Hey kamu! Pernah nonton Armada Cinta itu Buta dan ngerasa ada yang "mirip‑mirip" sama video klip lama? Yuk, kita kulik bareng-bareng apa yang bikin kedua klip ini terasa deket, tapi tetap unik. Tenang, semua dibahas dengan gaya santai biar nggak boring.
1. Kisah Di Balik Video Klip Armada Cinta itu Buta
Klipp ini berdurasi hampir 5 menit, terbagi jadi dua bagian yang saling berseling. Bagian pertama nunjukin band Armada lagi nge‑jam di ruangan putih bersih, sementara bagian kedua ngasih alur cerita yang agak "gelap‑gelap". Di sinilah beliau (si band) tiba‑tiba dikejar fans fanatik, terus melarikan diri pakai mobil merah yang dikendarai sama perempuan misterius. Si misteri ini malah ngikat, menjemput, dan "mengubah" anggota band jadi boneka lewat mesin aneh. Tapi, si vokalis berhasil ngelawan, nyelamatin temen‑temennya, dan akhirnya semua kembali jadi manusia kecuali si perempuan yang malah jadi boneka.
2. Titik Persamaan yang Bikin Penasaran
Kalau kamu bandingkan sama Take That How Deep is Your Love, ada beberapa elemen yang hampir identik:
- Sosok wanita misterius yang kelihatan "psikopat" dan suka menjambak rambut para anggota band.
- Pembungkaman dengan cara mengikat mereka di kursi, meski cara ikatnya beda (tali tebal vs ikatan seadanya).
- Alat intimidasi - di satu klip pakai garpu, di klip lain pakai stik golf.
- Mobil merah yang dipake buat bawa "tawanan" ke lokasi misterius.
- Eksekusi simbolik yang menampilkan proses "menghancurkan" atau "mengubah" anggota band.
Walaupun alur ceritanya beda di bagian awal dan akhir (klip Armada berakhir happy, sedangkan Take That agak kelam), konsep dasarnya tetap sama: band diculik oleh perempuan psikopat. Ini bikin banyak yang bertanya-tanya, "Plagiarisme apa cuma inspirasi?"
3. Kesimpulan: Inspirasi atau Plagiarisme?
Setelah ngeliat semua elemen di atas, bisa dibilang Armada Cinta itu Buta lebih ke inspirasi kreatif daripada plagiat mentah‑mentah. Kenapa? Karena meskipun ada kemiripan visual dan tema, beliau menambahkan twist unik - seperti mesin "boneka" yang ngubah anggota band, serta ending yang lebih ceria. Jadi, bukan sekadar copy‑paste, melainkan reinterpretasi dengan gaya yang lebih "kekinian".
Intinya, kalau kamu suka vibe dramatis dengan sentuhan misteri, kedua video klip ini layak ditonton. Dan ingat, inspirasi itu wajar, asal tetap ada sentuhan originalitas, kan?