Portal Informasi Gaya Hidup Sehat, Edukasi Nutrisi, dan Tips Praktis Sehari-hari.

Geng Drum: Dari Sejarah Drum Sampai Langkah Menjadi Drummer Keren ala Gilang Ramadhan

Cara Jadi Drummer Keren

Kalau kamu pengen menjadi drummer yang nge‑hit kayak Gilang Ramadhan, ada beberapa langkah simpel yang bisa kamu coba tiap hari. Nggak perlu ribet, yang penting konsistensi dan semangat terus! Berikut tipsnya:

  • Dengerin musik beragam - Mulai dari pop, jazz, sampai metal. Dengerin ketukan drum di tiap lagu, terus coba tiruin ritmenya.
  • Kumpulin referensi - Cari video tutorial, artikel, atau surat keterangan (bisa di blog atau forum) tentang teknik drum. Semakin banyak info, makin mantap skill‑mu.
  • Bikin lagu sendiri - Ciptain beat atau loop sederhana, terus kembangin jadi track lengkap. Ini bantu kamu ngerti sinkronisasi antara drum dan melodi.
  • Latihan kesabaran - Hindari fill yang asal‑asal aja. Fokus pada groove yang stabil dulu, baru tambahin variasi.
  • Gunain metronome - Alat ini bakalan jaga tempo kamu tetap steady. Coba set kecepatan lambat dulu, terus naikin secara bertahap.

Jadi, udah siap menjadi drummer handal dengan langkah-langkah di atas? Gas terus, jangan takut salah, karena tiap kesalahan itu bahan belajar.

Sejarah Drum yang Bikin Penasaran

Alat musik drum udah ada sejak zaman purba, lho. Manusia zaman peradaban awal dulu suka memukul‑memukul benda di sekitarnya buat ngerayain suksesnya berburu. Dari situ, mereka sadar ada suara yang kuat dan menggelegar yang bisa mengangkat suasana.

Berjalan lewat ribuan tahun, drum terus berevolusi. Di Mesir Kuno (sekitar 4000 SM), drum terbuat dari kayu dan kulit binatang, dipukul pakai tongkat kayu yang mirip stik drum modern. Sementara di Sumeria dan Mesopotamia, ditemukan kerangka drum raksasa yang diperkirakan dibuat sekitar 3000 tahun lalu.

Di Afrika, Yunani, bahkan India, drum muncul dalam bentuk yang unik - kayak drum jam pasir di relief candi Bharhut. Romawi pun pakai drum buat ngasih semangat ke pasukan perang. Selama abad pertengahan, Eropa kenalin timpani (atau kettle drum) yang terbuat dari tembaga, dipakai buat menandain waktu dan aba‑aba serangan.

Penjelajahan Eropa ke Amerika pada abad ke‑16 bawa drum ke benua baru, lalu pada abad ke‑19 drum masuk ke militer Rusia sebagai bagian dari parade musik. Era 20‑an sampai 70‑an melihat munculnya drum listrik, genderang senar, tenor, bas, serta simbal yang melengkapi set drum modern.

Drummer Legendaris Indonesia

Di dunia drum Indonesia, satu nama yang pasti udah pernah kamu denger: Gilang Ramadhan. Beliau lahir di Bandung pada Mei 1968, anak dari pasangan Ramadhan KH dan Safrida Nasution. Sejak kecil, beliau udah jago mainin banyak alat musik, tapi drum adalah yang paling disukainya.

Gilang dulu sempat jadi murid termuda di Taman Ismail Marzuki (TIM) untuk belajar biola pada 1971, terus melanjutkan studi piano dan organ di Prancis. Pada awal 80‑an, beliau melanjutkan pendidikan musik di Hollywood Professional School (AS) sekaligus jurusan perkusi di Los Angeles City College, lalu gabung ke LACC Big Band yang fokus ke jazz mainstream.

Setelah kembali ke Indonesia, beliau kolaborasi bareng Indra Lesmana dalam grup Nebula (fusion), serta ikut serta di band‑band seperti GTF, Exit, Karimata, Krakatau, dan Andromeda. Keterlibatan beliau di festival jazz internasional bikin nama drummer legendaris makin bersinar.

Uniknya, Gilang adalah satu‑satunya drummer di Indonesia yang disponsori oleh Zildjian (produsen simbal asal Amerika) dan Yamaha (raksasa alat musik Jepang). Kepercayaan dua brand besar itu bukti betapa handalnya beliau di dunia perkusi.

Kesuksesan Gilang jadi inspirasi buat kamu yang pengen ngikutin jejaknya. Ingat, kerja keras, kreativitas, dan passion adalah kunci utama.