1. Wilayah Operasi Utama Exxon Mobil Indonesia
Exxon Mobil Indonesia beroperasi di beragam lapangan gas di tanah air, mulai dari Aceh sampai Jawa Tengah. Di Aceh, Lapangan Gas Arun jadi andalan dengan produksi puncak 3,4 miliar kubik per hari pada 1994. Sementara di Sumatra Utara, ada North Sumatera Offshore, South Lhoksukon A, dan South Lhoksukon D yang terus mengalirkan gas ke jaringan nasional.
Di Jawa, Blok Cepu jadi proyek gede. KKS (Kontrak Kerja Sama) ditandatangani 17 September 2005, meliputi wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Exxon Mobil Indonesia pegang 45 % saham dan jadi operator utama, bekerjasama sama PT Pertamina EP Cepu, Ampolex Cepu Pte Ltd., dan Mobil Cepu Ltd. Produksi di Blok Banyu Urip diproyeksikan mencapai 165 ribu barrel per hari, dengan fasilitas Central Processing Facility dan Floating Storage and Offloading yang canggih.
2. Sejarah Singkat & Jejak Rekor di Indonesia
Exxon Mobil Indonesia udah hadir sejak 1898 lewat kantor pemaaran pertama di tanah air. Dari eksplorasi pertama di 1912, sampai penemuan Lapangan Tanah Akar (Sumatra Tengah) tahun 1921, perjalanan beliau penuh milestone. Pada 1999, afiliasi Exxon dan Mobil resmi jadi Exxon Mobil Corporation, menjadikan grup ini salah satu raksasa minyak global dengan laba tahunan mencapai 36,13 miliar dolar AS—rekor yang bikin bangga.
Pemimpin saat ini, Richard J. Owen, menggantikan Terry McPhail sejak Desember 2011. Kedua pemimpin ini dipanggil beliau dalam setiap keputusan strategis, menjaga konsistensi dan inovasi di lapangan.
3. Eksplorasi Terbaru & Potensi Masa Depan
Setelah sukses di Cepu, tim eksplorasi terus melaju. Pada 2008, mereka berhasil ngebor sumur di Lapangan Jambaran, diikuti oleh Lapangan Kedung Keris dan Lapangan Alas Tuwa Barat (Bojonegoro). Wilayah eksplorasi baru meliputi Blok Cendrawasih (Papua), Blok Gunting (Jawa Timur), Blok Surumana (Selat Makassar), dan Blok Mandar (Polewali Mandar). Di Cendrawasih, mereka gandeng Black Gold Energy lewat Production Sharing Contract sejak Mei 2009, menguasai area seluas 4.991 km².
Hingga kini, tiga sumur eksplorasi di Blok Mandar sudah dibor, menunjukkan prospek yang “super promising”. Semua ini menandakan bahwa Exxon Mobil Indonesia terus memperluas jejaknya, siap jadi pemain kunci dalam industri minyak Indonesia.
4. Bisnis Hilir: Pelumas & Petrokimia
Selain hulu, Exxon Mobil Indonesia juga aktif di bisnis hilir lewat PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI). Di sini, mereka produksi pelumas berkualitas tinggi serta produk petrokimia yang dipakai di berbagai sektor, mulai dari otomotif sampai industri manufaktur. Produk pelumas mereka terkenal karena tahan lama, ramah mesin, dan membantu mengurangi konsumsi bahan bakar.
Dengan jaringan distribusi yang luas, produk pelumas ini sampai ke bengkel-bengkel kecil sampai pabrik besar, memastikan mesin‑mesin di Indonesia tetap “smooth” dan efisien.
5. Catatan Tambahan & Fakta Menarik
– Produksi awal di Blok Banyu Urip dimulai 2008, dan pada Agustus 2009 kapasitasnya udah nyentuh 20 ribu barrel per hari.
– Pada 2010, total produksi di blok ini mencapai 5 juta barrel.
– Untuk menjaga tekanan reservoir, Exxon Mobil Indonesia pakai teknik suntik air yang bersumber dari luapan air Bengawan Solo saat hujan.
Jadi, kalau kamu penasaran dengan dunia minyak Indonesia, Exxon Mobil Indonesia adalah contoh perusahaan yang terus berinovasi, menambah nilai ekonomi, dan tetap relevan di era modern.