Biar Gak Gampang Insecure! Bedah Teori Psikososial Alfred Adler Versi Anak Muda

Biar Gak Gampang Insecure! Bedah Teori Psikososial Alfred Adler Versi Anak Muda

Pernah gak sih lo ngerasa minder atau insecure waktu ngeliat temen tongkrongan lo kayaknya makin sukses dan keren? Santai, bro/sis! Ternyata perasaan kayak gitu tuh normal bangett dan udah pernah dibahas sama pakar psikologi legendaris. Dalam dunia psikolgi, ada satu cabang keren yang namanya psikologi sosial, dan salah satu tokoh paling vokal yang ngebahas ini adalah Alfred Adler lewat teori psikososial Alfred Adler.

Mengenal 4 Tipe Kepribadian Versi Adler, Kamu Yang Mana?

Berdasarkan tingkat aktivitas dan seberapa peduli seseorang sama lingkungannya, Adler ngebagi tipe kepribadian manusia jadi 4 kategori nih. Penasaran lo masuk yang mana?

Pertama, ada The Ruling-Dominant Type. Tipe ini tuh super asertif, aktif, dan suka mengontrol keadaan. Sayangnya, mereka punya minat sosial yang minim, jadi kadang perilakunya bisaa mengarah ke aksi antisosial demi kepuasan pribadi.

Kedua, The Getting-Leaning Type. Tipe ini senengnya bergantung sama orang lain dan berharap kebutuhan mereka selalu dipenuhi sama sircle-nya. Tingkat aktivitas dan kepedulian sosialnya tergolong rendah.

Ketiga, The Avoidant Type. Ini tipe yang hobinya kabur dari masalah. Begitu ada tantangan hidup, doi pilih menghindar ketimbang nyari jalan keluar. Cenderung punya minat sosial yang sangat amat rendah.

Terakhir, tipe yang paling sehat dan ideal: The Socially Useful Type. Tipe ini punya penilaian yang realistis sama masalah, orientasi sosialnya tinggi, dan suka banget kerja sama sama orang lain buat capai tujuan bersama.

Dari Insecure Jadi Alpha: Rahasia Perasaan Inferior vs Superior

Menurut Adler, dorongan utama manusia dalam hidup itu sebenarnya adalah buat ngatasin perasaan inferioritas dan superioritas. Rasa inferior itu artinya kita ngerasa lemah atau kurang berani waktu ngadepin tugas hidup. Tapi tenang, inferior di sini bukan berarti lo rendah diri secara permanen ya, melainkan bentuk proses nimbang kemampuan diri sama orang lain yang lebih berpengalaman.

Nah, buat ngelawan rasa mider itu, kita otomatis berusaha jadi "superior". Tapi ingat, superior versi Adler tuh bukan berarti lo harus ngerasa paling jago dan ngerendahin orang lain, melainkan usaha terus-menerus buat jadi versi terbaik dari diri lo sendiri secara berkelanjutan.

Tapi hati-hati, kalo pola asuh waktu kecil terlalu dimanja atau malah ditolak, seseorang bisa ngembangin yang namanya inferiority complex atau superiority complex. Dua hal ini saling nutupin satu sama lain. Padahal, motif utama tiap orang pada dasarnya adalah buat jadi sosok yang kuat, kompeten, berprestasi, dan kreatif!

Sosok Alfred Adler dan Awal Mula Teori Psikososial

Biar gak cuma faham teorinya, kita kenalan dikit yuk sama pencetusnya! Alfred Adler ini lahir di Wina tahun 1870 dan dapet gelar dokter di Universitas Wina pada 1895. Awalnya doi fokus di bidang mata (ophthalmology), terus pindah ke psikiatri. Doi sempet kerja bareng Sigmund Freud dan bahkan jadi presiden "Masyarakat Psikoanalisis Wina".

Tapi, karena punya pandangan yang beda soal kepribadian, Adler akhirnya keluar pada tahun 1911 dan bikin aliran baru yang dinamain Individual Psychology. Di mazhab ini, doi nekanin pentingnya sifat khas kepribadian alias individualitas tiap manusia. Menurutnya, tiap orang itu punya konfigurasi motif, sifat, dan nilai yang beda-beda yang bikin langkah kehidpan mereka punya corak unik masing-masing.

Kenapa Manusia Butuh Orang Lain? Sisi Psikologi Sosial Kita

Adler percaya kalau masalah dalam hidup itu sebenernya selalu berhubungan sama masalah sosial. Jadi, fungsi jiwa yang sehat itu gak cuma sebatas bisa mencintai dan bekerja, tapi juga ngerasain kebersamaan sama orang lain dan peduli sama kesejahteraan mereka (istilah kerennya Gemeinschaftsgefühl atau fellow feeling).

Keunikan tiap individu ini dijelasin lewat konsep gaya hidup dalam psikologi. Gaya hidup ini dibentuk dari usia 4-5 tahun, lho! Bukan cuma karena faktor keturunan atau lingkungan, tapi dari gimana cara si anak menginterpretasikan situasi di sekitarnya. Makanya, cara tiap orang buat nyapai tujuannya bakal beda-beda banget.

Sosiolog Elizabeth Hurlock juga nambahin kalau di dalam kelompok, interaksi antar anggota bakal ngemban peran dan status masing-masing. Lo bakal dinilai sama sircle lo berdasarkan seberapa sukses lo menjalankan peran sesuai status yang lo punya.

Co-existence: Alasan Kenapa Sircle Tongkrongan Bisa Mengubah Gaya Hidup

Pernah gak lo ngeliat anak-anak dalam satu geng perilakunya bisa miripp banget satu sama lain? Itu dinamakan fenomena co-existence. Hal ini muncul karena tiap kelompok punya nilai dan ideologi yang ngarahin anggotanya ke tujuan tertentu, entah itu kelompok yang cenderung anarkis atau yang lebih moralis.

Pada akhirnya, lewat interaksi sosial anak muda dan pemahaman psikologi sosial ini, kita gak cuma bisa ngebedah perilaku manusia sebagai makhluk sosial, tapi juga bisa ngukur seberapa besar sih pengaruh lingkungan sosial budaya dan warisan sosial dalam membentuk karakter dan kepribadian kita sehari-hari. Jadi, pastikan lo ada di tongkrongan yang positif ya!