Hai gengs! Pernah ga sih lo mikir, kenapa tiap hari inbox kamu selalu rame? Nah, sejarah email itu ternyata udah dimulai sejak era komputer raksasa di tahun 70-an. Yuk, kita kulik bareng-bareng, mulai dari penemu Raymond Samuel Tomlinson yang super cerdas sampai cerita seru email pertama di Indonesia.
1. Email di Tanah Air: Cerita Indonesia
Di Indonesia, email muncul barengan sama internet yang masih baru. Pada akhir 80-an, kampus‑kampus udah mulai mainin jaringan ARPANET lewat layanan kayak CIX dan Compuserve. Meski modemnya cuma 1200 bps dan pulsa telepon internasionalnya mahal, mahasiswa tetap semangat nge‑mail.
Universitas Indonesia jadi pionir dengan UI‑NETLAB yang terdaftar pada 24 Juni 1988. Tak lama kemudian, pada 1994, IndoNet meluncur sebagai ISP komersial pertama di tanah air. Dari sinilah milis (mailing list) mulai ngetop, jadi tempat nongkrongnya para akademisi, pelajar, bahkan komunitas hobby.
Menurut Rahmat M. Samik‑Ibrahim, pada awal 80‑an ada skrip di PUSILKOM UI yang udah bisa ngirim pesan elektronik ke semua staf. Jadi, meski belum ada Gmail atau Outlook, email pertama di Indonesia udah mulai beredar lewat jaringan lokal.
2. Awal Mula Email di Dunia
Pembuat email pertama adalah Raymond Samuel Tomlinson (kita panggil beliau). Beliau lahir di Amsterdam, New York, 1941, dan pada tahun 1971 berhasil mengirim pesan pertama lewat ARPANET. Ide cemerlangnya? Gabungin program SNDMSG (send message) dengan CPYNET (copy net) supaya pesan bisa melintasi dua komputer berbeda.
Dalam eksperimennya, beliau pilih simbol "@" sebagai pemisah antara nama pengguna dan nama host. Simbol ini jadi ikon alamat email yang masih dipakai sampai sekarang. Katanya, inovasi itu cuma butuh "30 atau 40 detik" mikir - keren kan?
Beberapa sumber bilang pesan pertama yang dikirim cuma "QWERTYUIOP", tapi apa pun isinya, itu udah jadi langkah kecil yang mengubah cara manusia berkomunikasi.
3. Kenapa Email Jadi Wajib di Kehidupan Kita?
Fast forward ke era 2000-an, email udah jadi alat utama buat kerja, belajar, bahkan nongkrong online. Menurut riset dari UC Berkeley, pada 2001 ada sekitar 31 miliar email yang terkirim tiap hari. Angka itu melonjak jadi 170 miliar di 2008, dan mencapai 294 miliar pada 2010. Gimana gak, email itu praktis, hemat, dan super cepat!
Sekarang, selain teks, lo bisa kirim foto, video, atau file gede lewat lampiran email. Semua itu bikin komunikasi jadi makin hidup. Jadi, tiap kali kamu cek inbox, ingat deh, semua itu berawal dari satu klik kecil di laboratorium tahun 1971.
Jadi, dari simbol @ yang dipilih secara spontan sampai ribuan email yang masuk tiap detik, sejarah email memang penuh warna. Semoga lo makin apresiasi tiap notifikasi yang muncul di layar, karena di baliknya ada cerita panjang yang seru banget!