Kamu pasti udah tahu dong kalau Indonesia itu surganya kerya seni gokil? Mulai dari seni rupa, tari-tarian estetis, seni peran, sampai seni musik yang ramah di telinga. Nah, salah satu unsur musik tradisional kita yang vibes-nya magis dan berkelas banget adalah gamelan. Musik ini bukan cuma sekadar instrumen biasa, tapi merupakan sebuah harmoni indah yang dihasilkan dari kolaborasi sekelompok orang yang bernyanyi sekaligus memainkan berbagai alat musik bersama-sama.
Karakterstik paling menonjol dari gamelan ini biasanya datang dari suara gambang, gong, metalifon, hingga ketukan kendang yang bikin merinding saking indahnya. Usut punya usut, alunan musik gamelan ini tercipta dari perpaduan pengaruh musik mancanegara yang sangat kaya, lho. Ada sentuhan instrumen khas Asia Tenggara, sistem nada dari China, gaya baris-berbaris militer Eropa, alat musik gesek khas Timur Tengah, hingga ketukan drum band ala India. Keren banget, kan?
1. Pesona Unik Gamelan Bali dan Banyuwangi
Kalau kamu main ke Bali, kamu bakal nemuin orkes gamelan yang bener-bener mempertahankan kejayaannya dengan cara yang autentik. Mereka fokus banget menjaga kualitas rona suara, irama, dan melodi yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari masyrakat pedesaan di sana. Gamelan Bali punya karakter yang lebih nyaring dan dinamis karena punya lebih banyk instrumen bilah daripada pencon. Rahasia suara cepat dan super bertenaga dari gamelan Bali ini ada pada alat musik bernama ceng-ceng yang mirip simbal kecil.
Nggak jauh dari Bali, ada juga gamelan Banyuwangi yang berasal dari daerah Blambangan. Meskipun secara geografis masih masuk wilayah Jawa, gamelan Banyuwangi ini mendapat penaruh kuat dari seni musik Bali. Hal inilah yang mbuat gamelan Banyuwangi punya ciri khas unik, yaitu iramanya yang bertempo cepat dan suaranya yang terdengar lantang sekaligus bersemangat.
2. Usul dan Sejarah Panjang Gamelan
Mari kita flashback ke masa lalu lewat sejarah alat musik gamelan ini. Jauh sebelum era modern, gamelan berkembang pesat di masa kejayaan kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara, terutama di bawah pemerintahan Kerajaan Majapahit. Berdasarkan mitologi Jawa, ada kisah menarik tentang Sang Hyang Guru. Beliau adalah sosok dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa dan memiliki istana megah di Medang Kamulan, tepatnya di sekitar Gunung Lawu.
Pada awalnya, beliau menciptakan sebuah gong untuk memanggil para dewa berkumpul. Namun, seiring berjalannya waktu, kreasi beliau berkembang pesat hingga menghasilkan satu set gamelan lengkap yang luar biasa. Kalau kamu berkunjung ke Candi Borobudur, kamu bisa melihat bukti otentik perkembangan alat musik ini pada relief candi yang menggambarkan instrumen kuno seperti kecapi, lonceng, suling bambu, alat musik dawai, dan kendang. Relief-relief estetik ini dipercaya menjadi catatan visual lahirnya gamelan di tanah air.
Proses penalaan atau penyelarasan nada gamelan itu rumit banget, lho. Setidaknya ada empat jenis skala tangga nada yang biasa digunakan dalam warisan budaya indonesia yang satu ini:
- Slendro: Tangga nada yang cenderung lebih mudah dipahami dan punya karakter suara yang gembira serta lincah.
- Pelog: Tangga nada khas Jawa dan Bali yang terdiri dari tujuh nada berbeda, yaitu barang, dada, nem, gulu, lima, bem, dan pelog. Karakter suaranya terdengar sangat khidmat dan damai.
- Degung: Tangga nada yang sangat kental dengan nuansa musik khas Sunda.
- Madenda: Tangga nada unik yang punya kemiripan dengan skala minor asli dalam musik modern.
3. Filosofi Mendalam Gamelan Jawa
Gamelan Jawa bukan cuma sekadar alat musik biasa, tapi juga media yang penuh dengan nilai sejarah dan filsafat hidup yang mendalam. Seorang sarjana bernama J.L.A. Brandes pada tahun 1889 pernah mengungkapkan sebuah teori menarik. Beliau menyatakan bahwa masyarakat Jawa sebenarnya sudah sangat akrab dengan seni wayang dan gamelan bahkan sebelum pengaruh Hindu masuk ke tanah Jawa.
Perpaduan suara lembut yang keluar dari instrumen gamelan jawa ini dipercaya mencerminkan keselarasan hidup orang Jawa yang tenang dan damai. Beberapa instrumen penting yang wajib ada di dalam gamelan Jawa antara lain:
- Kendang
- Bonang dan Bonang Penerus
- Demung, Saron, dan Peking
- Kenong, Kethuk, dan Slenthem
- Gender dan Gong
- Gambang, Rebab, Siter, serta Suling
Dahulu kala, kepemilikan gamelan ageng Jawa yang lengkap itu sangat terbatas dan hanya dimiliki oleh kalangan istana saja. Tapi sekarang, siapapun kamu yang tertarik mempelajari musik tradisional ini bisa memilikinya secara bebas, asalkan bukan gamelan pusaka keraton yang dikeramatkan. Keindahan gamelan Jawa bahkan diakui dunia internasional karena keluwesannya yang bisa masuk ke dalam dunia pendidikan dan terapi penenang jiwa.
4. Eksotisme Gamelan Banjar dari Kalimantan
Nggak kalah keren, di Kalimantan Selatan juga berkembang seni karawitan indah yang disebut Gamelan Banjar. Gamelan ini awalnya dibawa oleh Pangeran Suryanata ke Kalimantan Selatan pada abad ke-14 sebagai hadiah dari Kerajaan Majapahit, bersamaan dengan wayang kulit banjar dan senjata keris. Beliau memperkenalkan budaya ini hingga akhirnya membaur dengan kearifan lokal setempat. Gamelan Banjar ini terbagi menjadi dua versi populer:
1. Versi Keraton: Versi ini punya instrumen yang sangat lengkap untuk menyajikan musik yang megah. Alat musiknya meliputi babun, gendang dua, rebab, gambang, selentem, ketuk, dawu, tiga jenis sarun, seruling, kanung, kangsi, serta gong besar dan kecil.
2. Versi Rakyatan: Versi yang lebih sederhana dan merakyat ini biasanya hanya menggunakan babun, dawu, sarun, sarantam, kanung, kangsi, serta gong besar dan kecil.
Setelah runtuhnya Kerajaan Negara Daha pada tahun 1526, kesenian ini terus dilestarikan oleh para tokoh adat terkemuka. Sebut saja Datu Taruna, yang mana beliau mengajarkan seni menabuh gamelan kepada masyarakat. Ada juga Datu Taya yang ahli dalam mendalang wayang kulit, serta Datu Putih yang mengajarkan tari topeng.
Pada masa kepemimpinan Pangeran Hidayatullah, beliau bahkan mengirim para penabuh gamelan terbaik untuk belajar langsung di Keraton Solo agar kemampuannya semakin matang. Berkat jasa beliau dan para leluhur, kita masih bisa menikmati keindahan harmoni gamelan ini sampai sekarang. Yuk, mulai dengerin dan lestarikan warisan keren ini biar gak hilang ditelan zaman!