Pernah nggak sih kamu denger tentang kehebatan Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit? Dua nama ini emang rajanya nusantara tempo dulu, gaes! Saking luasnya pengaruh Majapahit, konon sampai ke wilayah Filipina loh. Bahkan, hal ini menginspirasi lahirnya seni bela diri Filipina bernama Kali Majapahit yang lahir di Pulau Mindanao dan Sulu waktu kerajaan tersebut lagi jaya-jayanya. Keren parah, kan?
Secara bahasa, kata Kali itu sebenernya singkatan dari kamut (tangan) dan lihok (gerakan), alias gerakan tangan. Tapi dalam bahasa Melayu, Kali juga bsa diartikan sebagai keris. Pengaruh budaya kita emang udah masuk ke Filipina sejak zaman Sriwijaya. Pada abad kelima dan keenam, migrasi umat Buddha dari India ke Sumatera dan Jawa melahirkan kerajaan gokil yang kita kenal sebagai Sriwijaya Melayu.
Mereka membawa filosofi buddha dan hindu, seni, sampai teknik bertarung ke Filipina. Berkat pengaruh ini, lahir juga sistem hukum kuno *Kode Kalantaw*, kalender, huruf Sanskerta, hingga sistem takaran berat. Di akhir abad ke-13, barulah Majapahit dateng dan menggeser dominasi Sriwijaya. Menariknya, seni bela diri *Kali Majapahit* ini sampai dilirik sama Hollywood dan dipake sama karakter Jason Bourne di film-film keren kayak *The Bourne Identity* hingga sekuel-sekuelnya!
1. Kekuasaan Maritim dan Ekspansi Hebat Sriwijaya
Nah, gimana sih cara kerajaan ini bisa dapet wilayah kekuasaan yang super luas? Jadi, Sriwijaya tuh nggak cuma jago kandang, gaes. Di bawah kepemimpinan raja pertamanya yang legendaris, Dapunta Hyang Sri Jayanasa, kerajaan ini sukses menaklukkan wilayah Minanga yang kaya akan emas. Kisah sukses beliau tercatat jelas di Prasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 masehi.
Nggak puas sampe di situ, kekuasaan beliau juga merambah ke Bangka, Belitung, bahkan sampai ke Lampung lewat Prasasti Kota Kapur. Malahan, ada ekspedisi militer ke Jawa yang bikin kerajaan lokal kayak Tarumanegara dan Holing ikutan takluk. Alhasil, mereka sukses menguasai jalur perdagangan laut paling strategis di dunia, mulai dari Selat Malaka, Selat Sunda, sampai Laut China Selatan.
Di masa Raja Samaratungga, fokus beliau berubah ke arah pembangunan budaya. Beliau lebih milih memperkuat diplomasi ketimbang perang. Salah satu karya terbesar beliau yang super megah dan mendunia adalah Candi Borobudur yang selesai dibangun tahun 825. Sampai skrang, candi megah ini masi terus dikunjungi jutaan orang dan jadi pusat perayaan Waisak tingkat dunia.
2. Usul dan Misteri Pusat Kerajaan Sriwijaya
Sekarang kita bahas dari mana sih asal-usul nama besar ini. Menurut seajrah, kata Sriwijaya berasal dari bahasa Sanskerta. *Sri* artinya bercahaya, dan *Wijaya* artinya kemenangan. Jadi, maknanya adalah kemenangan yang gilang-gemilang! Tapi, beda negara beda juga cara manggilnya. Orang Tiongkok nyebutnya *San-Fo-Ts'i*, orang Arab bilang *Zabaj*, dan bangsa Khmer nyebutnya Melayu.
Bukti tertua keberadaan kerajaan maritim terbesar di nusantara ini ditulis oleh seorang rahib asal Tiongkok bernama I-Tsing. Beliau berkunjung ke sana tahun 671 dan sempat menetap selama enam bulan buat belajar bahasa Sanskerta. Keberadaan kerajaan ini akhirnya diungkap secara ilmiah pada tahun 1918 oleh sejarawan Prancis bernama George Coedès. Beliau mempublikasikan penemuan hebat ini ke publik dan membuka mata dunia tentang kejayaan masa lalu kita.
Tapi tahu nggak sih, letak ibu kota pastinya masih misterius bangt dan jadi perdebatan para ahli sampai sekarang. Ada arkeolog bernama Pierre-Yves Manguin yang yakin kalau pusatnya ada di Palembang, sekitar Sungai Musi. Teori beliau didukung oleh foto udara tahun 1984 yang nemuin sisa jaringan kanal kuno. Tapi, ada juga sejarawan kayak Soekmono yang menduga pusatnya di Jambi, atau bahkan di dekat Candi Muara Takus di Riau. Pokoknya, sejarah kita itu penuh warna dan super seru buat dikulik!