Lewati ke konten

Mengenal Lebih Dekat Suku Bajo, Sang Penjelajah Laut Nusantara yang Kece Badai!

Kalo kamu sering dengar nama Wakatobi di Sulawesi Tenggara, pasti udah nggak asing lagi sama pesona lautnya yang kebangetan indahnya. Nah, di balik indahnya alam bawah laut itu, ada kelompok masyarakat yang luar biasa banget, yaitu Suku Bajo. Kamu wajib tahu kalau beliau-beliau ini dikenal sebagai penjelajah laut nusantara yang super tangguh dan punya ikatan batin kuat banget sama samudra!

1. Lifestyle dan Keunikan Hidup Menyatu dengan Laut

Bicara soal gaya hidup, kehidupan suku bajo memang terbilang unik bangeet dan beda dari yang lain. Sejak dulu, perahu atau sampan bukan cuma sekadar alat transportasi buat beliau-beliau, tapi juga tempat tinggal sekaligus tempat mencari nafkah utama. Menariknya lagi, kaum ibu di kawasan Wakatobi ini juga jago banget melestarikan tradisi tenun wakatobi. Kain-kain khas seperti ledja dan kasopa ditenun secara manual pake alat tradisional, menciptakan motif yang estetis dan bernilai kebudayaan tinggi.

2. Evolved dari Laut ke Darat lewat Hunian Estetik

Dulu, rumah masyarakat Bajo dibangun persis berdiri di atas permukaan air laut. Tapi seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, beliau-beliau mulai mengadaptasi hunian yang lebih kokoh. Sejak era 1970-an, masyarakat Bajo rajin mengumpulkan batu karang dan endapan lumpur untuk memperkuat tapak bangunan. Langkah cerdas ini dilakukan beliau-beliau agar tiang rumah nggak mudah lapuk terkena air asin. Sekarang, arsitektur pesisir pantai tempat pemukiman beliau-beliau terlihat makin modern tanpa menghilangkan sentuhan kearifan lokal yang khas.

3. Asal Usul Legendaris Sang Penjelajah Samudra

Pernah penasaran nggak sih gimana cerita awal mula munculnya suku keren ini? Kalau menilik dari sejarah suku bajo, ada kisah menarik tentang nenek moyang beliau-beliau yang dikabarkan berasal dari Johor. Ceritanya, dahulu kala seorang puteri kerajaan hilang, lalu warga yang diutus mencari beliau menjelajah samudra hingga sampai ke pesisir Sulawesi. Singkat cerita, Sang Puteri menikah dengan raja tempatan, dan para pengikut beliau akhirnya memutuskan buat menetap di sana. Dari situlah cikal bakal asal usul suku laut yang kini tersebar di berbagai sudut Indonesia, mulai dari Nusa Tenggara hingga Jawa Timur.

4. Nilai Kepercayaan dan Solidaritas Tanpa Batas

Selain punya fisik yang tangguh saat menyelam, masyarakat Bajo juga sangat memegang teguh ajaran agama Islam yang diwariskan oleh para leluhur beliau. Dalam kehidupan sehari-hari, rasa persatuan di antara masyarakat Bajo sangatt luar biasa tinggi. Contoh simpelnya, klo ada salah satu warga yang belum punya perahu buat melaut, warga lainnya akan dengan senang hati meminjamkannya secara cuma-cuma. Sikap saling tolong-menolong ini terbukti menjaga solidaritas masyarakat pesisir tetap utuh dan harmonis sampai saat ini. Kebudayaan yang penuh kedamaian ini tentu jadi inspirasi indah buat kebudayaan lokal indonesia secara keseluruhan.

Artikel Lain di Suku