1. Rujukan Bentuk Hasil Diskusi
Kalau kamu lagi ikut diskusi online atau forum, tetep harus catat sumbernya dengan rapi. Berikut cara santainya:
- Nama belakang penulis, diikuti koma, terus nama depan + nama tengah.
- Tanggal, bulan, sama tahun diskusi (contoh: 20 November 1995).
- Judul topik yang dibahas, italic biar keliatan penting.
- Tulisan "Online" dalam kurung.
- Alamat email atau link sumber, terus tambahin keterangan “diakses” beserta tanggalnya.
Contoh:
beliau. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion List, (Online), (NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu, diakses 10 September 2023)
2. Rujukan Bentuk Artikel Jurnal
Kalau kamu ngutip artikel jurnal yang tersedia di web, ikutin pola ini biar tetap referensi akademik yang valid:
- Nama belakang penulis, koma, nama depan + nama tengah.
- Tahun publikasi.
- Judul artikel (italic).
- Nama jurnal (italic).
- "Online" dalam kurung.
- Volume, nomor jurnal.
- Link web + keterangan “diakses” tanggalnya.
Contoh:
beliau. 2022. Ekonomi Kreatif di Era Digital. Jurnal Ekonomi Modern, (Online), Vol. 5, No. 2 (https://examplejournal.id/ekonomi-kreatif, diakses 12 Juli 2023)
3. Rujukan Bentuk Karya Individual
Untuk sumber web yang berupa artikel blog, laporan, atau konten pribadi, pakai format simpel ini:
- Nama belakang penulis, koma, nama depan + nama tengah.
- Tahun terbit.
- Judul karya (italic).
- "Online" dalam kurung.
- URL lengkap, terus “diakses” tanggalnya dalam kurung.
Contoh:
beliau. 2021. Kyai di Persimpangan Jalan antara Pesantren dan Politik. (Online) (https://idhamhalil.web.id/kyai-di-persimpangan, diakses 19 Agustus 2021)
Ingat, menyalin teks langsung tanpa ngasih kredit itu plagiat—bukan cuma melanggar etika, tapi juga bisa bikin kamu kena sanksi akademik. Jadi, selalu pastiin setiap kutipan ada daftar pustaka yang lengkap dan sesuai format.
Semoga panduan singkat ini bikin kamu makin pede saat ngerjain skripsi, tesis, atau tugas kuliah lainnya. Selamat menulis, dan jangan lupa tetap kreatif serta original! 🚀