Lewati ke konten

Gak Cuma Baku Hantam, Ini Bedanya Karate Kid Versi Klasik dan Remake yang Wajib Kamu Tonton!

Kamu pasti tau dong film Karate Kid? Itu tuh, film legendaris yang nunjukkin kalau belajar bela diri itu bukan cuma buat gaya-gayaan di depan tongkrongan, tapi juga soal melatih mental dan disiplin diri. Nah, biar kamu gak bosan sama tontonan yang itu-itu aja, sebenernya ada dua versi film Karate Kid yang super gokil dan punya vibes yang beda banget, tapi tetep sama-sama menginspirasi.

1. Pesona Jackie Chan dan Jaden Smith di Era Modern

Kita mulai dari versi yang lebih modern dulu ya! Pada tahun 2010, muncul versi remake yang dibintangi oleh Jaden Smith sebagai Dre Parker. Karena urusan pekerjaan ibunya, beliau harus rela pindah dari Amerika ke Beijing, China. Kebayang kan rasanya jadi anak baru di negara asing yang bahasanya aja kita gak paham? Dre pun ngalamin kesulitan adaptasi yang luar biasa, apalagi pas beliau mulai naksir cewek sekolah lokal bernama Mei Ying.

Kedekatan mereka ternyata bikin Cheng, seorang anak lokal yang jago kungfu, cemburu bangeet. Cheng dan gengnya sering banget nge-bully Dre di sekolah sampai bikin beliau terpojok. Untungnya, Dre bertemu dengan Mr. Han yang diperankan oleh aktor laga legendaris, Jackie Chan. Di film ini, beliau bekerja sebagai petugas pembersih apartemen yang ternyata adalah seorang master kungfu yang menyamar.

Melihat potensi dan kesulitan yang dihadapi Dre, beliau akhirnya setuju buat melatih Dre. Tapi uniknya, cara latian yang beliau berikan aneh parah! Dre cuma disuruh lepas, gantung, dan pakai jaketnya berulang-ulang kali. Dre sempat protes, tapi akhirnya beliau sadar kalau gerakan simpel itu melatih refleks pertahanan tubuh yang luar biasa. Puncaknya, lewat turnamen bela diri tingkat kota, Dre sukses membuktikan kalau mental juara gak bakal bisa dikalahkan begitu saja.

2. Nostalgia Klasik Bareng Daniel Larusso dan Mr. Miyagi

Nah, kalau kamu mau tahu asal-usul cerita legendaris ini, kamu wajib nonton versi klasiknya yang rilis tahun 1984. Di versi original ini, tokoh utamanya bernama Daniel LaRusso yang diperankan oleh Ralph Macchio. Sama seperti versi remake-nya, beliau harus ikut ibunya pindah tempat tinggal, bedanya kali ini ke California yang hawanya hangat.

Di tempat baru ini, Daniel jatuh cinta pada seorang gadis populer bernama Ali. Sayangnya, mantan pacar Ali yang bernama Johnny Lawrence gak terima. Johnny yang merupakan murid andalan dari dojo karate lokal sering banget ngebikin hidup Daniel menderita lewat aksi bullying yang kejam. Daniel yang merasa putus asa akhirnya bertemu dengan Mr. Miyagi, seorang imigran asal Jepang yang diperankan oleh Pat Morita. Beliau adalah sosok yang sangat tenang dan penuh filosofi hidup.

Metode latihan dari beliau juga gak kalah nyeleneh dari versi modern. Daniel malah disuruh mengecat pagar, menggosok mobil, dan menyikat lantai kayu milik beliau. Daniel sempat kesal karena merasa dijadikan pembantu, padahal beliau ingin belajar karate untuk melindungi diri. Namun, setelah ditunjukkan aplikasinya langsung, Daniel langsung takjub karena gerakan membersihkan itu ternyata adalah memori otot untuk menangkis serangan lawan yang sangat efektif.

3. Pelajaran Hidup Anti Bullying yang Relate Abis

Meskipun kedua film ini diproduksi di era yang berbeda dengan jenis bela diri yang berbeda pula (karate vs kungfu), keduanya membawa pesan moral mendalam yang sangat relate dengan kehidupan anak muda zaman sekarang. Kita diajarkan kalau menghadapi tantangan atau perundungan itu bukan dengan cara melarikan diri, melainkan dengan mempersiapkan diri menjadi versi terbaik.

Kedua mentor hebat dalam film ini juga mengajarkan kalau kekuatan fisik itu gak ada gunanya tanpa kedamaian hati. So, daripada kamu gabut gak jelas di akhir pekan, mending kamu coba nonton film kungfu atau karate ini bareng sahabat kamu untuk dapetin asupan motivasi yang positif!

Artikel Lain di Film