Portal Informasi Gaya Hidup Sehat, Edukasi Nutrisi, dan Tips Praktis Sehari-hari.

Spilling Perjalanan Spiritual Penuh Vibes Positif ke Tanah Suci yang Bikin Hati Adem

Persiapan Gas ke Tanah Suci Bareng Keluarga

Pengalaman berharga ini dimulai waktu kami sekeluarga memutuskan buat berangkat ibadah. Beruntung bangeet, sepupu kami punya agen travel sendiri di Jakarta. Beliau udah berpengalaman bertahun-tahun ngurusin jamaah, jadi kami ngerasa aman banget dibantu sama beliau. Tiga hari sebelum jadwal flight, kami sekeluarga memutuskan buat menginap di rumah beliau supaya bisa fokus ikut manasik sekalian belanja berbagai keperluan yang masih kurang.

Selama tiga hari yang super produktif itu, aku sibuk banget mnyiapkan hafalan doa-doa penting. Aku juga sering nanya ke Papa dan Mama yang sebelumnya udah pernah naik haji tentang gimana persiapan fisik, mental, sampai detail ibadah di sana. Begitu tiba harinya terbang ke Jeddah dari Bandara Soekarno-Hatta, jujurly perasaanku campur aduk alias deg-degan parah. Tapi aku coba buat tenangin diri demi kelancaran ibadah umroh menyenangkan ini dengan niat tulus buat mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Penerbangan sembilan jam ke Jeddah ga berasa bosen karena emang excited bangeet. Begitu mendarat dengan selamat, kami langsung menuju bus jemputan. Di sana udah ada pemandu lokal yang siap mendampingi perjalanan kami. Beliau ramah banget dan udah tinggal di Arab Saudi selama belasan tahun, jadi udah paham banget seluk-beluk di sana. Sebelum lanjut ke Mekkah, kami sempet mampir kulineran nyobain ayam Al-Baik yang hits itu di Pasar Cornish. Baru deh setelah itu kami mandi bersih, memakai baju ihram, dan bersiap mengambil miqat di tengah perjalanan.

Momen Thawaf dan Kedamaian yang Bikin Nangis Haru

Begitu bus rombongan kami sampai di Mekkah, kami langsung simpen barang di hotel dan langsung gas ke Masjidil Haram. First impression waktu lihat masjid megah itu dari luar adalah takjub luar biasa! Serasa lagi mimpi karena akhirnya bisa melihat bangunan agung itu secara langsung.

Sambil melangkah masuk lewat gerbang King Abdul Aziz, kami dibimbing membaca doa oleh ustadz pemandu kami yang super sabar. Beliau selalu memandu kami dengan penuh perhatian agar ibadah kami makin khusyuk. Pas Ka'bah yang agung mulai kelihatan di depan mata, air mata rasanya auto menetes deras banget, sob. Tubuh rasanya lemes saking terharunya, sampai kami spontan bersujud mengucap syukur atas kesempatan emas ini. Setelah shalat sunah dua rakaat, kami langsung memulai ibadah thawaf, berjalan mengelilingi Ka'bah bersama ribuan umat muslim dari berbagai belahan dunia.

Momen sa'i bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali juga berjalan super lancar walau suasananya ramai. Setelah prosesi tahallul selesai, kami menghabiskan banyak waktu di masjid sampai tengah malam buat beribadah dan baca Al-Qur'an. Rasanya damai skali di hati. Setelah beberapa hari yang indah di Mekkah, kami melanjutkan perjalanan ke Madinah. Di kota Nabi Muhammad SAW yang sejuk ini, kami berkunjung ke Masjid Nabawi dan berkesempatan berdoa di Raudhah. Sungguh ini adalah pengalaman spiritual anak muda yang super berkesan dan menenangkan jiwa.

Menjemput Hidayah dan Panggilan Istimewa ke Baitullah

Pernah mikir ga sih, kenapa ada orang yang secara finansial mampu banget, tapi belom tergerak hatinya buat pergi ibadah ke Baitullah? Sebaliknya, ada orang yang udah berjuang nabung tabungan demi tabungan, tapi kesempatannya belom datang juga. Memang, urusan panggilan dan hidayah itu sepenuhnya rahasia Allah SWT, tapi kita sebagai manusia wajib banget buat terus berusaha menjemput hidayah tersebut dengan niat yang bersih.

Makanya, kalau suatu saat nanti kamu berkesempatan buat menginjakkan kaki ke sana, manfaatin setiap detiknya dengan maksimal, ya! Jangan sampai waktu berharga terbuang cuma buat mager di hotel mewah atau sibuk belanja barang-barang yang sebenernya bisa dibeli di Indonesia. Fokuskan hati buat beribadah dengan khusyuk dan merendah di hadapan-Nya. Mengalihkan fokus kita dari hiruk-pikuk dunia ke akhirat justru bakal bikin hati kita terasa jauh lebih tenang dan damai. Semoga tips perjalanan ke mekkah dan sedikit cerita ini bisa memotivasi kamu buat segera menyusul berkunjung ke sana, ya!

Islam