Halo guys! Pernah gak sih kamu kepikiran kalau kemerdekaan negara kita tercinta ini tuh hasil kerja keras bareng-bareng dari berbagai latar belakang? Yup, salah satunya adalah peran etnis Tionghoa yang gokil banget dalam menyokong logistik, senjata, sampai sumbangsih pikiran. Sayangnya, cerita tentang perjuangan beliau-beliau ini jarang banget di-spill di buku sejarah kemerdekaan Indonesia sekolah kita. Padahal, dari dulu beliau sudah menganggap Indonesia sebagai tanah air sendiri yang wajib dibela mati-matian.
1. Tokoh Keren Pelopor Diplomasi dan Sumpah Pemuda
Pertama, kita bahas tempat legendaris ikrar Sumpah Pemuda 1928. Kamu tahu gak kalau rumah itu milik seorang Tionghoa bernama Sie Kok Liong? Beliau dengan berani mengizinkan para pemuda kongres di rumahnya meskipun harus menerima risiko dihukum oleh kolonial Belanda. Berkat keberanian beliau, saksi sejarah itu sekarang banyaj dikunjungi dan dijadikan Museum Sumpah Pemuda.
Ada juga Liem Koen Hian yang mendirikan Partai Tionghoa Indonesia tahun 1932. Penggunaan kata "Indonesia" saat itu dilarang keras loh sama Belanda, tapi beliau tetap nekat demi identitas bangsa. Beliau juga aktif di BPUPKI dan memperjuangkan hak kewarganegaraan agar setara.
Gak cuma itu, pas masa awal kemerdekaan, banyak tokoh hebat yang dipercaya mengisi kabinet. Contohnya Mr. Tan Po Gwan yang jadi Menteri Negara, Siauw Giok Tjhan, sampai Dr. Ong Eng Die yang dipercaya menjabat sebagai Menteri Keuangan. Bahkan, dalam perundingan penting seperti Perjanjian Renville dan KMB, beliau-beliau ini diutus menjadi delegasi resmi Indonesia demi menyuarakan kedaulatan kita ke dunia internasional.
2. Gerakan Bawah Tanah dan Pasokan Senjata Rahasia
Nah, perjuangan bersenjata juga gak kalah seru buat dikulik. Ada gerakan bawah tanah namanya Chung Yang Hai Wei Ting Chin alias Chungking di Malang. Organisasi radikal yang dipimpin Yap Bo Chin ini gokil abis, anggotanya ribuan dan sering melakukan sabotase rel kereta serta kabel telepon biar komunikasi tentara penjajah terputus di pedalaman.
Lalu ada Tan Pen Liang, pengusaha tajir melintir dari Semarang yang diam-diam jadi penyelundup senjata demi menyokong perjuangan kemerdekaan RI. Beliau bolak-balik ke Thailand demi beli senjata untuk melwan tentara musuh. Ayah beliau, Tan Tiang Tjing, juga gak kalah aktif membagikan informasi rahasia lewat organisasi bentukan Jepang, Jawa Hokaido, demi membantu perjuangan nasional. Beneram taktik spionase yang luar biasa!
3. Perjalanan Panjang Status dan Eksistensi di Tanah Air
Sebenarnya, masyarakat Tionghoa sudah lama banget menetap di sini, bahkan jauh sebelum Belanda datang menjajah. Memang sih, status kewarganegaraan beliau sempat pasang surut karena taktik politik adu domba dari para penjajah. Tapi semangat nasionalisme beliau gak pernah luntur sama sekali.
Lihat saja kisah John Lie, seorang perwira angkatan laut tangguh yang bertugas menyelundupkan hasil bumi Indonesia untuk ditukar dengan senjata demi mempertahankan kemerdekaan. Atas jasa gokilnya, beliau dianugerahi gelar tokoh pahlawan nasional pada tahun 2009 dengan nama laksamana Jahja Daniel Dharma.
Meskipun sempat ada masa-masa sulit di era Orde Baru di mana kebudayaan dibatasi, kini setelah reformasi, semua kembali indah dan bebas berekspresi. Kisah perjuangan beliau membuktikan kalau cinta tanah air itu gak memandang asal-usul, melainkan pembuktian nyata lewat aksi!