal, bahkan erotis—bisa dibilang agak “off‑track”. Setelah Abdul Indah mundur, kepemilikan penuh pindah ke Group Bakrie dan akhirnya nama berubah jadi tvOne pada 13 Februari 2008, diumumin sama CEO Erick Thohir.
Jargon pertama tetap “Memang Beda” sampai 2010, lalu berubah menjadi “Terdepan Mengabarkan”, “Menuju Satu Dunia”, dan kembali lagi ke “Memang Beda” sejak 2012. Logo juga tiga kali makeover: dari tulisan merah dengan angka 1 di dalam “O”, ke versi global, sampai versi putih yang lagi kamu lihat sekarang.
Pada 14 Februari 2008, tvOne bahkan jadi satu‑satunya stasiun nasional yang diresmikan di Istana Presiden (pak SBY). Slogan “tvOne: Memang Beda” dibarengi program News One, Talkshow One, Info One, Bang One, Sport One, Reality One, plus Documentary.
3. Program Pengembangan di tvOne Academy
Kalau ngomongin tvOne Academy, ini bukan sekadar pelatihan biasa. Di sini, karyawan diajak jadi the learning organization—belajar sambil kerja, bukan cuma nge‑task. Ada lima pilar utama yang dibikin buat ningkatin skill kamu, antara lain:
- Journalist Development Program: melatih jurnalis junior sampai senior, plus mencetak produser eksekutif yang handal.
- Broadcast Development Program: dari Camera Clinique sampai Lightening Clinique, semua teknik produksi dibahas tuntas.
- Leadership Development Program: program eksekutif, general manager, middle manager, dan supervisor yang bikin kepemimpinan makin kreatif dan efektif.
- Functional Training: khusus buat tiap fungsi di stasiun—news, human capital, finance, sales‑marketing, dan supply chain.
- General Program: pelatihan soft‑skill kayak team building, emotional intelligence, communication, dan motivasi pencapaian.
Semua ini bikin para anchor dan staff tvOne selalu up‑to‑date, siap ngasih berita yang fresh buat kamu.
4. Profil Anchor tvOne yang Bikin Kamu Betah Nonton
Berikut beberapa anchor yang sering nongkrong di layar tvOne. Nama mereka diganti pakai beliau supaya tetap konsisten.
a. Alfito Deannova (Fito)
Beliau lahir di Jakarta (17 Sept 1976) dan kuliah Akuntansi di UI. Sejak 1996, Fito udah terjun di media, mulai dari radio bareng Iwel & Kiwil, terus masuk SCTV sebelum akhirnya jadi pionir tvOne pada 2007. Beliau terkenal dengan laporan lapangan yang real‑time, mulai dari mudik Lebaran di Merak sampai pergantian kepemimpinan Gus Dur. Selain jurnalis, beliau juga penulis buku “Selebriti Mendadak Politisi” (2008) dan pernah ngajar di beberapa kampus ternama.
b. Indy Rahmawati
Beliau lulus S2 Padjadjaran dan sebelum gabung tvOne pada 2008, pernah jadi pembaca warta di SCTV. Indy dikenal dengan gaya bicara yang santai, ringan, dan selalu bisa nge‑gali info dari narasumber. Sekarang, beliau memandu “Apa Kabar Indonesia Pagi” dan “Satu Jam Lebih Dekat”.
c. Bagus Priamodo
Beliau lahir di Banjarmasin (25 Apr 1977). Setelah lulus Teknik Elektro ITS, kariernya dimulai di Radio Hard Rock FM Surabaya, terus ke Trans TV, dan akhirnya resmi masuk tvOne pada 2008. Meski dulu bercita‑cita jadi pemain sepakbola atau pilot, kini beliau fokus jadi anchor yang selalu belajar hal baru.
d. Indiarto Priadi
Beliau lahir di Surabaya (26 Jan 1967) dengan gelar Farmasi UNAIR. Karier jurnalistik dimulai di SCTV (1993) dengan program “Liputan 6”. Pada 2007, beliau gabung tvOne dan kini menjabat sebagai Talent Manager, membimbing junior‑junior biar tampil profesional.
e. Dewi Budiarti
Beliau lahir di Bandung (29 Sept 1985). Dari kecil udah pengen jadi presenter, akhirnya kuliah Komunikasi di UMS Yogyakarta. Karier dimulai di radio Yasika FM (2002) dan Yogya TV, lalu sempat akting di FTV serta modeling. Pada 2008, beliau resmi jadi pembawa acara di tvOne. Salah satu momen tak terlupakan: saat meliput banjir di Kampung Melayu, catatan beliau hampir terbang bersamaan dengan hujan deras.
5. Kesimpulan: Kenapa tvOne Tetap Memang Beda
Dengan sejarah yang berwarna, manajemen yang solid, serta tvOne Academy yang terus melahirkan talenta muda, tvOne tetap jadi pilihan utama buat kamu yang pengen dapet berita terpercaya dan program engaging. Jadi, tiap kamu nyalain TV, siap‑