Portal Informasi Gaya Hidup Sehat, Edukasi Nutrisi, dan Tips Praktis Sehari-hari.

Bikin Penasaran Kenapa Sistem Kalender Hijriah Beda Banget Sama Masehi? Yuk, Simak Usulannya

Pernah ga sih lo mikir pas mau nentuin awal bulan ramadhan atau Idulfitri, kenapa penanggalannya suka bergeser tiap tahun di kalender dinding rumah lo? Yaps, itu karena umat Muslim di seluruh dunia makai sistem penanggalan islam yang beda banget basis perhitungannya dibandingin sama kalender Masehi. Kalender ini bukan sekadar penanda liburan nasional doang, tapi punya cerita unik dan nilai sejarah yang deep banget dibaliknya.

Caranya Kalender Islam Menghitung Hari dan Bulan

Kalau kalender Masehi ganti hari pas jam 12 malam alias 00.00, nah kalender Hijriah justru ganti harinya tepat pas matahari terbenam atau waktu Maghrib. Unik banget kan? Ini terjadi karna perhitungamnya murni berpatokan sama siklus rotasi bulan terhadap bumi (kalender Komariyah atau Lunar).

Makanya, jumlah hari dalam setahun di kalender hijriah cuma sekitar 354 sampai 355 hari doang. Beda 11 hari lebih singkat dari Masehi! Penentuan pergantian bulan juga bukan asal nempel angka, tapi sangat bergantung sama penampakan bulan sabit pertama alias perhitungan hilal. Nama-nama harinya juga estetik banger dan punya makna mendalam, kayak Ahad, Itsnayn, Tsalaatsa, sampai Jumu'ah.

Eksistensi Penanggalan Hijriah di Zaman Modern

Di era yang serba digital dan serba cepat sekarang, kalender Masehi emang jadi acuan utama buat urusan akademis maupun kerjaan profesional global. Tapi jangan salah gengs, sejarah kalender islam ini tetep eksis banget dan gak bakal punah!

Meskipun di Indonesia kita lebih sering cek kalender Masehi di smartphone, penanggalan Hijriah tetep jadi panduan wajib buat nentuin momen-momen spiritual penting. Buka aja aplikasi pengingat ibadah di HP lo, pasti tetep melampirkan tanggal Hijriah buat nandaan peringatan penting kayak:

  • Tahun Baru Hijriah (1 Muharram)
  • Maulid Nabi Muhammad SAW (12 Rabiul Awal)
  • Isra Mikraj (27 Rajab)
  • Ibadah Puasa Sebulan Penuh (Bulan Ramadan)
  • Malam Nuzulul Qur'an (17 Ramadan)
  • Hari Raya Idulfitri (1 Syawal)
  • Hari Raya Iduladha dan Wukuf Arafah (9-10 Dzulhijjah)

Malahan di beberapa negara luar kayak Oman atau kawasan eks-Persia, penanggalan ini masih dipake secara luas dalam kehidupan sehari-hari, walau ada penyesuaian budaya lokal mreka masing-masing.

Cerita Ringkas Penciptaan Sistem Penanggalan Islam

Kepo gak sih gimna awal mulanya kalender ini diciptain? Dulu banget sebelum era kenabian, masyarakat Arab tuh menamai tahun berdasarkan peristiwa besar yang terjadi pas tahun itu. Contoh yang paling terkenal ya "Tahun Gajah", pas lahirnya Rasulullah SAW yang bertepatan sama penyerangan Ka'bah oleh pasukan gajah.

Baru deh pada masa Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 638 Masehi, ditetapkanlah penanggalan resmi secara terstruktur. Awal perhitungan tahun 1 Hijriah disepakati bukan dari tahun kelahiran atau wafatnya Rasul, melainkan diputuskan dari momen bersejarah hijrahnya Nabi dari Mekah ke Madinah. Keputusan ini berpatokan pada ajaran Al-Qur'an yang menegaskan kalau dalam satu tahun itu murni ada 12 bulan tanpa perlu ditambah-tambah hari lagi kayak tradisi kuno dulu. Keren banget kan sejarahnya?

Islam