Lewati ke konten

Ngebahas Kebudayaan Persia: Dari Zoroaster Sampai Sastera Kekinian!

1. Korelasi Antara Kebudayaan Persia dengan Kebudayaan Islam

Hai kamu! Pernah kepikiran gimana kebudayaan Persia nyambung sama kebudayaan Islam? Jadi, pas era Bani Sassan (sekitar 651 M), bangsa Arab ngelakuin serangan gede yang berlangsung hampir satu dekade. Setelah itu, raja Bani Sassan melarikan diri dan meninggal di 652 M. Konflik ini udah ada jauh sebelum Islam masuk, lho.

Penaklukan Arab itu jadi pintu gerbang bagi Bani Umayyah buat nguasain Damaskus, terus dilanjut Bani Abbasiyah yang akhirnya ngontrol wilayah Persia. Karena itu, bahasa Arab mulai menggeser bahasa Parsi di banyak area, dan sastra Persia pun berubah jadi “Arab‑Persia”. Tapi tenang, bahasa Parsi tetep eksis di timur‑utara Iran dan berperan penting dalam penyebaran Islam.

Kerjasama antara Arab dan Iran makin erat, terutama di kalangan intelektual. Pada abad ke‑8, cendekiawan Persia mulai dominate bidang keagamaan dan intelektual, bikin nama-nama mereka terkenal di dunia. Jadi, kebudayaan Persia tetap hidup lewat kontribusi mereka di era Islam.

2. Asal‑Usul Nama Parsi

Nama “Parsi” asalnya dari kabilah yang dulu ngedominasi dua kerajaan kuno di Iran: Hakshiminia dan Parthi. Kabilah Parthi, yang kemudian dikenal sebagai Pars, berhasil ngalahin Babylonia, Assyuria, dan bahkan Mediterania. Karena keberhasilan mereka, wilayah dataran tinggi Iran sering disebut kebudayaan Persia.

Beberapa penulis Yunani, kayak Plato, nyebut orang Iran sebagai “Aryan”. Dari situlah nama “Iran” muncul, jadi identitas kuat buat daerah itu. Setelah Raja Iskandar Agung (Alexander) menaklukkan wilayahnya, bangsa Persia nggak tinggal diam. Mereka bangkit lagi lewat raja Arshak yang mendirikan kerajaan Hakshiminia, yang kemudian dikenal sebagai maharaja Persia.

3. Kepercayaan Zoroastrianisme

Zoroastrianisme atau yang dulu disebut Zarathusta, adalah kepercayaan utama di Persia Kuno. Pendiri kepercayaan ini, Zoroaster, disebut “nabi” oleh Michael H. Hart dalam bukunya “100 Tokoh Paling Berpengaruh”. Dalam ajaran ini, ada dua kekuatan yang saling bertarung: Ahura Mazda (kebaikan) melawan Angra Mainyu (keburukan). Pada akhirnya, kebaikan bakal menang.

Penganut Zoroastrianisme memusatkan ibadah pada api, karena api dianggap simbol perlindungan dunia. Di kuil Zoroaster, bara api terus menyala sampai sekarang. Walau kini penganutnya sedikit karena masuknya agama lain, warisan spiritual ini tetap jadi bagian penting dari kebudayaan Persia.

4. Tasawuf Suhrawardi

Filsafat tasawuf Suhrawardi ngambil inspirasi dari Zoroaster. Beliau menggabungkan pemikiran Aristoteles, mistisisme Al‑Hallaj, serta rasionalisme Ibnu Rusyd. Hasilnya disebut “Filsafat Illuminasi” (cahaya yang memancar).

Suhrawardi tetap pegang dualisme: kebaikan vs keburukan. Menurut beliau, keduanya muncul dalam realitas, tapi cahaya (illuminasi) bakal mengarahkan kita ke kebaikan. Pendekatan empiris Aristoteles juga dipakai buat dapetin pengetahuan, tapi tetap dilengkapi dengan rasio ala Ibnu Rusyd supaya pencapaian iluminasi makin tinggi.

5. Tokoh Penulis Persia

Berikut beberapa nama penulis Persia yang bikin sejarah sastra tetap hidup:

  • Ibn Al‑Muqaffa – mantan Zoroaster yang jago bahasa Arab.
  • Ibn Al‑Uqba – penulis biografi Nabi Muhammad pertama.
  • Muhammad bin Al‑Sa‘ib Al‑Kalbi – sejarawan Arab kuno.
  • Ibn Ishaq – pencatat sejarah Nabi Muhammad.
  • Isa bin Umar Al‑Thaqafi.
  • Abu Hanifah – pendiri mazhab Hanafi.
  • Hammad bin Saphur Al‑Rawiyah – penyunting puisi Arab lama.
  • Jabirin bin Hayyan – penulis kitab astrologi.
  • Muhammad bin Abdullah Al‑Adzi – penulis kitab sejarah.
  • Abu Dulama – penulis cerita humor.

