Lewati ke konten

Seni Kreatif atau Vandalisme Berkedok Estetik? Menguak Story Panjang Grafiti di Jalanan

1. Tembok Jakarta dan Suara Kritis Anak Muda

Inget nggak sih, pas kasus kriminalisasi KPK lagi viral-viralnya dulu, tembok-tembok Jakarta mendadak rame sama gambar kartun cicak, tikus, sampai buaya? Nggak cuma di situ, pilar-pilar proyek monorel deket gedung DPR juga sempet penuh sama ilustrasi "nyentrik" yang menyindir para pejabat negara. Nah, gambar-gambar nakal tapi penuh kritik sosial di tembok fasilitas umum inilah yang biasa kita kenal dengan sebutan grafiti.

2. Dari Mana Sih Usul Asal Kata Grafiti?

Eits, sebelum kita bahas makin jauh, yuk kenalan dulu sama history-nya! Kalau ditarik dari sejarahnya, kata "grafiti" tuh berasal dari bahasa Italia, yaitu graffito, yang artinya 'goresan di tembok'. Istilah ini sebenarnya udah eksis sejak pertengahan abad ke-19, lho! Sekarang, grafiti makin dikenal sebagai karya visual berupa gambar atau tulisan yang dilukis di tembok maupun permukaan keras lainnya di ruang publik. FYI, kalian masih inget vibes lukisan tembok di film Alexandria yang sempet hits dulu nggak?

3. Seni Keren atau Cuma Vandalism Doang?

Perjalanan sejarah grafiti emang nggak pernah sepi dari debat panas. Banyak orang yang masih mempertanyakan: grafiti itu murni sebuah karya seni, tindakan kriminal vandalisme, atau justru simbol perjuangan aspirasi rakyat? Yang jelas, mayoritas masyarakat - bahkan sebagian anak muda sendiri - masih sering ngasih cap kriminal ke para bomber (sebutan buat kreator atau kelompok pembuat grafiti).

4. Aksi "Kucing-kucingan" Para Bomber Malam Hari

Stempel negatif ini mau tak mau bikin seni grafiti selalu berurusan sama hukum. Para bomber dianggap ngerusak estetika kota, sampai-sampai petugas harus putar otak buat "menertibkan" mereka. Uniknya, para bomber yang didominasi anak muda ini emang hobi banget ngasih *surprise*. Mereka biasanya beraksi secara rahasia pas *midnight*, terus bikin warga kaget pas pagi-pagi nemu tembok lingkungannya udah berubah penuh lukisan estetik.

5. Hukuman Unik Sampai Wadah Khusus Vandalism

Di Amerika Serikat, remaja yang kena hukuman akibat kejahatan ringan biasanya disuruh buat ngebersihin grafiti di dinding-dinding kota sebagai sanksi sosial. Nah, kalau di Jakarta sekitar tahun 1990-an, warga senior pasti inget sama keberadaan "Tugu Corat-coret". Tugu tembok polos dan tinggi ini emang sengaja disediakan pemerintah zaman dulu biar para bomber punya wadah resmi, jadi mereka nggak melampiaskan kreativitasnya secara liar di fasilitas umum lagi.

6. Saat Grafiti Bikin Kota Jadi Lebih Fresh dan Berwarna

Tapi tenang, grafiti nggak selamanya dianggap sebagai "musuh" kok! Ada kalanya grafiti justru dirangkul hangat, contohnya pas beberapa instansi pemerintah dan sekolah kolaborasi bareng buat melukisi pilar-pilar flyover di sepanjang Jl. Yos Sudarso, Jakarta. Grafiti yang sarat pesan budaya dan edukasi ini malah banjir pujian karena sukses menyulap pilar beton kelabu yang boring jadi jauh lebih *fresh* dan berwarna. Mau dipandang positif atau negatif, satu hal yang pasti: sejarah grafiti bakal tetap membuktikan kalau aksi corat-coret ini adalah salah satu bentuk kreativitas anak muda yang nggak ada matinya!

Artikel Lain di Seni

  • Tari Eropa Ballet

    Hampir semua jenis tari memiliki kisah dan sejarahnya sendiri. Tari dansa, ballet dan waltz ialah tiga dari sekian banyak ragam tari Eropa yang kita kenal. Bagaimanakah kisah dan sejarah ketiga tarian tersebut? Tari Eropa...

  • Ngulik Kayu: 3 Spot Keren di Indo yang Bikin Kamu Pengen Bikin Ukiran

    Indonesia tuh penuh warisan budaya Indonesia yang keren abis, terutama yang berbahan seni ukir kayu . Dari Yogyakarta sampe Bali, sampai Lombok, tiap daerah punya ciri khas yang beda‑beda, bikin koleksi kerajinan kayu tradisional...

  • Masalah pada Seni Teater Nusantara

    Pertunjukan seni teater nusantara ialah bagian dari media komunikasi tradisional, khususnya pada pertunjukan teater tradisi. Teater, biasanya diartikan sebagai gedung atau nan berkaitan denga loka pertunjukan. Kata teater...

  • Problematika Kesenian Ketoprak

    Dulu, Kesenian Ketoprak memiliki loka nan begitu istimewa di lingkungan masyarakat, khususnya masyarakat Jawa. Namun, coba tanya kepada anak muda sekarang, "Apa itu kesenian ketoprak?" Jawabannya mungkin akan terdengar menyedihkan....

  • Cara Berbeda Menghapus Graffiti

    Bila Anda sempat mengikuti festival Salihara Juli 2010 silam, Anda niscaya dapat menikmati graffiti battle di sekitar pelataran parkirnya. Komunitas Salihara memfasilitasi segala bentuk seni, salah satunya grafiti atau seni...

  • Cerita Wayang

    Wayang ialah hasil seni budaya nan ada sebelum kedatangan bangsa Hindu. Sejarah wayang berhubungan dengan masuknya kebudayaan Hindu, Islam, Kristen, dan bangsa Cina. Hal itu memperkaya corak pada wayang. Cerita dalam wayang...

  • Bikin Melongo, Kenalan Sama Pakaian Adat Aceh yang Super Aesthetic dan Full Vibes Islami

    Halo Guys! Siapa nih dari kalian yang suka merhatiin style fashion daerah yang super unik dan tetep aesthetic? Kali ini kita mau ngebahas tentang pakaian adat aceh ulee balang yang punya kilau mevvah tapi tetep njaga nilai-nilai...

  • Bikin Pernikahan Auto Viral: Kenapa Seni Berbalas Pantun Wajib Masuk Wedding List Kamu

    Kalau denger kata pantun, pasti ingatan kita langsung melayang ke pelajaran Bahasa Indonesia zaman SD atau jokes receh di media sosial. Padahal nih ya, seni berbalas pantun kekinian tuh seru bangettt kalau dihadirkan lagi...

  • Aturan Penari

    Tari ialah salah satu cabang seni nan sejak zaman dulu telah berkembang di berbagai loka di Indonesia termasuk Jawa Tengah. Tari nan diciptakan pada era kerajaan sering disebut dengan nama tari klasik. Dalam kesempatan ini,...

  • Siapa Atlas?

    Atlas, namanya seolah mengingatkan kita pada sebuah buku nan berisikan gambar dari seluruh permukaan bumi, benua dan lautan. Asal mula penamaan gambar permukaan bumi tersebut sepertinya juga berkaitan dengan nama salah satu...