Pernah nggak sih kamu lagi asyik melamun pas gerimis, terus mikir dari mana asalnya semua air yang turun dari langit ini? Air tuh emang jadi bagian paling penting bgt buat kelangsungan hidup kita. Bayangkan aja, sekitar 70% tubuh makhluk hidup itu unsurnya air, lho! Makanya, nggak bakal ada kehidupan di bumi ini kalau nggak ada air yang mengalir indah.
Nah, air di planet kita ini terbagi jadi dua jenis, yaitu air tawar dan air laut. Biar stok air nggak pernah habis, alam punya cara ajaib lewat siklus air di bumi yang muter terus tanpa henti. Dari siklus keren inilah kita bisa menikmati rintik air yang menyegarkan lewat proses terjadinya hujan.
1. Berkenalan dengan Ragam Awan Penghias Langit
Sebelum air jatuh ke tanah, mereka berkumpul dulu di awan. Tapi kamu tahu nggak, awan di langit itu jenisnya beda-beda, lho! Awan terbentuk karna uap air mengalami kondensasi atau sublimasi di udara. Biar makin paham, yuk kepoin jenis-jenis awan berikut:
Pertama, ada kelompok Awan Tinggi yang nangkring di ketinggian 6.000 hingga 12.000 meter. Di sini ada awan Cirrus yang bentuknya halus kayak bulu burung. Ada juga Cirro-Stratus yang bikin langit kelihatan kelabu pucat, serta Cirro-Cumulus yang bergerombol imut mirip kawanan domba di langit.
Kedua, Awan Sedang yang berada di ketinggian 3.000 sampai 6.000 meter. Contohnya Alto-Cumulus yang bentuknya bulat tebal mirip bola-bola kapas, dan Alto-Stratus yang areanya luas bgt sampai sering menghalangi sinar matahari.
Ketiga, ada Awan Rendah di bawah 3.000 meter. Jenisnya mulai dari Strato-Cumulus yang bergelombang kayak ombak laut, Stratus yang mirip kabut tebal tapi nggak menyentuh tanah, hingga Nimbo-Stratus sang awan pembawa gerimis romantis di sore hari.
Terakhir, awan yang terbentuk akibat kenaikan suhu udara, seperti Cumulus yang bergumpal lucu dengan dasar rata, dan Cumulus-Nimbus si awan raksasa yang sering bawa badai guntur.
Fakta sejarahnya nih, pengelompokan awan yang super rapi ini dirumuskan lewat Kongres Internasional ratusan tahun lalu. Salah satu tokoh sains yang sangat berjasa dalam mengklasifikasikan awan ini adalah Luke Howard. Berkat kontribusi besar dari beliau, kita sekarang bisa dengan mudah membaca tanda-tanda cuaca hanya dengan melihat ke langit. Dedikasi beliau benar-benar membantu dunia sains berkembang pesat!
2. Sebenarnya Apa Sih yang Dimaksud dengan Hujan itu?
Sebelum kita bahas prosesnyaa lebih dalam, kita samakan persepsi dulu, yuk! Jadi, hujan itu adalah peristiwa jatuhnya butiran air dari langit ke bumi. Fenomena estetik ini terjadi karena adanya proses kondensasi uap air yang super intens di atmosfer.
Semua ini berawal dari penguapan air di permukaan bumi, mulai dari sungai, danau, laut, bahkan dari tubuh tumbuhan dan kita sebagai manusia. Berkat bantuan panas matahari yang hangat, air-air ini menguap ke atas langit dan memulai petualangannya menjadi butiran kehidupan yang mendukung manfaat air bagi kehidupan secara global.
3. Gini Nih Alur Proses Terjadinya Hujan
Sekarang, yuk kita bedah gimana proses ilmiahnya bisa terjadi. Semuanya sangat dipengaruhi oleh peristiwa konveksi di atmosfer bumi kita. Konveksi itu singkatnya adalah perpindahan panas akibat adanya pergerakan fluida dari satu tempat ke tempat lainnya.
Uap air yang naik ke atas karena dorongan tekanan udara bakal berkumpul di satu titik elevasi tinggi. Ketika gumpalan awan berdiameter sekitar 5 km terbentuk, awan tersebut sebenarnya menyimpan jutaan kilogram air, lho! Saat udara dingin di atas melakukan tugasnya, terjadilah kondensasi uap air yang mengubah uap tadi menjadi butiran es atau air.
Karna ditarik oleh gaya grapitasi bumi, butiran air yang makin berat itu akhirnya nggak sanggup lagi ditampung oleh awan. Ujungny, butiran-butiran tersebut jatuh bebas ke bumi yang kita sebut sebagai presipitasi alias hujan. Hujan yang turun ini bakal membawa kesejukan dan menghidupkan kembali alam yang semula kering.