Hai kamu! Siapa sih yang nggak kenal Jamrud? Grup rock yang lahir dari kota Bandung ini udah jadi band legendaris yang selalu bikin hati anak muda berdebar. Yuk, intip kisah serunya, mulai dari awal mula sampai jejak yang masih terasa di telinga kita sekarang.
1. Masa Keemasan Jamrud
Setelah bergabung dengan label Log, Jamrud ngeluncurin album perdana Nekad (1995) yang ludes terjual 100 ribu kopi. Kesuksesan ini makin ngebut pas album Putri (1997) melesat menembus 200 ribu kopi. Tapi puncaknya datang lewat Terima Kasih (1998) yang ngerekor penjualan 750 ribu kopi—angka yang luar biasa buat band rock di era itu.
Single Berakit‑rakit dan Terima Kasih jadi anthem anak‑anak muda, ngebuat radio‑radio di seluruh nusantara muter terus. Tak lama kemudian, album Ningrat (2000) pecahkan rekor satu juta kopi terjual. Di samping itu, Jamrud juga ngadain tour besar‑besar ke lebih dari 100 kota, dengan kontrak show yang mencapai ratusan juta rupiah per kota. Pokoknya, masa itu bener‑bener golden era mereka.
2. Awal Mula Band
Berawal dari duo Azis Mangasi Siagian (gitar) dan Ricky Teddy (bass) yang ngebentuk grup bernama Jamrock pada 1989 di Cimahi, mereka langsung nyemplung ke dunia musik rock yang lagi naik daun. Setelah bergabungnya vokalis Krisyanto dan drummer Sandy Handoko, energi kreatif mereka makin terasa. Krisyanto, yang pernah dapet penghargaan Vokalis Rock Terbaik di Festival Rock Bandung, menambah kilau Jamrud dengan suara khasnya.
Pada 1995, keempat personel—Azis, Ricky, Krisyanto, dan Sandy—memutuskan buat nulis lagu sendiri. Demo mereka diterima oleh label Log, yang akhirnya mengganti nama grup dari Jamrock menjadi Jamrud. Nama baru ini kemudian jadi simbol kebanggaan band‑band rock Indonesia.
3. Masa Kini & Warisan
Walaupun era puncak mereka udah lewat, Jamrud tetap eksis dengan musik yang masih sering diputar di playlist nostalgia. Album‑album terbaru mereka, kayak New Performance 2009 dan Bumi & Langit Menangis (2011), tetap ngasih warna baru buat para penggemar setia.
Selain album, Jamrud juga terkenal dengan lirik‑lirik yang gampang diingat dan penuh semangat. Lagu‑lagu kayak Surti‑Tejo atau Pelangi di Matamu masih sering dijadiin karaoke bareng temen‑temen. Jadi, meski tren musik berubah, Jamrud tetap jadi referensi utama buat siapa aja yang pengen ngerasain vibe rock asli Indonesia.
4. Lirik Ikonik: Pelangi di Matamu
Kalau kamu lagi butuh soundtrack buat ngingetin masa-masa dulu, coba deh dengerin Pelangi di Matamu. Lagu ini punya kombinasi energi rock yang ngebut dengan sentuhan soft yang bikin telinga nyaman. Berikut cuplikan liriknya yang bisa kamu nyanyiin bareng‑bareng:
30 menit engkau di sini tanpa suara
Dan saya resah harus menunggu lama
kata darimu
Mungkin butuh kursus
Merangkai kata
Untuk bicara
Dan saya benci
Harus jujur padamu
Tentang semua ini.
Jam dinding pun tertawa
Saat ku hanya diam
Dan membisu
Ingin ku maki
Diriku sendiri
Yang tidak berkutik di depanmu
Ada nan lain di senyummu
Yang membuat lidahku
Gugup tidak bergerak
Ada pelangi di bola matamu
Dan memaksa diri tuk bilang
Aku sayang padamu
Aku sayang padamu
(Jamrud – Pelangi di Matamu)
5. Daftar Album Jamrud yang Wajib Kamu Dengar
- Nekad (1995)
- Putri (1997)
- Terima Kasih (1998)
- Ningrat (2000)
- Sydney 090102 (2002)
- BO 18+ (2004)
- All Access In Love (2006)
- New Performance 2009 (2009)
- Bumi & Langit Menangis (2011)
Album kompilasi:
- The Best Collection of Jamrud (1999)
- All The Best Slow Hits (2003)
- Best Of The Best (2010)
Jadi, buat kamu yang pengen ngulik lebih dalam atau sekadar nostalgia, Jamrud tetap jadi pilihan yang asik. Putar lagu‑lagunya, rasakan vibe rock‑nya, dan biarkan kenangan masa muda kembali mengalir.