Portal Informasi Gaya Hidup Sehat, Edukasi Nutrisi, dan Tips Praktis Sehari-hari.

Bongkar rencana jembatan selat sunda: Dari ide kuno sampai visi masa depan

Pra Studi Kelayakan Jembatan Selat Sunda

Setelah Jembatan Suramadu selesai dan udah buktiin manfaatnya, pemerintah kembali ngulik Jembatan Selat Sunda. Pra‑studi ini dipegang sama pemerintah provinsi Banten, Lampung, plus koordinasi bareng pemerintah pusat. Bahkan 10 provinsi di Sumatera ikut dilibatkin buat analisa teknis, tata ruang, keekonomian, dan dampak sosial. Prosesnya diperkirakan makan waktu satu sampai dua tahun, sambil revisi Peraturan Presiden No. 27 Tahun 2005 supaya semua study jadi lebih komprehensif.

Sejarah Ide Jembatan Selat Sunda

Pertama kali muncul di tahun 1960, ide megaproject ini dicetuskan oleh Prof. (alm) Sedyatmo, seorang guru besar dari Institut Teknologi Bandung. Beliau mengusulkan konsep "Tri Nusa Bimasakti" yang mau nyambungin Jawa, Bali, dan Sumatera. Tahun 1965, Presiden Sukarno minta ITB ngelakuin kajian, yang akhirnya menghasilkan desain terowongan. Tapi desain itu ditolak belakangan karena kondisi alam nggak cocok. Pada era 1990‑an, Prof. Wiratman Wangsadinata dan Dr. Ir. Jodi Firmasyah ngulang kajian dan nyimpulin bahwa jembatan lebih sinkron dengan geografi setempat. Hingga kini, proyek masih dalam tahap perencanaan dan tender internasional.

Rencana Rute Megaproyek Jembatan Selat Sunda

Rute pertama bakal menghubungkan Pulau Jawa sama Pulau Ular dengan viaduct sepanjang kira‑kira 3 km. Lalu, rute kedua nyambungin Pulau Ular ke Pulau Sangiang lewat jembatan gantung (suspension bridge). Rute ketiga menghubungkan Pulau Sangiang ke Pulau Panjurit, juga dengan jembatan gantung sepanjang 8 km, plus jalan darat 5 km dan rel kereta api. Terakhir, Pulau Panjurit bakal terhubung ke Sumatera lewat viaduct sekitar 3 km. Seluruh jaringan bakal dilengkapi jalan raya, rel kereta, serta infrastruktur pendukung seperti gas, listrik, dan air minum.

Prospek Ekonomi & Manfaat Jembatan Selat Sunda

Kalau realisasi, Jembatan Selat Sunda bakal jadi jembatan terpanjang kedua di Asia dengan total panjang sekitar 29 km. Diperkirakan biaya total mencapai 100 triliun rupiah (sekitar 10 miliar USD). Manfaatnya? Lonjakan arus lalu lintas antara Jawa dan Sumatera bisa nyentuh 20.000‑27.000 kendaraan per hari, yang otomatis dorong pertumbuhan ekonomi di kedua pulau. Selain itu, kawasan industri, pariwisata, energi, logistik, dan teknologi bakal berkembang pesat berkat akses yang lebih mudah.

Jadi, meskipun masih dalam fase perencanaan, Jembatan Selat Sunda punya potensi besar buat mengubah peta ekonomi Indonesia. Kita tunggu aja kapan proyek ini bener‑bener terwujud, biar bisa ngerasain manfaatnya langsung!

Transportasi