1. Sejarah Singkat yang Bikin Bangga
Awal‑nya, nama Padjadjaran diambil dari Kerajaan Sunda yang dipimpin beliau Prabu Siliwangi (atau Prabu Dewantaprana Sri Baduga Maharaja). Nama ini udah terkenal banget di Jawa Barat karena beliau jadi sosok legendaris di era itu.
Pada era 1950‑an, pemerintah daerah dan pusat ngerasa penting banget buat bikin universitas negeri di Bandung, apalagi setelah Bandung jadi tuan rumah Konferensi Asia‑Afrika 1955. Pada 3 Desember 1956, delegasi yang dipimpin beliau Prof. Muh. Yamin bareng Soenardi, Bushar Muhammad, dan tokoh‑tokoh lain ngeloyorin aspirasi rakyat Jawa Barat ke pemerintah, DPR, gubernur, sampai presiden.
Hasilnya, lewat SK Menteri PPK No. 11181/S tanggal 2 Feb 1957, dibentuk Panitia Negara Pembentukan Universitas Negeri (PNPUN). 25 Agustus 1957, Badan Pekerja (BP) dibentuk dan diketuai beliau R. Ipik Gandamana, Gubernur Jawa Barat. Proses ini akhirnya melahirkan Universitas Padjadjaran yang jadi puncak gerakan pendidikan di tanah Sunda.
Setelah beberapa perubahan struktural, pada 6 Nov 1957 beliau Iwa Koesoemasoemantri diangkat jadi Presiden Unpad (sekarang disebut Rektor). Sejak 1963, sebutan “Presiden Universitas” resmi diganti jadi “Rektor”.
2. Kampus Jatinangor: Vibe Akademik Kekinian
Terinspirasi sama Kota Akademik Tsukuba di Jepang, Rektor keenam beliau Prof. Dr. Hindersah Wiraatmadja ngusulin konsep “Kota Akademis Manglayang” di kaki Gunung Manglayang. Ide ini muncul karena kampus Unpad dulu tersebar di 13 lokasi, bikin koordinasi ribet.
Mulai 1977, Unpad mulai cari huma (lahan) yang cocok, dan pada 1979 diputuskan pakai huma bekas perkebunan di Jatinangor. Menurut SK Gubernur Jawa Barat No. 593/3590/1987, area ini seluas 3.285,5 ha, dengan 175 ha khusus buat Unpad.
Sejak 1983, Fakultas Pertanian jadi pionir pindah ke Jatinangor, diikuti fakultas‑fakultas lain. Pada 5 Jan 2012, gedung Rektorat resmi pindah ke sini. Sekarang Jatinangor jadi pusat kegiatan akademik dengan fasilitas modern dan suasana yang asik buat belajar.
3. Program Studi & Pilihan Karier
Kalau kamu lagi cari jurusan yang match sama passion, Universitas Padjadjaran punya pilihan melimpah:
- 9 bidang ilmu doktor
- 18 program magister
- 42 program S1 (sarjana)
- 4 program profesi
- 26 program spesialis
- 1 program diploma D‑IV
- 27 program diploma D‑III
Daftar fakultas yang ada antara lain Fakultas Ilmu Komunikasi, Hukum, Ekonomi, Ilmu Sosial & Politik, Kedokteran, Pertanian, Psikologi, Kedokteran Gigi, Perikanan & Kelautan, Farmasi, Matematika & IPA, Sastra, Peternakan, Keperawatan, Teknologi & Pertanian, Teknik Geologi, plus Program Pascasarjana yang lengkap.
4. Fasilitas Keren yang Bikin Hidup Kampus Lebih Asik
Unpad punya perpustakaan ilmiah lengkap dengan akses internet, database riset, dan jadwal kuliah. Jadi selain dosen, kamu juga bisa gali ilmu lewat koleksi buku dan jurnal.
Luas lahan kampus yang gede memungkinkan adanya layanan kendaraan kampus gratis yang siap beroperasi dari pagi sampai sore. Ada juga POMA (Pondok Mahasiswa) yang terletak di dalam area kampus, cocok buat mahasiswa lokal maupun internasional dengan harga yang terjangkau.
Kalau lapar, kamu bisa nongkrong di KOPMA (Koperasi Mahasiswa) tiap fakultas atau jajanan kaki lima yang ada di sekitar. Semua ini bikin suasana belajar jadi lebih hidup.
Buat kamu yang khawatir soal biaya, Unpad sediain banyak beasiswa, mulai dari Beasiswa Djarum, Sampoerna, Pemerintah Provinsi Bandung, beasiswa dari pemerintah India & Brunei, Bidikmisi, hingga beasiswa BPPS buat dosen yang mau lanjut ke program pascasarjana.
5. Cara Daftar & Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran
Penerimaan mahasiswa baru di Unpad dilaksanakan lewat SMUP (Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran) dan program PMDK buat siswa berprestasi. Prosesnya transparan dan terstruktur, jadi kamu cukup ikutin alur yang tertera di situs resmi www.unpad.ac.id.
Dengan ragam fakultas, fasilitas lengkap, dan beasiswa melimpah, Universitas Padjadjaran jadi pilihan tepat buat kamu yang pengen kuliah di lingkungan yang mendukung prestasi dan kreativitas.