Hai kamu! Siap-siap deh buat petualangan seru di Gunung Arjuna, spot kece di barat Batu, Malang. Di sini ada air terjun yang memesona, jejak sejarah yang keren, sampe kebun apel yang bikin nagih. Semua bisa kamu rasain bareng temen atau keluarga!
1. Air Terjun Kakek Bodo yang Bikin Betah
Pas kamu naik ke puncak Gunung Arjuna (tinggi 3.339 mdpl), bakal ketemu Air Terjun Kakek Bodo. Ini bukan cuma air terjun biasa, bro, tapi udah dilengkapi spot foto Instagramable plus area santai yang asik. Makanya, tempat ini selalu rame dikunjungi wisatawan. Jangan lupa bawa kamera, ya!
2. Legenda Gunung Arjuna yang Super Epic
Menurut cerita rakyat, nama gunung ini diambil dari Arjuna — salah satu Pandawa di Mahabharata. Di sini, beliau sempet bertapa lama-lama buat dapetin kesaktian demi menangin perang Baratayudha. Beliau sampai ngeluarin sinar terang yang bikin Kaldera Candradimuka mendidih.
Akibatnya, dewa‑dewa sempet panik. Batara Narada turun buat bangunin beliau, tapi beliau tetap menolak. Akhirnya Batara Ismaya yang menyamar jadi Semar pakai donasi Togog berhasil bikin beliau terbangun. Dari situ, gunung ini dapet nama Gunung Arjuna, sementara bagian bawahnya jadi Gunung Wukir. Cerita ini bikin gunung jadi terasa hidup dan penuh misteri.
3. Jejak Sejarah di Lereng Gunung Arjuna
Di lereng gunung, ada lebih dari 50 situs purbakala yang tersebar, mulai dari Goa Onto Boego sampai Kompleks Tampuono. Di sana kamu bisa mampir ke pendopo, warung jajanan, atau lihat makam sesepuh kayak Eyang Abiyoso dan Eyang Sekutrem. Gak cuma itu, ada juga situs budaya kayak Candi Jawadipa, Eyang Semar, dan Sepilar yang ngasih nuansa kultural yang kental.
Di kaki gunung, kamu bakal nemuin pertunjukan tradisional seperti sendrawatri wayang, tari ujung, dan musik karawitan. Pokoknya, tiap langkah di sini penuh warna dan cerita.
4. Perkebunan Apel yang Bikin Lidah Bergoyang
Di sebelah selatan Gunung Arjuna, tepatnya di Desa Tulungrejo, ada kebun apel seluas 80 hektar dengan ketinggian 1.500‑1.600 mdpl. Di sini kamu bebas memetik apel sesuka hati, tapi sayangnya harus dimakan di tempat (nggak boleh dibawa pulang). Ada berbagai jenis apel: Manalagi yang manis, Wanglin yang merah merata, Anna yang segar, dan Romebeauty yang asam plus warna hijau‑merah unik.
Suasana kebun yang sejuk plus aroma buah segar bikin kamu betah nongkrong sambil nyeruput teh hangat. Cocok banget buat foto-foto aesthetic!
5. Jalur Pendakian Melalui Lawang yang Seru
Kalau mau naik lewat Lawang, kamu bisa naik bus dari Malang atau Surabaya terus turun di Lawang. Dari pasar Lawang, naik kendaraan bak terbuka ke Wonorejo atau Kebun Teh Wonosari, terus siapin persediaan air yang cukup.
Perjalanan dimulai lewat kebun teh selama ~1 jam, terus masuk hutan pinus dan lamtor. Akar‑akar pohon yang menonjol bikin tantangan, tapi pemandangan hutan yang hijau menyejukkan. Selanjutnya, kamu bakal lewatin padang rumput dengan pondok-pondok tua buat istirahat sejenak.
Setelah melewati hutan kecil, sungai kecil (biasanya kering di musim kemarau), dan lagi padang rumput terjal, kamu bakal masuk zona hutan tropis penuh monyet hitam ekor panjang. Terus lanjut ke hutan pinus tebal dengan batu‑batu besar. Dari sini, setelah ~2 jam, kamu akan sampai di persimpangan jalur Lawang dan Purwosari — tandanya udah deket ke puncak.
Terus, kamu bakal lewatin padang rumput berhiaskan kembang edelweis sebelum akhirnya tiba di puncak Gunung Arjuna dalam 30 menit terakhir. Dari atas, panorama Gunung Semeru, Gunung Kawi, dan Gunung Anjasmoro terlihat jelas, bikin hati adem.
Jadi, tunggu apa lagi? Ajak temen, keluarga, atau bahkan solo trip, dan rasain