Lewati ke konten

Menguak Pesona Suku Banjar dari Kuliner Hits Sampai Kesenian Unik yang Bikin Penasaran

Halo Guys! Kamu pasti udah tau dong kalau Indonesia tuh kaya bangtt sama keanekaragaman budaya? Nah, kali ini kita bakal bahas salah satu suku yang keceee dan penuh warna di Nusantara, yaitu suku Banjar. Mayoritas masyarakat suku Banjar saat ini tinggal di Kalimantan Selatan. Tapi tau gak sih, ternyata ada kisah menarik di balik asal usul suku Banjar yang ngebikin budaya lokal Indonesia makin berwarna!

1. Kuliner Khas Banjar yang Bikin Ketagihan

Bicara soal budaya rasanya kurang afdal kalau gak ngebahas kuliner khas Kalimantan yang auto bikin ngiler. Buat kamu yang suka berburu maknan lezat, Banjar punya hidangan legendaris yang wajib masuk list kamu.

a. Soto Banjar

Siapa sih yang bisa nolak kehangatan Soto Banjar? Kuah rempahnya yang kaya rasa bikinn suasana makan jadi makin nikmat. Kamu juga bisa coba bikin sendiri di rumah, lho!

Bahan-bahan:

  • 1/2 ekor ayam (bagian dada dan paha)
  • 100 gram soun (rendam air hangat sampai lunak, tiriskan)
  • 1 ruas kayu manis dan 1 buah pala
  • 1,5 liter air dan minyak secukupnya
  • Daun jeruk, serai (memarkan), dan 1 sendok makan kaldu bubuk

Bumbu Halus & Sambal:

  • 7 siung bawang putih, 10 siung bawang merah, 1 sdt garam, 1 sdt lada, 1 sdt jintan sangrai.
  • Untuk sambal: 2 siung bawang putih, 3 cabai merah besar, 8 cabai rawit, haluskan lalu goreng.

Cara Bikin:

Rebus ayam sampai empuk, ambil kuah kaldunya, lalu potong dadu daging ayamnya. Tumis bumbu halus sampai wangi, masukkan ke dalam kuah kaldu bareng pelengkap rempah lainnya. Racik soun dan ayam di mangkok, guyur kuah panas, lalu tambah lontong atau ketupat biar makin pas!

b. Mandai Basang

Olahan unik dari kulit buah cempedak ini punya rasa gurih khas yang nagih. Pas banget dimakan bareng nasi hangat!

Cara Bikin:

Potong kulit cempedak yang udah dibersihkan sesuai selera. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, dan garam. Campur bumbu ke kulit cempedak hingga merata, lalu goreng dalam minyak panas sampai matang kecokelatan. Praktis bangtt kan?

2. Cerita Unik Awal Mula Suku Banjar

Kalau kita ngulik sejarah, masyarakat suku Banjar itu sebenarnya heterogen dan sangat terbuka. Menurut beberapa literatur, nenek moyang masyarakat Banjar melakukan migrasi dari wilayah Sumatra dan sekitarnya menuju Kalimantan Selatan ribuan tahun lalu. Di sana, mereka berbaur manis dengan masyarakat asli setempat.

Dalam mitologi Dayak Bukit, ada cerita menarik tentang tokoh Si Ayuh dan Bambang Basiwara. Beliau berdua dikisahkan sebagai kakak beradik yang menjadi cikal bakal terbentuknya suku Bukit dan suku Banjar. Dari keturunan Bambang Basiwara inilah suku Banjar terus berkembang dengan karakteristik yang sangat khas.

Nama Banjar sendiri berakar dari nama Kesultanan Banjarmasin. Ketika Pangeran Samudera memeluk agama Islam, beliau memimpin rakyatnya masuk ke era baru yang penuh kedamaian. Sejak saat itu, nilai-nilai keislaman menjadi identitas yang melekat erat pada kebudayaan suku Banjar hingga hari ini.

3. Kesenian Madihin Musik Rap Tradisional nan Unik

Pernah dengar bentuk seni tutur berirama yang mirip gabungan antara musik rap dan stand-up comedy? Yups, namanya kesenian Madihin! Kesenian ini membawakan syair berpola rima yang diiringi pukulan gendang tarbang. Kesenian tradisional madihin biasanya diisi dengan pesan moral, nasihat positif, sampai humor segar yang bikin penonton tersenyum bahagia.

Salah satu seniman Madihin yang sangat legendaris adalah John Tralala. Beliau sangat piawai mengocok perut penonton lewat humor cerdas dan pukulan gendang yang energik. Semangat seni ini kemudian dilanjutkan oleh putra beliau, yaitu Hendra, yang terus berusaha menjaga warisan seni bernilai tinggi ini agar tetap relevan di mata anak muda.

Pertunjukan Madihin umumnya punya alur yang sangat terstruktur dan seru:

  • Pembukaan: Pemadihin memukul tarbang untuk menyapa penonton sekaligus memberikan gambaran tema.
  • Memasang Tabi: Bagian penuh keramahan di mana seniman menyampaikan salam hormat dan rasa terima kasih kepada audiens.
  • Manguran: Inti acara tempat penyampaian pesan moral utama yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.
  • Penutup: Kesimpulan manis yang diakhiri dengan pantun pamit nan santun.

Wah, ternyata eksotisme dan nilai budaya Nusantara kita ini keren banget ya! Yuk, terus apresiasi dan lestarikan warisan tradisi lokal agar tetap lestari dan makin dikenal dunia!

Artikel Lain di Suku