Portal Informasi Gaya Hidup Sehat, Edukasi Nutrisi, dan Tips Praktis Sehari-hari.

Raden saleh: Sang maestro lukisan naturalistik yang bikin dunia terpukau

Hai kamu! Siap-siap deh buat nyelam ke dunia Raden Saleh yang legendary banget dalam seni lukis. Beliau bukan cuma pelukis biasa, tapi pelukis Indonesia pertama yang berhasil menembus pasar museum internasional dengan gaya naturalistik yang hidup banget. Yuk, kita kulik kisahnya yang penuh warna, dari masa kecil di Semarang sampai rumahnya yang kini jadi rumah sakit di Cikini.

Kembalinya Sang Maestro ke Tanah Jawa

Pada 1851, Raden Saleh mutusin buat balik ke tanah air bareng istri pertamanya, V. Winkelman. Mereka tinggal di Batavia, tepatnya di daerah Cikini yang deket sama Sungai Ciliwung. Rumah yang beliau desain sendiri mirip kastil Eropa, terinspirasi dari tempat tinggalnya di Callenburg, Jerman. Karena kecintaannya sama alam, sebagian halaman rumah dijadiin kebun binatang yang kelak jadi Taman Ismail Marzuki. Sayangnya, setelah beberapa tahun, beliau berpisah dengan V. Winkelman dan nikah lagi sama Raden Ayu Danudirdjo, putri bangsawan yang kerabat sama Sultan Hamengku Buwono VI.

Petualangan Belajar di Eropa

Setelah dapet rekomendasi dari mentor Belanda, A.A.J. Payen, Raden Saleh diundang buat studi lebih lanjut di Belanda. Di sana, beliau ngabisin dua tahun buat nguasain bahasa Belanda, terus lima tahun belajar teknik seni lukis pakai cat minyak dan cetak batu. Di Den Haag, beliau dapet bimbingan dari Andreas Schelfhouf buat lukisan alam, dan dari C. Kruseman buat potret serta sketsa. Gaya lukisannya mulai kebuka, dapet sentuhan Eropa yang kuat tapi tetap tetep ngangkat tema lokal.

Jejak Awal Sang Maestro

Beliau lahir di Terboyo, dekat Semarang, tahun 1807. Keluarganya berbangkit dari silsilah Sultan Mataram, bahkan masih ada hubungan darah sama Pangeran Diponegoro. Waktu kecil, beliau diasuh sama pamannya yang jadi Bupati Semarang, terus dibawa ke Batavia buat tinggal bareng seorang Belanda. Di Sekolah Rakyat, bakat lukisan beliau udah keliatan banget, sampai akhirnya pelukis Belanda A.A.J. Payen nemuin dan ngajarin beliau selama tiga tahun.

Warisan yang Tetap Hidup

Karya Raden Saleh dipamerin di museum-museum top dunia, kayak Museum Louvre di Prancis, Rijksmuseum di Amsterdam, sampai Museum Puri Lukisan di Taman Fatahillah, Jakarta. Lukisan-lukisan beliau yang naturalistik bikin penikmat seni di seluruh dunia terkagum‑kagum. Bahkan, ada cerita lucu di mana lukisan kembang beliau begitu realistik sampai kupu‑kupu "nyangkut" di atasnya! Karya seni beliau tetap jadi inspirasi bagi generasi muda yang pengen mengejar passion di dunia seni.

Sayangnya, pada 23 April 1880, Raden Saleh meninggal karena trombosis di Bogor, tepatnya di bekas kediaman Sultan Tamijidilah. Meski begitu, semangatnya tetap hidup lewat karya seni yang terus dipamerkan dan dibicarakan sampai sekarang. Jadi, kapan kamu mau jalan‑jalan ke museum buat liat langsung lukisan-lukisan Raden Saleh? Siapa tau kamu bisa dapet inspirasi buat karya kamu sendiri!

Profil