1. Update Info Whois di Godaddy
Kalau lo udah punya domain di Godaddy dan mau daftar Google Adsense, data di whois harus match sama bukti diri. Caranya gampang, cukup login ke akun Godaddy lo, klik “My Account” di pojok kanan atas, terus pilih “Account Summary”. Di situ lo bakal liat semua domain yang lo punya.
Scroll ke bagian “Contacts”, di situ ada empat kategori: Registrant, Administrative, Technical, dan Billing. Klik “edit” (atau “edit all” kalau mau ubah semuanya sekaligus). Ganti data yang perlu diubah—nama lengkap, alamat, email, atau nomor telpon—sesuai dengan KTP atau paspor lo. Setelah selesai, tekan “OK”.
Inget, perubahan di whois nggak langsung kelihatan. Butuh beberapa jam sampai data terupdate di server WHOIS. Kalau lo mau sembunyiin data pribadi, aktifin layanan privacy protection (biasanya berbayar). Jadi, data pribadi lo bakal tertutup rapat dan cuma “protected” yang tampil.
2. Kenapa Whois Domain Penting Buat Adsense
Google Adsense sekarang udah makin ketat soal verifikasi. Kalau data di whois domain lo nggak cocok sama data yang lo masukin di formulir pendaftaran, peluang lo ditolak jadi makin gede. Misalnya, nama yang tertera di KTP lo “Budi Santoso”, tapi di whois tertulis “Budi S.”—ini bakal bikin Google curiga.
Selain itu, umur domain juga jadi nilai plus. Domain yang udah lama terdaftar (misalnya sejak 2008) biasanya dianggap lebih “berkualitas” dan punya peluang dapat backlink yang bagus. Jadi, cek whois buat liat “Creation Date” dan “Expiration Date” supaya lo tau berapa lama domain lo bakal aktif.
Kalau data pemilik domain (kita sebut beliau) terisi lengkap dan akurat, Google bakal lebih percaya dan proses review Adsense lo bakal lebih mulus.
3. Langkah Praktis Cek Whois
Masih bingung cara ngecek whois? Ikutin langkah simpel ini: buka browser kamu, ketik who.is terus tekan enter. Di halaman utama, ada kotak pencarian di tengah. Paste alamat website atau domain yang mau lo cek, misalnya www.asianbrain.com, terus tekan Enter.
Beberapa detik kemudian, lo bakal dapet tampilan lengkap berisi info whois domain tersebut. Di situ lo bisa liat “Expired Date”, “Creation Date”, sama data beliau pemilik domain—nama lengkap, alamat, email, bahkan nomor telpon.
Kalau data pemiliknya disamarkan (protected), lo bakal lihat catatan “Privacy Protected” aja. Itu tandanya pemiliknya milih buat merahasiain info pribadi. Untuk keperluan Adsense, sebaiknya matiin proteksi dulu atau pastiin data yang tampil cocok sama KTP lo.
Selain itu, perhatiin juga trademark di domain. Kalau domain lo ngandung merek dagang yang terdaftar (misalnya “Amazon”), ada risiko domain lo dibanned atau malah dapet surat peringatan. Jadi, pilih nama domain yang unik, gampang diucapin, dan bebas dari hak cipta.
Dengan ngikutin langkah-langkah di atas, lo bakal siap meluncur ke Google Adsense tanpa hambatan. Selamat mencoba, dan semoga website lo makin cuan!