Lewati ke konten

Big bang: Dari langit merah hingga ayat quran, Kenapa kamu harus tau

1. Sejarah Pandangan Masyarakat 19‑th

Di abad ke‑19, kebanyakan orang masih ngebayangin bumi itu statis dan tak berubah. Mereka percaya alam semesta udah ada selamanya, kayak lukisan yang nggak pernah pudar. Ide ini banyak dipengaruhi tulisan George Plitzer dalam bukunya "Principes Foundamentaux de Philosophie". Menurut beliau, alam bukan hasil ciptaan yang tiba‑tiba muncul, melainkan sesuatu yang "selalu ada".

2. Pandangan Astronom Tentang Bintang

Berawal dari penemuan teleskop raksasa, para astronom mulai ngeliat bintang‑bintang bergerak dan menampilkan redshift alias rona merah. Edwin Hubble (beliau) nge‑justifikasi kalau cahaya yang makin merah artinya galaksi lagi menjauh. Jadi, bumi dan seluruh alam semesta lagi ngebesar, bukan diam aja.

3. Einstein dan Teori Big Bang

Dalam terjemahan buku "Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur", Albert Einstein (beliau) akhirnya ngaku kalau bumi nggak statis. Meski dulu beliau ragu karena masyarakat masih kuat pegang kepercayaan lama, perhitungan Einstein menunjukkan bahwa alam semesta bermula dari satu titik nol volume yang meledak - itulah yang sekarang kita kenal sebagai Big Bang. Dari titik itu, semua materi, energi, bahkan ruang‑waktu, mulai "mengembang".

4. Big Bang dalam Al‑Quran

Al‑Quran juga ngasih petunjuk tentang asal‑usul alam semesta. Surat Al‑Anbiya' ayat 30 bilang, "langit dan bumi dulu satu, lalu Kami pisahkan". Ayat 51:47 menambahkan, "Kami bangun langit dengan kekuasaan Kami dan meluaskannya". Kedua ayat ini sejalan dengan gagasan bahwa semesta dulu "padat" lalu "meledak" menjadi luas yang kita lihat sekarang.

5. Pengalaman Para Ilmuwan Modern

Setelah ledakan dahsyat itu, alam semesta terus "mekar" kayak balon yang ditiup. Observasi Hubble (beliau) nunjukin galaksi‑galaksi menjauh dengan spektrum cahaya merah. Kecepatan mereka bisa mencapai ribuan kilometer per detik! Selain itu, radiasi latar belakang kosmik yang ditemukan Arno Penzias dan Robert Wilson pada 1965 jadi bukti tambahan bahwa Big Bang memang terjadi.

Unsur‑unsur hydrogen dan helium yang tersebar di seluruh alam semesta juga cocok dengan prediksi hasil ledakan pertama. Kalau semesta itu statis, hydrogen bakal habis berubah jadi helium, tapi faktanya masih banyak hydrogen yang "tersisa".

Jadi, teman‑teman, teori Big Bang yang dulu dianggap spekulasi kini udah jadi fondasi ilmiah yang kuat, sekaligus selaras dengan beberapa ayat suci. Ini buktiin kalau ilmu pengetahuan dan kepercayaan bisa "ngobrol" bareng tanpa harus saling menentang.

Artikel Lain di Astronomi

  • Peta Benua Amerika

    Melihat bola global atau globe ialah salah satu cara melihat peta dengan merasakan replika letak sesungguhnya sebuah daerah di muka bumi. Globe berbentuk serupa dengan bumi asli, yaitu bulat. Bumi orisinil memang tak benar-benar...

  • Gak Cuma Bintang Jatuh, 5 Fakta Keren tentang Meteor, Hujan Meteor, & Benda Langit Lainnya

    Yo, geng! Pernah liat bintang jatuh di langit malam? Kebayang kan, cahaya yang melesat kayak roket mini? Yuk, kita kulik bareng-bareng apa sih sebenarnya meteor itu, kenapa bisa "nyala", sampai cerita-cerita seru soal hujan...

  • Udara Bukan Cuma Oksigen: Fakta Keren Tentang Atmosfer yang Bikin Kamu Terpukau

    Udara itu sebenarnya campuran gas atmosfer yang ngebungkus bumi kita. Dari nitrogen, oksigen, argon, sampe jejak‑jejak gas lain kayak neon, helium, dan xenon, semuanya kerja bareng buat nyiptain lingkungan yang hidupkan bumi...

  • Tentang Atmosfer dan Cuaca

    etiap kali bernapas, kita menghirup udara Bumi. Kita tak dapat melihat, mencium, atau merasakan udara Bumi. Udara berada di sekeliling kita. Planet-planet lain juga memiliki atmosfer. Berbicara tentang atmosfer tak akan lepas...

  • Kawah Meteor Terbesar

    Asteroid terbesar nan pernah menabrak bumi mungkin ialah Theia, dengan tubuh seukuran Mars nan terbentuk lebih dari 4 miliar tahun nan lalu, pada hari-hari awal pembentukan tata surya. Theia terbentuk di titik Lagrange, daerah...

  • Fakta Aneh Seputar Planet Pluto

    Sistem tata surya kita mengenal berbagai macam benda-benda luar angkasa, termasuk planet Pluto . Benda-benda nan diteliti dengan cara diamati. Benda-benda di sistem tata surya kita nan sudah banyak diteliti oleh para ilmuwan...

  • Peta Negara-negara di Berbagai Benua

    Atlas merupakan sebuah buku nan berisi kumpulan peta dari negara-negara di seluruh dunia. Kita dapat membelinya di toko buku, baik nan menjual buku-buku baru atau bekas. Meskipun sekarang teknologi sudah canggih sehingga...

  • Satelit Alam Planet Saturnus

    Planet Saturnus boleh dikatakan merupakan planet terindah dan menakjubkan di tata surya kita. Itu dikarenakan tampilan visualnya nan memang unik dan membedakannya dari planet lain. Karakter planet ini nan khas sering kita...

  • Apa nan Terjadi Setelah Ledakan Besar?

    Alam semesta mengandung semua hal nan ada di angkasa: Bumi, Matahari, bintang, galaksi dan nan lainnya. Selama ribuan tahun, manusia terus mencari tahu asal-usul bagaimana alam semesta nan luas ini terbentuk. Banyak ilmuwan...

  • Jenis-Jenis Kunjungan Ke Observatorium Bosscha

    Benda-benda angkasa sangat menarik buat diamati. Selain memberikan pemandangan nan menarik, benda-benda angkasa seperti bintang, bulan, dan planet-planet nan ada di alam semesta selalu mengundang rasa ingin tahu dan memepelajarinya...