Lewati ke konten

Spill the History: Dari Burung Merpati Sampai Feed IG, Begini Evolusi Gokil Dunia Jurnalisme

Buat kamu yang doyan nyari info paling *up-to-date* atau sekadar hobi *scrolling* berita di media sosial, pernah mikir nggak sih gimana awalnya dunia jurnalisme itu lahir? Perkembangan jurnalisme itu emang *relate* banget sama perjalanan sejarah manusia dan teknologi. Dari zaman dulu sampai sekarang, cara jurnalis menyampaikan berita udah sukses ngubah cara pandang masyarakat dunia dalam menjalani hidup.

Jujur aja, manusia itu makhluk yang *FOMO* dan nggak bisa lepas dari berita, entah itu info penting buat masa depan atau sekadar kabar ringan. Uniknya lagi, manusia punya sifat pelupa dan keterbatasan akal. Nah, karena alasan itulah kita butuh dunia jurnalisme sebagai pengingat dan sumber informasi tepercaya.

Apalagi di era sekarang, hak buat menyuarakan pendapat lewat media cetak maupun digital dijunjung tinggi banget. Momen ini pas banget buat kita belajar dan mengasah *skill* menulis. Tapi sebelum melangkah lebih jauh, yuk kita kilas balik dulu ke sejarah awal munculnya istilah jurnalis!

1. Dari Papan Pengumuman Romawi Sampai "Reporter" Burung Merpati

Kalau ngomongin asal-usul jurnalis pertama, para ahli sejarah biasanya selalu merujuk pada era Kekaisaran Romawi pas masa Julius Caesar (100-44 SM). Om Jules punya kebiasaan mengumumkan keputusan senat lewat papan pengumuman yang disebut Acta Diurna. Biarpun punya kekuasaan tanpa batas, Jules merasa publik Roma tetap harus tahu apa yang lagi dikerjain pemerintahannya. Dari sinilah lahir istilah Jurnalis, yang berasal dari kata diurnalis alias para juru tulis senat.

Tapi tahu nggak sih? Kalau dirunut lebih jauh sebelum zaman Julius Caesar, aktivitas catat-mencatat info udah ada, lho. Contohnya catatan Eumenes pada 363 SM yang mengisahkan tokoh-tokoh besar kayak Alexander Agung sampai Aristoteles.

Bahkan ada cerita legendaris pas zaman Nabi Nuh AS sewaktu banjir besar menghantam bumi. Waktu itu, Nabi Nuh butuh info yang super akurat soal kondisi daratan. Diutuslah seekor burung merpati yang bertindak kayak "reporter investigasi" dadakan. Merpati ini terbang muter-muter sampai akhirnya balik membawa ranting zaitun - tanda utama kalau air laut udah surut. Boleh dibilang, merpati inilah bentuk paling awal dari pencarian informasi yang dibutuhkan manusia!

2. Koran Pertama di China dan Revolusi Mesin Cetak Gutenberg

Tradisi tulis-menulis lalu berlanjut ke daratan China. Di sana, lahir koran pertama di dunia bernama King Pao. Isinya khusus mengabarkan titah dan keputusan kaisar yang sifatnya mutlak dan nggak boleh dibantah sama siapa pun.

Perkembangan jurnalisme lalu makin *leveling up* pas memasuki Abad Pertengahan di Eropa. Momen paling fenomenal terjadi pada tahun 1450 ketika Johannes Gutenberg menciptakan mesin cetak. Inovasi ini bener-bener merevolusi dunia dan membawa jurnalisme naik kelas 100 persen karena tulisan bisa diperbanyak dengan sangat cepat.

Nggak lama setelah mesin cetak hadir, lahir media massa pertama di Eropa yang ditujukan buat masyarakat umum (bukan cuma buat raja), yaitu Gazzeta di Venesia, Italia. Kehadiran media ini bikin wawasan dan cara pandang masyarakat terbuka luas karena informasi nggak lagi didominasi oleh kaum penguasa.

3. Era Modern di Amerika: Jurnalisme Jadi Ilmu Keren dan Profesi Hits

Seiring berjalannya waktu, istilah jurnalisme juga makin akrab disebut dengan istilah "pers". Di Amerika Utara, perkembangan pers ngikutin jejak sejarah kolonial Inggris. Uniknya, orang-orang di Amerika mempopulerkan kembali istilah *journalism* sebagai kegiatan pencarian berita yang butuh keahlian khusus.

Sementara itu di Inggris, lahir surat kabar *Oxford Gazette* (yang kemudian istilah *Gazette* diganti jadi *newspaper*). Pas era Revolusi Industri, jurnalisme nggak cuma dianggap sebagai kegiatan catat-mencatat biasa, tapi mulai dipandang sebagai cabang ilmu baru di bidang sosial. Karl Bucher dan Max Weber dari Universitas Basel Swiss bahkan ngenalin ilmu persuratkabaran bernama Zeitungkunde pada tahun 1884.

