Halo guys! Sering gak sih kamu ngerasa bingung pas lagi dengerin lagu favorit terus pengen coba mainin pake alat musik, tapi pas liat kertas musiknya malah penuh sama simbol-simbol yang mirip cacing? Tenang aja, lembaran berisi simbol musik itu namanya partitur. Lewat artikel ini, kita bakal kupas tuntas dunia musik biar kamu makin asyik pas belajar not balok tanpa perlu pusing lagi!
1. Perbedaan Simpel Antara Not Angka dan Not Balok
Di dunia musik, ada dua cara penulisan nada yang paling sering dipake, yaitu not angka dan not balok. Kalau not angka, penulisan nadanya simpel banget karena cuma pake angka satu sampai tujuh. Pasti kamu udah familier kan kalau angka-angka ini mewakili nada-nada dasar mulai dari do, re, mi, fa, sol, la, hingga si.
Uniknya, kalau angka tersebut berdiri sendiri tanpa ada tanda titik, itu tandanya nada berada di posisi natural. Tapi, kalau kamu ngeliat ada titik di atas angka, itu artinya nada tersebut dimainkan satu oktav lebih tinggi dari nada aslinya. Sebaliknya, kalau ada titik di bawah angka, nadanya dimainkan lebih rendah.
Sedangkan buat not balok, visualisasinya jauh lebih estetik karena menggunakan simbol bulatan unik. Bulatan ini ada yang punya tangkai tegak dan ada juga yang punya bendera, tergantung dari panjang pendeknya nada yang dimainkan nanti.
2. Sejarah Keren di Balik Garis Paranada
Kamu wajib tau nih, wadah utama tempat ditaruhnya lambang-lambang not balok itu namanya paranada, atau istilah kerennya di luar negeri adalah stave. Bentuknya berupa lima garis lurus horizontal yang sejajar dengan jarak yang sama presisi.
Di balik terciptanya sistem paranada modern ini, ada sosok komposer legendaris bernama Guido d'Arezzo. Beliau adalah seorang biarawan asal Italia yang mendedikasikan hidupnya untuk menyederhanakan cara membaca musik agar para penyanyi di zamannya tidak kesulitan menghafal lagu baru. Berkat dedikasi luar biasa dari beliau, kini kita semua bisa menikmati teori musik dasar dengan sangat sistematis dan rapi. Beliau benar-benar membawa revolusi besar bagi dunia seni musik global.
3. Mengenal Anatomi Not Balok yang Estetik
Biar pemahaman kamu makin matang, yuk kita bedah anatomi dari lambang not balok ini. Gak rumit kok, strukturnya cuma terdiri dari tiga bagian utama yang gampang banget diingat.
Bagian pertama adalah kepala not, yaitu bentuk bulatan oval yang ada di bagian bawah simbol. Bagian kedua adalah tangkai not yang berupa garis lurus vertikal menjulang ke atas atau ke bawah dari kepala not. Terakhir, ada bendera not yang posisinya nempel di ujung tangkai dan melengkung ke arah luar bagaikan bendera mini yang sedang berkibar ditiup angin kencang.
Bentuk kepala, tangkai, dan bendera ini yang nentuin nilai ketukan dari setiap nada. Misalnya, kalau kepalanya cuma bulatan kosong tanpa tangkai, nilainya utuh alias empat ketukan penuh. Kalau kepalanya kosong tapi punya tangkai, nilainya jadi setengah (dua ketukan). Sedangkan kalau bulatan kepalanya hitam penuh dan ada tangkainya, nilainya seperempat (satu ketukan). Makin banyak benderanya, nilainya akan makin kecil dan ketukannya makin cepat. Seru banget kan buat dipelajrai?
4. Fungsi Garis Birama dalam Ketukan Lagu
Saat kamu membaca paranada, kamu juga akan nemuin garis tegak lurus vertikal yang memotong kelima garis sejajar tersebut. Nah, garis vertikal ini dinamakan dengan garis birama. Fungsi utamanya penting banget, yaitu membatasi jumlah ketukan dalam satu bagian melodi lagu biar tempo permainan musik kamu gak berantakan dan tetap harmonis.
Biasanya, lagu-lagu pop modern yang sering kamu dengerin lewat Spotify atau Apple Music tersusun dari puluhan birama teratur biar pas di telinga pendengar. Dengan memahami cara membaca not balok ini, dijamin *skill* bermusik kamu bakal naik kelas dan bikin teman-teman tongkrongan kamu makin kagum!