Portal Informasi Gaya Hidup Sehat, Edukasi Nutrisi, dan Tips Praktis Sehari-hari.

Gak Cuma Sinyal Morse, Kisah sejarah radio yang Bikin Kamu Terpukau

Penemu Radio yang Sering Dilupain

Kalau lo denger kata penemu radio, biasanya yang kepikiran langsung Guglielmo Marconi. Tapi, ada satu tokoh lain yang jarang diomongin, Reginald Aubrey Fessenden. Beliau ini berhasil ngirim suara manusia lewat gelombang udara pertama kali pada 24 Desember 1906. Bayangin, radio FM yang lo dengerin di mobil sekarang, berawal dari eksperimen Fessenden yang sempet gagal dulu!

Awal Mula Radio: Dari Sinyal Morse ke Suara

Pada 12 Desember 1901, Guglielmo Marconi berhasil ngirim huruf "S" pake kode morse dari Cornwall ke Newfoundland. Saat itu, radio masih kayak teknolgi baru: cuma bisa ngirim sinyal sederhana. Nggak lama kemudian, penemuan gelombang FM bikin radio jadi media hiburan, pendidikan, bahkan propaganda.

Radio di Indonesia: Dari Kolonial sampai Now

Di tanah air, radio pertama kali muncul lewat stasiun kecil di Hotel Des Indes pada 1925, yang nanti jadi cikal bakal Radio Republik Indonesia (RRI). Sejak 1945, RRI udah resmi jadi suara pemerintah, terus berkembang bareng regulasi seperti PP No.21/1967 tentang amateurisme dan PP No.55/1970 tentang radio siaran non‑pemerintah. Sampai sekarang, radio tetap jadi platform yang murah dan fleksibel buat nyebarin info ke pelosok.

Teknologi Radio: Dari AM ke FM

Awalnya, siaran radio pakai radio AM (Amplitude Modulation) yang rawan gangguan. Tahun 1933, Edwin Howard Armstrong (beliau) ngenalin gelombang FM (Frequency Modulation) yang suara lebih jernih, meski badai sekalipun. Sistem radio FM juga memungkinkan multiplexing, jadi satu frekuensi bisa ngirim dua program sekaligus. Karena keunggulan ini, sejak 1940-an FM mulai ngebanjiri gelombang udara dan sampai sekarang masih jadi pilihan utama pendengar.

Jadi, sejarah radio itu bukan cuma soal satu orang atau satu penemuan. Dari Marconi yang kirim kode "S", sampai Fessenden yang nyanyiin "Largo" lewat udara, dan Armstrong yang ngasih kita gelombang FM yang bersih, semuanya berkontribusi bikin radio jadi media yang cepat, luas, dan serbaguna. Semoga lo jadi makin ngeh dan makin cinta sama suara yang selalu menemani hari-hari lo!