Memasuki abad ke-20, jurnalisme makin keren! Pada tahun 1912, Joseph Pulitzer mendirikan sekolah jurnalisme paling beken di dunia, yaitu *Columbia School of Journalism*. Teori jurnalisme makin matang, kode etik dirumuskan, dan teknik pemberitaan makin luas. Lahir juga nama-nama jurnalis legendaris kayak Hunter S. Thompson dan Tom Wolfe yang bikin dunia jurnalisme jadi industri besar dan makin bergengsi.

Nah, dari perjalanan panjang sejarah di atas, ngebuktiin kalau dunia tulis-menulis itu emang selalu dekat dan nempel sama kehidupan manusia. Sekarang, peralatannya udah makin canggih - dari papan kayu, mesin cetak jadul, sampai media digital kekinian.

Memahami sejarah jurnalisme nggak cuma buat nambah wawasan, tapi juga bisa jadi pemicu semangat buat kamu yang pengen belajar nulis. Jadi jurnalis atau *content writer* masa kini itu seru banget, kok! Nggak ada kata terlambat, selama ada niat, kamu juga bisa asah *skill* menulis kamu dari sekarang. Gimana, tertarik buat mulai bikin karya tulismu sendiri?

Artikel Lain di Ilmu Sosial

  • Bongkar macam‑macam ideologi Kekinian: Dari Liberal sampai Demokrasi yang Bikin Lo Paham

    Yo, generasi Z! Lo pasti pernah denger kata "ideologi" di kelas atau di medsos, tapi apa sih sebenernya artinya? Ideologi itu kayak peta visi yang ngebimbing sebuah bangsa buat ngatur tatanan pemerintahan dan ngarahin cara...

  • Rezim Melati

    Ketika komando memasuki istana negara. Ketika moncong senapan menjadi surat suara. Ketika angan-angan dan impian terpenjara dalam derap-derap langkah serdadu di balik pintu. Seketika itu pula tanah-tanah lapang menjadi kuburan....

  • Pemahaman Masyarakat Terhadap Resesi dan Depresi Ekonomi

    Ekonomi merupakan bidang nan sangat krusial dalam kehidupan manusia. Tidak jarang, masalah-masalah ekonomi berdampak pada bidang politik, sosial, atau nan lainnya. Mungkin itu pula nan menjadikan istilah “berdampak...

  • Siapa Yang Diuntungkan?

    Kontrak kerja karyawan sebenarnya telah diatur oleh pemerintah dalam UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 58. Dalam UU tersebut, secara jelas telah diatur mengenai tata cara, prosedur, dan status karyawan. Jika seorang karyawan nan...

  • Biar Gak Abal-Abal: Yuk Pahami Dasar Organisasi & Vibe Kerja Seru Era Modern

    Pernah gak sih kamu ngerasa kalau hidup kita itu gak pernah bisa lepas dari yang namanya ngumpul bareng orang lain? Mulai dari ngerjain tugas kelompok di kampus, join komunitas skincare , sampai masuk ke dunia kerja professional,...

  • Efektivitas Komunikasi Antarpribadi

    Banyak nan salah mengartikan komunikasi antarpribadi . Pengertiannya secara generik ialah komunikasi antara dua individu. Namun dalam ilmu komunikasi, pengertiannya lebih sempit dan terdapat syarat-syarat tertentu. Pengertian...

  • Berprestasi di Tengah Padatnya Jadwal

    Sebelum membahas definisi prestasi belajar , mari kita simak mitos-mitos tentang prestasi di bawah ini: 1. “Saya sungguh senewen, anak aku mendapat nilai merah di raportnya buat pelajaran Matematika. Padahal aku sudah...

  • Membangun Bisnis dari Konsep Arti Bisnis

    Pelaku maupun pengamat bisnis sudah seharusnya memahami arti bisnis . Bagaimana mungkin orang akan menjalankan bisnis jika tak mengerti bisnis. Namun, memang banyak juga nan tak peduli dengan teori-teori maupun kajian definisi...

  • Kenalin Ideologi Pancasila: 5 Sila yang Bikin Bangsa Makin Keren

    Yo, generasi milenial! Ideologi Pancasila itu bukan cuma kata-kata berat di buku sejarah, tapi udah jadi dasar negara Indonesia yang ngasih vibe kebersamaan, keadilan, dan semangat kebhinekaan. Yuk, kita kulik bareng-bareng...

  • Seputar Daftar Barang Impor Indonesia

    Tahukah Anda daftar barang impor Indonesia ? Global perdagangan semakin kompetitif dewasa ini. Perjanjian perdagangan antarnegara juga semakin mempermudah melakukan transaksi. Pasar dunia dan perindustrian pun berjalan lebih...