Lewati ke konten

Ngobrol Santai soal Agung Podomoro: Dari Awal Hingga Generasi Kedua yang Keren

Hai, kamu! Lagi kepo soal siapa aja yang lagi ngebentuk skyline Indonesia? Yuk, intip cerita pengembangan properti Indonesia lewat jejak langkah Agung Podomoro. Dari proyek pertama yang masih simpel sampai generasi kedua yang udah jadi pengembang properti terkemuka, semua bakal dibahas dengan gaya yang asik dan santai.

1. Strategi dan Proyek Unggulan

Agung Podomoro nggak cuma fokus bikin rumah tinggal doang. Mereka pakai tiga strategi utama: focus on property, first bite, dan prudent. Kombinasi ini bikin mereka terus stay ahead di pasar yang kompetitif. Contohnya, superblock kayak Thamrin City atau Kelapa Gading Square yang lengkap dengan mall, kantor, dan ruang terbuka hijau. Semua fasilitas pendukung—sekolah, tempat ibadah, sampai area rekreasi—dibangun supaya penghuni betah dan happy.

2. Visi & Misi yang Bikin Bangga

Visi Agung Podomoro jelas: jadi leading dan paling trusted property development company di Indonesia. Misinya? Ngasih maximum satisfaction ke semua stakeholder lewat professional synergy dengan partner. Dengan kata lain, mereka pengen tiap proyek bukan cuma sekadar bangunan, tapi jadi tempat yang mendukung kualitas hidup para penghuninya.

3. Sejarah Singkat Agung Podomoro

Berawal dari nama yang diambil dari bahasa Jawa—agung (besar) dan podomoro (sama‑sama berkunjung)—perusahaan ini dibangun dengan harapan bakal jadi pemain besar di dunia properti. Agung Podomoro Group pertama kali didirikan oleh Anton Haliman pada 1969. Proyek pertamanya di Simprug, Jakarta Utara, memakan waktu empat tahun sampai selesai pada 1973.

Setelah proyek pertama, mereka mulai pakai konsep real estate yang kini jadi standar industri. Proyek di Sunter, Jakarta Utara, menjadi contoh awal adopsi konsep hunian modern yang kemudian diikuti banyak developer lain.

4. Kepemimpinan Generasi Kedua yang Kuat

Setelah 17 tahun, pada 1986, tongkat kepemimpinan diserahin ke Trihatma Kusuma Haliman, anak kedua Anton Haliman. Sebagai generasi kedua, beliau menghadapi tantangan berat, tapi berhasil melampaui ekspektasi dengan meraih penghargaan The Property Man of the Year 2006. Trihatma dibesarkan dengan prinsip profesionalisme ketat dari ayahnya: di rumah kasih afeksi, di kantor harus kerja keras dari level paling bawah. Pendekatan ini bikin beliau ngerti seluk‑beluk operasional dan siap memimpin dengan cerdas.

Berbekal didikan keras, Trihatma terus mengembangkan portofolio, menambah proyek superblock, apartemen premium, dan perumahan yang ramah ekonomi di daerah luar Jabodetabek seperti Kresek, Lebak, dan Subang.

5. Prestasi & Pengakuan

Selama hampir setengah abad, Agung Podomoro berhasil mengoleksi berbagai penghargaan. Selain The Property Man of the Year 2006, mereka juga meraih sertifikasi ISO 9001:2000 untuk proyek-proyek seperti Menteng Executive Apartemen, Bukit Gading Mediterania, dan Gading Grande Residence. Semua prestasi ini bukti komitmen mereka dalam kualitas dan inovasi.

Itu dia, geng! Dari cerita awal yang humble sampai generasi kedua yang makin keren, Agung Podomoro terus jadi salah satu pengembang properti terkemuka di tanah air. Kalau kamu lagi cari inspirasi atau sekadar pengen tahu siapa yang ngebentuk kota-kota kita, Agung Podomoro layak masuk daftar watchlist kamu.

Artikel Lain di Profil