6. Ibu Kebudayaan Iran

Sekarang, mayoritas penduduk Iran menganut Islam, tapi pemerintah tetap melindungi sisa‑sisa kebudayaan Persia sebagai warisan budaya. Kalau kamu punya kesempatan ke Iran, jangan lupa mampir ke situs‑situs kuno yang jadi saksi bisu kejayaan Persia. Tempat‑tempat ini adalah “ibu” dari kebudayaan Iran modern.

Menurut Michael H. Hart, jumlah penganut Zoroaster kini lebih sedikit dibandingkan penganut agama lain, tapi tetap punya dampak besar dalam sejarah. Itulah kenapa Zoroaster masuk dalam daftar 100 tokoh paling berpengaruh.

Artikel Lain di Ilmu Sosial

  • Bongkar macam‑macam ideologi Kekinian: Dari Liberal sampai Demokrasi yang Bikin Lo Paham

    Yo, generasi Z! Lo pasti pernah denger kata "ideologi" di kelas atau di medsos, tapi apa sih sebenernya artinya? Ideologi itu kayak peta visi yang ngebimbing sebuah bangsa buat ngatur tatanan pemerintahan dan ngarahin cara...

  • Rezim Melati

    Ketika komando memasuki istana negara. Ketika moncong senapan menjadi surat suara. Ketika angan-angan dan impian terpenjara dalam derap-derap langkah serdadu di balik pintu. Seketika itu pula tanah-tanah lapang menjadi kuburan....

  • Pemahaman Masyarakat Terhadap Resesi dan Depresi Ekonomi

    Ekonomi merupakan bidang nan sangat krusial dalam kehidupan manusia. Tidak jarang, masalah-masalah ekonomi berdampak pada bidang politik, sosial, atau nan lainnya. Mungkin itu pula nan menjadikan istilah “berdampak...

  • Siapa Yang Diuntungkan?

    Kontrak kerja karyawan sebenarnya telah diatur oleh pemerintah dalam UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 58. Dalam UU tersebut, secara jelas telah diatur mengenai tata cara, prosedur, dan status karyawan. Jika seorang karyawan nan...

  • Biar Gak Abal-Abal: Yuk Pahami Dasar Organisasi & Vibe Kerja Seru Era Modern

    Pernah gak sih kamu ngerasa kalau hidup kita itu gak pernah bisa lepas dari yang namanya ngumpul bareng orang lain? Mulai dari ngerjain tugas kelompok di kampus, join komunitas skincare , sampai masuk ke dunia kerja professional,...

  • Efektivitas Komunikasi Antarpribadi

    Banyak nan salah mengartikan komunikasi antarpribadi . Pengertiannya secara generik ialah komunikasi antara dua individu. Namun dalam ilmu komunikasi, pengertiannya lebih sempit dan terdapat syarat-syarat tertentu. Pengertian...

  • Berprestasi di Tengah Padatnya Jadwal

    Sebelum membahas definisi prestasi belajar , mari kita simak mitos-mitos tentang prestasi di bawah ini: 1. “Saya sungguh senewen, anak aku mendapat nilai merah di raportnya buat pelajaran Matematika. Padahal aku sudah...

  • Membangun Bisnis dari Konsep Arti Bisnis

    Pelaku maupun pengamat bisnis sudah seharusnya memahami arti bisnis . Bagaimana mungkin orang akan menjalankan bisnis jika tak mengerti bisnis. Namun, memang banyak juga nan tak peduli dengan teori-teori maupun kajian definisi...

  • Kenalin Ideologi Pancasila: 5 Sila yang Bikin Bangsa Makin Keren

    Yo, generasi milenial! Ideologi Pancasila itu bukan cuma kata-kata berat di buku sejarah, tapi udah jadi dasar negara Indonesia yang ngasih vibe kebersamaan, keadilan, dan semangat kebhinekaan. Yuk, kita kulik bareng-bareng...

  • Seputar Daftar Barang Impor Indonesia

    Tahukah Anda daftar barang impor Indonesia ? Global perdagangan semakin kompetitif dewasa ini. Perjanjian perdagangan antarnegara juga semakin mempermudah melakukan transaksi. Pasar dunia dan perindustrian pun berjalan lebih...