Lewati ke konten

Gaya Klasik ala Sriwijaya: Kenalan sama Pakaian Adat Sumatera Selatan yang Keren Banget!

1. Sejarah Keren dari Era Kesultanan Palembang

Udah tau gak, pakaian adat Sumatera Selatan itu asal‑usulnya udah dari zaman Kesultanan Palembang, kira‑kira abad ke‑16 sampai pertengahan abad‑19. Pada masa itu, cuma kalangan bangsawan yang pakai, disebut Priyai. Jadi, tiap helai kainnya punya vibe “royal” yang masih terasa sampe sekarang.

2. Corak Khas yang Bikin Mata Melotot

Setiap kabupaten di provinsi ini punya corak khas pakaian adat yang beda‑beda. Misalnya, di Ogan Komering Ulu (OKU) warna merah merona dipadu sama motif mawar keemasan, lengkap dengan mahkota yang dihias kelapo standan dan roncean. Sementara di Lahat, mahkota raja‑ratu makin unik, tetap dominan keemasan tapi dengan sentuhan songket lepus yang elegan.

Di Palembang ada dua style utama: Aesan Gede yang pink‑keemasan, dan Aesan Pak Sangkong dengan jubah motif tabor dan seluar songket. Kedua style ini ngebawa vibe megah kerajaan Sriwijaya, lengkap sama perhiasan bunga goyang, kelapa satu tandan, dan hiasan emas.

3. Komposisi Kain yang Bikin Kain Songket Semakin Berkelas

Kain yang dipake biasanya kain songket tradisionel, ditenun pake benang emas atau perak. Kadang ada tambahan sulaman benang biasa berwarna, atau bahkan disemprot dengan cairan emas biar makin gliter. Bagian dalamnya ada kutang (epilog dada) yang juga dihias permata atau manik-manik kecil.

Untuk cewek, biasanya dipadukan sama kebaya pendek, kebaya landong atau kelemkari yang panjangnya sampe di bawah lutut. Kebayaa ini terbuat dari bahan yang sama, jadi tetap sinkron dengan baju pria yang pakai tanjak (tutup kepala).

4. Aset Budaya yang Harus Kita Jaga

Pakaian adat bukan cuma fashion, tapi aset budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Di era digital sekarang, budaya pop bisa aja “nyerobot” nilai tradisional, makanya penting banget buat tetap pakai pakaian adat Sumatera Selatan di tiap upacara, bukan cuma pas nikahan doang.

Kalau kamu pengen dukung pelestarian, coba ikut sosialisasi di komunitas lokal, atau pakai pakaian adat di acara kampus, reuni, atau event budaya. Dengan begitu, nilai historis dan filosofi di balik warna‑warna keemasan, merah, dan pink tetap hidup di generasi muda.

5. Tips Biar Tampil Keren Pakai Pakaian Adat Sumatera Selatan

1. Padukan kain songket dengan aksesoris modern, misalnya sneakers putih atau tas kecil yang simpel.
2. Pilih warna yang cocok sama tone kulit kamu; kalau kulit agak gelap, pink‑keemasan bakal nampak glowing.
3. Jangan lupa perhatikan tanjak atau mahkota, karena itu yang bikin tampilan makin “royal”.
4. Kalau mau lebih casual, cukup pakai kebaya landong dengan celana panjang hitam, tetap terasa tradisional tapi gak berlebihan.

6. Kenapa Kamu Harus Bangga dengan Pakaian Adat Sumatera Selatan?

Karena tiap helai kainnya ngandung cerita tentang kejayaan Kerajaan Sriwijaya, keberagaman etnik Melayu, dan kreativitas para perajin lokal. Memakai pakaian ini bukan cuma soal gaya, tapi juga cara menunjukkan rasa hormat ke warisan nenek‑moyang. Jadi, next time ada acara adat atau sekadar hangout, jangan ragu buat tampil beda dengan pakaian adat Sumatera Selatan—kamu bakal jadi pusat perhatian dengan sentuhan sejarah yang tetap fresh.

Artikel Lain di Budaya